SURABAYA – Suasana di SDN Wonorejo 274 pada Jumat (14/11/2025) pagi terasa berbeda. Puluhan siswa kelas 5 tampak antusias mengikuti sosialisasi tentang bahaya bullying dan perilaku menyimpang yang digelar oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kegiatan ini menjadi penting karena anak usia 10–11 tahun berada pada tahap kritis dalam belajar mengelola emosi, memahami batasan sosial, dan membangun pertemanan yang sehat.
Di tahap usia ini, anak-anak rentan terpapar perilaku negatif, mulai dari ejekan, perundungan, hingga tindakan yang mengarah pada asusila. Faktor seperti tontonan tidak sesuai usia, penggunaan media sosial tanpa pengawasan, hingga kurangnya literasi emosi kerap menjadi pemicu. Melalui sosialisasi ini, sekolah berharap siswa lebih peka membedakan mana perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan, terutama di lingkungan sekolah.

Koordinator Kelompok Hukum dan Advokasi, Yuenlisdhea Jiintara, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif menggunakan bahasa sederhana agar mudah dicerna anak-anak. Tim memberikan contoh nyata tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta bagaimana seorang teman bisa mengambil peran untuk menghentikan perilaku tersebut.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu apa itu bullying, tetapi juga berani menolak dan melaporkan ketika melihatnya. Edukasi dini sangat penting untuk mencegah perilaku menyimpang sejak kecil,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 5 sebagai peserta utama, sementara guru turut mendampingi agar dapat memperkuat pemahaman para siswa setelah sesi sosialisasi selesai. Penyuluhan berlangsung di aula sekolah, berlangsung hangat dan komunikatif, lengkap dengan sesi tanya jawab dan contoh kasus sederhana.
Sosialisasi ini merupakan puncak dari serangkaian persiapan, mulai dari kunjungan lokasi pada 27 Oktober 2025 hingga koordinasi resmi dengan pihak sekolah pada 31 Oktober 2025. Materi yang diberikan mencakup ajakan untuk saling menghormati, menjaga batas pergaulan, serta membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi semua.
Kepala SDN Wonorejo 274 Surabaya, Anitawati, S.Pd, mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan pihak eksternal dalam membangun karakter siswa.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk siswa yang berakhlak, bertanggung jawab, dan sadar hukum. Lingkungan sekolah aman hanya bisa terwujud jika semua pihak bekerja bersama,” tuturnya.

Sekolah berharap edukasi seperti ini bisa digelar secara berkala untuk menjaga suasana belajar tetap kondusif dan bebas dari kekerasan maupun perilaku menyimpang.













