Surabaya — Suasana pagi di SMP PGRI 6 Surabaya tampak berbeda pada Jumat, 7 November 2025. Sejak pukul 07.00, seluruh siswa dan guru telah berkumpul di mushola sekolah untuk melaksanakan salat dhuha bersama, dilanjutkan dengan istighosah dan pembacaan Hadad. Ustaz Mufid, S.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, memimpin jalannya doa dengan penuh kekhusyukan.
Usai kegiatan rohani, suasana berubah menjadi lebih ramai dan hangat. Para siswa berbaris rapi di depan gerbang sekolah, membawa bungkusan nasi dan snack untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar dalam kegiatan “Jumat Berkah”. Warga yang melintas tersenyum menerima sedekah dari para siswa — momen yang menjadi pelajaran langsung tentang empati dan berbagi.

Tak berhenti di situ, menjelang siang, seluruh siswa dan guru kembali turun tangan dalam kegiatan kerja bakti. Mereka membersihkan ruang kelas, mushola, ruang komputer, ruang piala, UKS, hingga kamar mandi sekolah. Dengan gayung, ember, dan sapu di tangan, para siswa bergotong royong sambil bercanda dan bernyanyi. Ada yang mengepel lantai, ada yang menata Al-Qur’an di mushola, bahkan ada yang membersihkan kamar mandi sambil mandi karena saking semangatnya.
Pemandangan itu menunjukkan satu hal: kebersihan dan kesehatan bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi budaya yang menyatu dalam keseharian siswa. Seperti disampaikan oleh Fenty Ayu Resmanawati, S.Pd., guru IPA SMP PGRI 6 Surabaya, “Menciptakan generasi emas unggul berkarakter bukanlah tugas yang terpisah-pisah. Ia adalah kesatuan antara kesehatan raga, kebersihan lingkungan, dan kekuatan jiwa. Dengan menanamkan ‘Berkah Sehat Bersih’ sejak dini, kita sedang memberi karunia terbaik bagi siswa: kesempatan untuk tumbuh optimal, berpikir jernih, dan siap memimpin masa depan.”
Berkah Sehat Bersih: Fisik Kuat, Mental Hebat, Karakter Tangguh
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, Banu Atmoko — yang juga Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNESA sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara — menegaskan bahwa gerakan “Berkah Sehat Bersih” adalah investasi jangka panjang dalam membangun Generasi Emas 2045.
“Indonesia bercita-cita melahirkan generasi emas yang bukan hanya cerdas akademik, tapi juga unggul dalam karakter dan memiliki pondasi fisik serta mental yang kuat. Untuk mencapainya, kita harus mulai dari hal paling dasar: sehat dan bersih,” ujar Banu Atmoko.
Ia menekankan bahwa tubuh yang sehat membuat siswa belajar maksimal, sementara kebersihan mengajarkan disiplin dan tanggung jawab. Pola hidup bersih dan sehat bukan hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga membentuk karakter unggul seperti integritas, empati, dan kepedulian sosial.
Program ini juga menekankan tiga pilar penting:
- Sehat Fisik: dengan gizi seimbang, olahraga rutin, dan deteksi dini kesehatan.
- Lingkungan Bersih: dengan disiplin mencuci tangan, menjaga kebersihan kelas, serta mengelola sampah dengan benar.
- Keteladanan Karakter: guru dan orang tua menjadi contoh nyata dalam menjaga kebersihan dan kedisiplinan.
Sekolah Sebagai Ruang Hidup Nilai
Bagi SMP PGRI 6 Surabaya, sekolah bukan sekadar tempat belajar akademik, melainkan ruang hidup bagi nilai-nilai kehidupan. Setiap aktivitas, mulai dari ibadah bersama hingga kerja bakti, dirancang untuk melatih kedisiplinan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab.
“Ketika guru ikut turun tangan membersihkan ruang guru atau toilet sekolah, itu jauh lebih bermakna daripada seribu kata nasihat,” ujar Fenty Ayu menambahkan.
Semangat itulah yang kini menjadi ciri khas SMP PGRI 6 Surabaya — sekolah yang memadukan spiritualitas, kebersihan, dan semangat sosial dalam satu tarikan napas.
Banu Atmoko menutup dengan pesan kuat, “Mari bersinergi: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sehat siswanya, kuat bangsanya. Bersama kita menuju Indonesia Emas 2045.”













