Suasana Jumat sore (21/11/2025) terasa berbeda bagi dua siswa SMP PGRI 6 Surabaya. Pukul 15.00, Mochammad Fariz Alfarizi (kelas 8) dan Moch. Firdan Alamsyah (kelas 9) melangkah mantap menuju Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Didampingi guru pendamping, Fenty Ayu Resmanawati, S.Pd., keduanya menghadiri undangan Wakapolres Tanjung Perak untuk mengikuti pengukuhan Polisi Siswa jenjang SMP sederajat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Pengukuhan ini menjadi momen penting bagi sekolah, terlebih mengingat peran Polisi Siswa (Polsis) kini semakin strategis dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan. Menurut Fenty Ayu, kehadiran Polsis bukan sekadar formalitas seremonial, tetapi bentuk keterlibatan aktif siswa dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif.


“Polisi Siswa memiliki peran kunci dalam menciptakan kenyamanan di sekolah. Kenyamanan bukan hanya bebas dari bahaya, tetapi suasana yang tertib, disiplin, dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Peran Strategis Polisi Siswa: Dari Gerbang Sekolah hingga Ketertiban Harian
Fenomena ketertiban sekolah sering kali dihadapkan pada isu disiplin, kenakalan remaja, hingga kemacetan di gerbang sekolah. Di titik ini, Polisi Siswa menjadi garda terdepan. Melalui program Patroli Keamanan Sekolah (PKS), mereka dilatih langsung oleh kepolisian untuk memahami dasar-dasar pengaturan lalu lintas dan keamanan.
Di lapangan, tugas mereka mencakup mengatur arus kendaraan di depan sekolah, membantu proses penyeberangan siswa, hingga memberi peringatan ringan bagi pelanggar aturan. Di sisi lain, Polsis juga berperan dalam mendeteksi potensi konflik, seperti bullying atau perselisihan antarsiswa, sebelum berubah menjadi masalah serius.
Selain itu, keberadaan Polsis sangat membantu dalam kegiatan sekolah. Mereka turut mengamankan upacara, agenda besar, hingga sigap memberi pertolongan pertama ketika siswa mengalami insiden kecil.
Menjadi Teladan Disiplin dan Budaya Positif
Di SMP PGRI 6 Surabaya yang berlokasi di Jalan Bulak Rukem III No. 7–9, Wonokusumo, peran Polsis juga menyasar aspek ketertiban harian. Mulai dari pengawasan kedatangan, ketepatan waktu siswa, hingga kerapian atribut dan seragam.
Sebagai sesama siswa, peringatan yang diberikan Polsis cenderung lebih mudah diterima. Mereka menjadi panutan kedisiplinan bagi teman sebayanya. Tidak berhenti di situ, Polsis juga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan mendorong budaya menjaga fasilitas bersama.
“Polisi Siswa memiliki posisi unik: mereka menghubungkan antara siswa lain dan guru. Mereka memahami dinamika teman sebaya, tapi juga dibekali tanggung jawab formal,” kata Fenty.
Agar peran ini terus maksimal, sekolah berupaya memberikan dukungan fasilitas, pelatihan berkala bersama kepolisian dan Saka Bhayangkara, serta penghargaan bagi para anggota aktif.
Harapan Sekolah: Sinergi Demi Sekolah yang Aman dan Nyaman
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara sekaligus mahasiswa S2 RPL Manajemen Pendidikan UNESA, menegaskan pentingnya sinergi antara Polsis, guru, dan seluruh siswa.
“Dengan kolaborasi yang kuat, sekolah bisa menjadi tempat yang benar-benar nyaman untuk tumbuh dan berprestasi. Polisi Siswa adalah bagian penting dalam mewujudkan itu,” ujarnya.
Pengukuhan di Polres Tanjung Perak ini menjadi langkah awal bagi Fariz dan Firdan untuk membawa energi positif ke sekolah. Keduanya diharapkan dapat menjadi contoh, sekaligus penggerak budaya disiplin dan rasa aman di SMP PGRI 6 Surabaya.













