Surabaya — Saat sebagian siswa lain baru menyiapkan buku pelajaran, suasana di SMP PGRI 6 Surabaya sudah berbeda. Dari mushala sekolah di Jalan Bulak Rukem III, terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu mengalun setiap pagi pukul 06.30. Di sanalah program “Ngaji Morning” menjadi denyut spiritual yang mengawali hari-hari para siswa.
Program ini bukan sekadar rutinitas membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai. Lebih dari itu, Ngaji Morning dirancang untuk membentuk kedisiplinan mental dan religius siswa melalui pembiasaan ibadah, pemahaman makna ayat suci, serta penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap pagi, para siswa masuk ke mushala membawa Al-Qur’an yang telah disediakan dari para donatur. Selama 30 menit, mereka membaca dan menyimak bacaan teman-teman mereka secara bergiliran, dipandu oleh guru yang sedang bertugas piket. Kegiatan ini bukan hanya melatih kemampuan membaca Al-Qur’an (tahsin), tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menenangkan hati dan menata niat sebelum belajar.
Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara sekaligus mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNESA RPL Kelas E, kegiatan Ngaji Morning telah menjadi pondasi penting bagi pendidikan karakter di sekolahnya.
“Program ini mengajarkan disiplin waktu, fokus, dan pengendalian diri. Nilai-nilai dari Al-Qur’an membentuk siswa menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan mental yang kuat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ngaji Morning juga menciptakan suasana sekolah yang religius dan penuh kebersamaan. Siswa belajar untuk tidak hanya memperbaiki diri secara individu, tetapi juga menjaga harmoni dalam komunitasnya. Ketika dilakukan bersama-sama, kegiatan ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan tanggung jawab kolektif terhadap nilai-nilai keagamaan.
Tak heran jika mushala sekolah kini menjadi pusat energi positif setiap pagi. Guru dan siswa datang bukan karena kewajiban semata, melainkan karena mereka telah merasakan ketenangan dan semangat baru yang lahir dari kebersamaan dalam membaca Kalamullah.
Program Ngaji Morning di SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan bahwa pendidikan spiritual dan akademik bukan dua hal yang harus dipisahkan. Keduanya bisa berjalan beriringan—membangun generasi muda yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia. Dengan kedisiplinan mental dan religi sebagai fondasi, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.













