Suasana pagi di SMA Darussalamah Sidoarjo, Senin (3/11/2025), terasa berbeda dari biasanya. Para siswa tampak memasuki ruang ujian dengan wajah serius namun bersemangat. Mereka adalah bagian dari jutaan pelajar di seluruh Indonesia yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional Gelombang Pertama yang digelar serentak pada 3–4 November 2025.

Bagi SMA Darussalamah, momen ini bukan sekadar ujian, melainkan cermin kesiapan akademik dan mental para siswanya. Kepala SMA Darussalamah, Anjaya Wibawana, menilai pelaksanaan TKA menjadi langkah positif dalam membangun sistem pendidikan yang lebih transparan dan objektif.

“TKA bukan penentu kelulusan, tetapi sarana validasi nilai rapor sekaligus pengukur kemampuan akademik siswa secara objektif,” ujarnya. “Kami menyambut baik program ini karena hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan pengajaran di sekolah.”

Ia menambahkan, pihak sekolah tidak menerapkan strategi khusus menjelang TKA karena sistem pembelajaran di SMA Darussalamah sudah berbasis standar kurikulum nasional dan berorientasi pada penguatan karakter. “Kami lebih menekankan kesiapan mental dan kejujuran akademik. Itu yang menjadi nilai utama di sekolah kami,” imbuhnya.
Sebagai anggota Sub Rayon Pengawas, Anjaya memastikan pelaksanaan TKA di SMA Darussalamah berjalan lancar tanpa kendala teknis. Hal ini menjadi kemajuan berarti dibandingkan pelaksanaan ujian nasional beberapa tahun lalu yang sempat menghadapi berbagai kendala teknis dan koneksi.
Dari sisi siswa, semangat dan rasa ingin tahu tinggi terlihat jelas. Mayang Pradipa, salah satu peserta TKA, mengaku soal-soal yang diujikan cukup menantang namun kekinian. “Menurut saya, Materinya menantang tapi masih sesuai dengan apa yang kami pelajari di sekolah,” ujarnya sambil tersenyum lega usai ujian hari pertama.
Secara nasional, pelaksanaan TKA gelombang pertama diikuti oleh 1,9 juta siswa, atau sekitar 97,9 persen dari total 3,5 juta peserta di seluruh Indonesia. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebut bahwa pelaksanaan TKA tahun ini berlangsung kondusif dan mendapat respons positif dari sekolah-sekolah di seluruh daerah.
“Hari pertama diujikan mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Hari kedua dilanjutkan dengan dua mata pelajaran pilihan,” terang Toni dalam konferensi pers di Jakarta. Ia juga menambahkan bahwa siswa yang berhalangan hadir akan mendapatkan kesempatan mengikuti TKA susulan pada 19–23 November 2025.
Bagi SMA Darussalamah, pelaksanaan TKA bukan hanya ajang pengukuran kemampuan akademik, tetapi juga wujud komitmen sekolah dalam membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.













