Siapa sangka, sektor maritim kita yang gagah perkasa ini ternyata punya “Achilles heel” alias titik lemah yang bikin waswas! Menurut Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kementerian Perhubungan, Hendri Ginting, area vital ini masih rentan banget kena serangan siber. Bayangin aja, kalau sistem digital krusial seperti Inapornet atau sistem operasional kapal dan pelabuhan tiba-tiba diretas, bisa bikin pusing tujuh keliling!
Dampak dari serangan siber ini sungguh tidak main-main. Kata Hendri, kalau sampai sistem operasional kapal dan fasilitas pelabuhan gagal berfungsi, “Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari gangguan rantai pasok hingga menurunnya reputasi perusahaan pelayaran.” Wah, ngeri banget kan? Makanya, kewaspadaan tinggi dan koordinasi lintas lembaga jadi harga mati yang harus terus digas!

Untungnya, pemerintah kita enggak tinggal diam. Untuk mengantisipasi ancaman ini, Kementerian Perhubungan RI bareng Kedutaan Besar Amerika Serikat baru aja ngadain lokakarya keren bertajuk “Advanced Cybersecurity Readiness” pada 1-4 September 2025. Acaranya dihadiri para jagoan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kepolisian RI (Polri), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta beberapa penyedia fasilitas pelabuhan di Indonesia.
Selama empat hari penuh, para peserta lokakarya dibekali ilmu canggih seputar praktik terbaik, strategi inovatif, dan langkah aplikatif buat ngadepin ancaman siber, khususnya di sektor maritim. Enggak cuma itu, yang ngajar juga bukan kaleng-kaleng, lho! Instruktur langsung didatangkan dari lembaga keamanan maritim dan siber internasional, biar materinya makin mantap.
Dalam salah satu sesi sambutannya, Hendri Ginting mengapresiasi Kedutaan Besar AS yang udah memfasilitasi lokakarya sepenting ini. “Harapan kami, kerja sama di masa depan tidak hanya berupa capacity building, tetapi juga studi banding ke AS agar kami bisa melihat langsung penerapan teknologi keselamatan dan keamanan maritim di sana,” ujar Hendri. Semoga saja harapan ini segera terwujud, demi keamanan maritim Indonesia yang makin juara!
Ringkasan
Sektor maritim Indonesia rentan terhadap serangan siber yang dapat mengganggu sistem digital krusial seperti Inapornet dan sistem operasional kapal serta pelabuhan. Serangan ini berpotensi menyebabkan gangguan rantai pasok dan penurunan reputasi perusahaan pelayaran, sehingga kewaspadaan tinggi dan koordinasi lintas lembaga sangat diperlukan.
Untuk mengatasi ancaman ini, Kementerian Perhubungan RI bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat mengadakan lokakarya “Advanced Cybersecurity Readiness”. Lokakarya ini membekali para peserta dari berbagai lembaga dengan pengetahuan tentang praktik terbaik dan strategi inovatif dalam menghadapi ancaman siber di sektor maritim, dengan instruktur dari lembaga keamanan maritim dan siber internasional.








