Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Tragis: Istri Eks PM Nepal Tewas dalam Kebakaran Rumah

badge-check


					Tragis: Istri Eks PM Nepal Tewas dalam Kebakaran Rumah Perbesar

Kathmandu Membara! Kabar duka menyelimuti Nepal, saat Rajyalaxmi Chitrakar, istri dari mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal, harus meregang nyawa. Beliau tewas mengenaskan setelah menderita luka bakar parah dalam insiden pembakaran kediamannya di Kathmandu oleh massa yang ricuh pada Selasa (9/9) lalu.

Menurut laporan dari Times of India pada Rabu (10/9), pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Chitrakar berada di dalam rumah saat amukan massa membakar tempat tinggalnya. Dalam kondisi kritis, beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kirtipur Burn, namun takdir berkata lain, luka yang dideritanya terlalu parah hingga merenggut nyawanya.

Tragedi ini bukan satu-satunya. Gelombang demonstrasi yang berujung kerusuhan itu telah menelan setidaknya 19 korban jiwa. Situasi kian mencekam, memaksa pihak kepolisian memberlakukan jam malam dan mengerahkan tentara untuk berpatroli di Kathmandu serta wilayah-wilayah lain demi meredam gejolak yang tak terkendali.

Rumah PM Juga Dibakar, Kok Bisa?

Kemarahan massa ternyata tak pandang bulu. Kediaman K.P. Sharma Oli, yang belakangan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri, juga menjadi sasaran pembakaran. Tak hanya itu, kantor kepresidenan hingga gedung parlemen ikut dilalap api, menjadi saksi bisu amarah rakyat yang memuncak.

Awalnya, demonstrasi ini justru digerakkan oleh para Gen Z dengan tuntutan yang tampak “biasa”: pencabutan blokir media sosial dan pemberantasan korupsi yang sudah dianggap stadium empat. Mereka turun ke jalan, menyuarakan keresahan dengan damai, sebelum akhirnya berubah menjadi tragedi.

Pemicu emosi massa semakin memanas ketika kehidupan mewah anak-anak pejabat, yang mereka juluki “Nepo Kids” atau “Nepo Baby“, mendadak viral di media sosial. Gaya hidup hedonis yang dipamerkan para anak pejabat ini seolah menampar wajah warga Nepal. Mereka geram, menuding gaya hidup glamor itu berasal dari pundi-pundi pajak rakyat dan tak lain adalah hasil korupsi berjamaah.

Ironisnya, meski pemerintah akhirnya mengabulkan tuntutan pencabutan blokir media sosial, bara api demonstrasi tak lantas padam. Tuntutan para demonstran justru semakin mengerucut, mendesak pemerintah untuk menuntaskan kasus korupsi dan meminta pertanggungjawaban serius dari pihak polisi atas kematian 19 orang yang menjadi korban dalam serangkaian aksi tersebut. Kathmandu masih bergolak, menanti keadilan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini