Akhirnya, Presiden Prabowo Subianto terbang juga ke Beijing, Cina, hari ini. Bukan cuma jalan-jalan biasa, lho! Beliau memenuhi undangan langsung dari Presiden Xi Jinping untuk menghadiri parade militer peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara penting banget, kan?
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keberangkatan Prabowo ini bukan tanpa ‘drama’. Pemerintah Cina sampai “sangat memohon” agar beliau bisa hadir. Padahal, Prabowo cuma dijadwalkan satu malam aja di Tiongkok dan rencananya langsung kembali pada Rabu (2/9) malam. Cepat banget, ya!

Sebenarnya, Cina sudah berharap Prabowo bisa mendarat sejak Minggu (31/8) lalu. Tapi, prioritas beliau saat itu masih di Tanah Air. Kita tahu sendiri, beberapa hari terakhir memang ada dinamika dalam negeri yang sempat bikin tegang di sejumlah daerah. Ini yang bikin Pak Presiden sempat menunda perjalanan.
Keputusan berangkat ini tentu bukan tanpa pertimbangan matang. Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo sudah memantau dan memastikan situasi di dalam negeri berangsur pulih. “Demi menjaga hubungan baik dengan Cina,” akhirnya Prabowo memutuskan berangkat, ujar Prasetyo Hadi. Kerennya, beliau bahkan sempat titip pesan terima kasih buat masyarakat Indonesia, aparat (Polisi dan TNI), serta jajaran pemerintahan yang sudah berjaga dan membuat kondisi kondusif.
Oh ya, ini bukan kali pertama Prabowo menunda agenda penting ke Beijing. Sebelumnya, beliau juga sempat membatalkan rencana kunjungan ke sana pada pekan pertama September 2025. Alasannya sama persis: ingin fokus memantau dinamika dalam negeri yang sempat tegang di sejumlah daerah. Waktu itu, dengan berat hati dan permohonan maaf kepada Pemerintah Tiongkok, Prabowo memutuskan belum bisa memenuhi undangan Presiden Xi. Begitu kata Prasetyo pada Sabtu malam (30/8).
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto akhirnya berangkat ke Beijing, Cina, atas undangan Presiden Xi Jinping untuk menghadiri parade militer peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Keberangkatan ini sempat tertunda karena prioritas Prabowo pada situasi dalam negeri, yang sempat memanas di beberapa daerah.
Pemerintah Cina sangat mengharapkan kehadiran Prabowo, yang dijadwalkan hanya satu malam di Tiongkok. Keputusan berangkat diambil setelah Prabowo memastikan kondisi dalam negeri berangsur pulih, demi menjaga hubungan baik dengan Cina. Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, aparat, dan jajaran pemerintahan atas kondusivitas yang terjaga.








