Menu

Mode Gelap
Bikin Bangga! Siswa Indonesia Sabet Emas Olimpiade Geografi Internasional 2026 di Istanbul, Ini Sosoknya JKN Jamin Persalinan Anak Ketiga, Ibu di Sidoarjo Ini Ungkap Kelegaan Luar Biasa Program JKN PBI-JK: Ani Rasakan Kemudahan Akses Kesehatan Tanpa Beban Biaya Api di Peluk Peraduan Bromo Semeru: Perjuangan Tanpa Henti Melawan Karhutla yang Melahap Hutan Lumajang Roda Waktu yang Bergeser: Pelajaran dari Keterlambatan Kereta Malang Akibat Insiden di Klaten Era Baru Produktivitas: ASUS ExpertBook P5 G2, Ketika AI Bertemu Ketahanan untuk Profesional Hibrida

Berita Terkini

Modal Asing Kabur! BI Catat Rp14,24 Triliun Lenyap dalam 4 Hari

badge-check


					Modal Asing Kabur! BI Catat Rp14,24 Triliun Lenyap dalam 4 Hari Perbesar

Waduh, ada kabar terbaru dari Bank Indonesia (BI) nih! Dalam pekan kedua bulan September ini, tepatnya periode 8-11 September 2025, pasar keuangan domestik kita lagi-lagi ditinggalin investor asing. Tercatat, aliran modal asing keluar bersih sampai Rp14,24 triliun. Lumayan bikin mikir, ya?

Jumlah jumbo ini datang dari berbagai lini. Modal asing keluar bersih di pasar saham tercatat Rp2,22 triliun, di Surat Berharga Negara (SBN) ada Rp5,45 triliun yang cabut, dan dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga ikut-ikutan keluar Rp6,57 triliun. Jadi, banyak sektor yang lagi diobral, guys. Data ini disampaikan langsung oleh Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, pada Jumat (12/9) kemarin.

Kalau kita tarik lebih jauh dari awal tahun hingga 11 September 2025, trennya memang mirip. Modal asing keluar bersih dari pasar saham sudah menyentuh Rp54,33 triliun, dan dari SRBI bahkan tembus Rp117,72 triliun. Eits, tapi jangan sedih dulu! Di pasar SBN, kita masih kecipratan modal asing yang masuk bersih sebesar Rp58,94 triliun. Jadi, ada yang keluar, ada juga yang masih betah invest di SBN.

Kabar baiknya, premi risiko investasi Indonesia juga tercatat sedikit turun lho. Dari 69,55 basis poin (bps) pada 4 September 2025, jadi 69,04 bps per 11 September 2025. Penurunan ini bisa jadi sinyal positif bahwa investor mulai melihat risiko berinvestasi di Indonesia tidak setinggi sebelumnya.

Ngomongin soal pergerakan mata uang, nilai tukar rupiah kita juga sempat bikin senyum tipis. Pada Jumat (12/9), rupiah dibuka menguat di level Rp16.425 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini lebih oke dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis (11/9) yang berada di level Rp16.455 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini didukung juga oleh indeks dolar AS (DXY) yang tercatat melemah ke level 97,53 pada akhir perdagangan Kamis (11/9). Buat kamu yang belum tahu, DXY ini semacam ‘termometer’ yang nunjukin pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama negara lain. Ada euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Tidak hanya itu, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun juga ikut turun ke level 6,33% pada Jumat (12/9) pagi, dari sebelumnya 6,37% di akhir perdagangan Kamis (11/9). Senada dengan pasar domestik, imbal hasil US Treasury Note 10 tahun juga terpantau turun ke level 4,01% pada akhir perdagangan di hari yang sama. Jadi, kompak nih pergerakannya!

Baca juga:

  • Indeks Keyakinan Konsumen Turun Lagi, Terendah Sepanjang 2025
  • The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga, Emas Jadi Pilihan Aset Safe Haven

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini