Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Modal Asing Kabur! BI Catat Rp14,24 Triliun Lenyap dalam 4 Hari

badge-check


					Modal Asing Kabur! BI Catat Rp14,24 Triliun Lenyap dalam 4 Hari Perbesar

Waduh, ada kabar terbaru dari Bank Indonesia (BI) nih! Dalam pekan kedua bulan September ini, tepatnya periode 8-11 September 2025, pasar keuangan domestik kita lagi-lagi ditinggalin investor asing. Tercatat, aliran modal asing keluar bersih sampai Rp14,24 triliun. Lumayan bikin mikir, ya?

Jumlah jumbo ini datang dari berbagai lini. Modal asing keluar bersih di pasar saham tercatat Rp2,22 triliun, di Surat Berharga Negara (SBN) ada Rp5,45 triliun yang cabut, dan dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga ikut-ikutan keluar Rp6,57 triliun. Jadi, banyak sektor yang lagi diobral, guys. Data ini disampaikan langsung oleh Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, pada Jumat (12/9) kemarin.

Kalau kita tarik lebih jauh dari awal tahun hingga 11 September 2025, trennya memang mirip. Modal asing keluar bersih dari pasar saham sudah menyentuh Rp54,33 triliun, dan dari SRBI bahkan tembus Rp117,72 triliun. Eits, tapi jangan sedih dulu! Di pasar SBN, kita masih kecipratan modal asing yang masuk bersih sebesar Rp58,94 triliun. Jadi, ada yang keluar, ada juga yang masih betah invest di SBN.

Kabar baiknya, premi risiko investasi Indonesia juga tercatat sedikit turun lho. Dari 69,55 basis poin (bps) pada 4 September 2025, jadi 69,04 bps per 11 September 2025. Penurunan ini bisa jadi sinyal positif bahwa investor mulai melihat risiko berinvestasi di Indonesia tidak setinggi sebelumnya.

Ngomongin soal pergerakan mata uang, nilai tukar rupiah kita juga sempat bikin senyum tipis. Pada Jumat (12/9), rupiah dibuka menguat di level Rp16.425 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini lebih oke dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis (11/9) yang berada di level Rp16.455 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini didukung juga oleh indeks dolar AS (DXY) yang tercatat melemah ke level 97,53 pada akhir perdagangan Kamis (11/9). Buat kamu yang belum tahu, DXY ini semacam ‘termometer’ yang nunjukin pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama negara lain. Ada euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Tidak hanya itu, imbal hasil atau yield SBN 10 tahun juga ikut turun ke level 6,33% pada Jumat (12/9) pagi, dari sebelumnya 6,37% di akhir perdagangan Kamis (11/9). Senada dengan pasar domestik, imbal hasil US Treasury Note 10 tahun juga terpantau turun ke level 4,01% pada akhir perdagangan di hari yang sama. Jadi, kompak nih pergerakannya!

Baca juga:

  • Indeks Keyakinan Konsumen Turun Lagi, Terendah Sepanjang 2025
  • The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga, Emas Jadi Pilihan Aset Safe Haven

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini