Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Marak Siswa Keracunan MBG, Prabowo akan Panggil Kepala Badan Gizi Nasional

badge-check


					Marak Siswa Keracunan MBG, Prabowo akan Panggil Kepala Badan Gizi Nasional Perbesar

Presiden Prabowo Subianto merespons maraknya siswa sekolah yang mengalami keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana untuk membahas kasus tersebut.

Prabowo mengatakan dirinya dari luar negeri telah memantau adanya kasus keracunan MBG. Oleh sebab itu, dia akan segera memanggil pejabat terkait untuk membahas hal ini.

“Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan berapa pejabat, kami akan diskusikan,” ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu seperti disiarkan dalam Youtube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengatakan MBG merupakan program yang besar dan berpotensi memiliki kekurangan pada awal pelaksanaannya. Namun ia optimistis masalah tersebut bisa diselesaikan.

Baca juga:

  • 5.900 Siswa Keracunan MBG, BGN Desak SPPG Punya Sertifikat Kebersihan

“Harus waspada agar jangan sampai ini (MBG) dipolitisasi,” kata Prabowo.

Presiden mengatakan, program MBG disasar untuk anak-anak yang tidak mampu sehingga perlu terus dilanjutkan. Prabowo bahkan mengatakan masih ada anak-anak yang hanya mampu makan dengan menu nasi dan garam.

“Makanya ini (keracunan MBG) harus diatasi. Pasti ada hambatan dan rintangan, tapi kami atasi,” katanya.

BGN mencatat ada 5.914 pemerima manfaat MBG mengalami keracunan sejak Januari hingga 25 September yang tersebar di 70 lokasi. Para penerima yang menjadi korban terdiri dari anak sekolah dan ibu hamil.

BGN mencatat kasus tersebut tersebar di tiga wilayah. Wilayah II atau Jawa menjadi yang tertinggi dengan 41 kasus yang melibatkan 3.610 orang.

BGN juga mendesak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar segera memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi atau SLHS dari Kementerian Kesehatan. Sertifikat tersebut ditargetkan paling lambat bulan depan.

“Kami memberikan batas waktu satu bulan untuk melengkapi SLHS, sertifikat halal, dan penggunaan air layak pakai dalam waktu satu bulan,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/9).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini