Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

IHSG Menguat Hari Ini: Analis Ungkap Faktor Pendorongnya!

badge-check


					IHSG Menguat Hari Ini: Analis Ungkap Faktor Pendorongnya! Perbesar

Gila, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi-lagi bikin kejutan! Selasa sore, 2 September 2025, IHSG berhasil melesat naik, seolah bilang kalau ekonomi domestik kita lagi on fire. Data-data domestik yang solid jadi pemicunya.

Gak main-main, kenaikannya itu 66,52 poin atau setara 0,85 persen, parkir manis di angka 7.801,59. Indeks saham unggulan LQ45 juga ikutan ngegas, naik 4,55 poin (0,58 persen) ke 793,25. Mantap, kan?

Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, ‘bangkitnya’ IHSG ini bukan tanpa alasan. Situasi demo yang kemarin sempat bikin deg-degan, kini mulai adem ayem. Ditambah lagi, rilis data ekonomi domestik yang positif bikin investor senyum lebar.

Coba bayangin, data-data yang keluar itu memang bikin takjub! Indeks PMI Manufaktur kita nangkring di angka 51,5 di Agustus 2025, menandakan sektor manufaktur lagi ngebut. Terus, neraca perdagangan Juli 2025 surplus US$ 4,18 miliar, gede banget! Belum lagi inflasi yang melambat jadi 2,31 persen (year on year) atau bahkan deflasi 0,08 persen (month to month) di Agustus 2025. Komplet deh!

Eh, tapi jangan senang dulu. Ada satu hal yang bikin pelaku pasar masih was-was: potensi demo susulan. Kabarnya, teman-teman mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal ‘ngisi’ Gedung DPR/MPR RI lagi. Ya, semoga lancar dan kondusif, ya.

Geser ke kancah global, kabar baik datang dari om The Fed. Potensi penurunan suku bunga The Fed di September 2025 makin santer terdengar. Gimana enggak, Gubernur The Fed, Christoper Waller, udah ngasih sinyal kuat buat pangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps). Ini jelas jadi angin segar buat pasar saham!

Tapi, ada juga awan mendung dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian ini bikin pelaku pasar deg-degan, apalagi setelah ada putusan hukum baru-baru ini yang malah nambah kekhawatiran dan bikin pasar saham jadi super hati-hati.

Tak cuma itu, mata dunia juga tertuju ke KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin. Di sana, Cina lagi flexing sebagai mediator global di tengah drama ketegangan perdagangan dan geopolitik yang enggak ada habisnya. Beijing juga gencar banget ngajak kolaborasi soal kecerdasan buatan (AI). Presiden Cina, Xi Jinping, bahkan sampai ngotot soal kerangka kerja multipolar bareng Rusia dan India, plus rencana bikin lembaga keuangan regional baru biar enggak terlalu ‘tergantung’ sama dolar AS. Keren, ya ambisinya!

Kabar baiknya, semua sektor alias sebelas sektor di Indeks Sektoral IDX-IC ikutan panen cuan! Sektor barang baku jadi juaranya dengan kenaikan 3,84 persen. Disusul sama sektor properti yang naik 2,89 persen dan sektor transportasi & logistik yang melesat 2,07 persen. Semua hijau!

Para bintang hari ini yang bikin portofolio cerah antara lain RMKO, MKTR, TAYS, BAPA, dan PTSN. Sayangnya, ada juga yang ‘terjun bebas’: AEGS, MENN, KONI, KMTR, dan BNBA. Begitulah dinamika pasar saham, ada yang naik ada yang turun!

Total transaksi saham hari itu juga gila-gilaan, mencapai 2.004.817 kali dengan 36,87 miliar lembar saham diperdagangkan, nilainya tembus Rp16,38 triliun. Dari sekian banyak, 576 saham naik, 126 saham turun, dan 101 saham anteng aja. Ramai banget, kan?

Gimana dengan tetangga Asia? Bursa saham regional Asia juga campur aduk. Nikkei di Jepang ikutan nge-green, naik 111,29 poin (0,26 persen) ke 42.717,50. Tapi, Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Tiongkok malah memerah, masing-masing turun 78,80 poin (0,32 persen) ke 25.077,62 dan 14,33 poin (0,37 persen) ke 3.857,93. Untungnya, Strait Times Singapura masih kuat, naik 15,92 poin (0,37 persen) ke 4.269,35.

Pilihan Editor: Pasar Suram Akibat Pemicu Demonstrasi Tak Ditangani

Ringkasan

IHSG ditutup menguat pada Selasa, 2 September 2025, naik 0,85% ke level 7.801,59. Penguatan ini didorong oleh data ekonomi domestik yang positif, seperti PMI Manufaktur yang ekspansif, surplus neraca perdagangan, dan inflasi yang melambat. Sentimen positif juga datang dari sinyal penurunan suku bunga The Fed.

Meskipun demikian, pasar masih mewaspadai potensi demo susulan oleh mahasiswa dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Sebelas sektor di Indeks Sektoral IDX-IC mengalami kenaikan, dengan sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi. Bursa saham regional Asia menunjukkan kinerja yang bervariasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini