Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Beras Satu Harga? Zulhas Tunggu Restu Jokowi Dulu!

badge-check


					Beras Satu Harga? Zulhas Tunggu Restu Jokowi Dulu! Perbesar

Harga beras masih jadi topik hangat yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala. Nah, kali ini ada kabar terbaru dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas. Doi baru aja buka suara soal rencana kebijakan satu harga beras yang lagi digodok pemerintah. Katanya, rencana ini harus banget dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto dulu sebelum resmi jalan. Mantap!

“Lapor Presiden dulu,” tegas Zulhas saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 September 2025. Jadi, bisa dibilang ini bukan kaleng-kaleng, karena sampai ke level istana negara.

Usut punya usut, ide kebijakan satu harga beras ini muncul pasca kasus beras oplosan yang sempat bikin geger beberapa waktu lalu. Gimana nggak? Banyak pelaku usaha yang ketahuan curang, melanggar standar mutu dan volume beras yang seharusnya sesuai sama label kemasan. Tentu ini merugikan konsumen dan bikin harga beras di pasaran jadi nggak karuan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sempat ngasih bocoran kalau kebijakan satu harga beras ini masih diobrolin lintas kementerian. Hal ini dia sampaikan setelah rapat bareng Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Senayan, Jakarta, pada Rabu, 3 September 2025.

“Masih dibahas, tentu saja ada plus minus dan seterusnya. Sejauh ini yang sudah diputuskan adalah HET (Harga Eceran Tertinggi) dinaikkan ya, HET medium sudah dinaikkan, HET premium tetap sama. Itu yang sudah pasti,” jelas Sudaryono. Jadi, sambil nunggu skema satu harga, paling enggak kita sudah punya patokan baru buat harga beras medium.

Sudaryono sendiri bilang, pemerintah masih mempertimbangkan apakah kenaikan HET beras medium ini sudah cukup atau perlu ada langkah lain. Tapi, doi masih irit bicara soal skema alternatif yang disiapin. “Lagi kami bahas apakah cukup dengan menaikkan HET atau apa itu kan tentu saja penuh dengan pertimbangan. Ya beberapa skema lah, tentu saja kalau skema semua dijelaskan juga kan enggak perlu ya,” ujarnya sambil senyum tipis.

Omong-omong soal HET beras medium, pemerintah memang sudah menaikkan harganya jadi Rp 13.500 per kilogram (kg). Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Keputusan ini dirilis pada 22 Agustus 2025 lalu.

“Bersama ini kami sampaikan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 299 Tahun 2025 tanggal 22 Agustus 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras (terlampir), untuk dapat dipergunakan sesuai keperluan dan/atau menjadi acuan dalam penjualan beras ke konsumen,” begitu bunyi surat Pemberitahuan Penyesuaian HET Beras tersebut. Jadi, ini bukan gosip ya, tapi sudah resmi!

Lalu, apa sih definisi beras medium itu sebenarnya? Berdasarkan keputusan tersebut, beras medium punya standar mutu spesifik. Mulai dari derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir menir maksimal 2 persen, butir patah maksimal 25 persen, total butir beras lainnya maksimal 4 persen, butir gabah maksimal 1 persen, dan benda lain maksimal 0,05 persen. Komplit banget, kan?

Kenaikan HET beras medium ini sendiri bervariasi antara Rp 900 hingga Rp 2 ribu per kg di seluruh Indonesia. “Perubahan harga eceran tertinggi beras sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu dilakukan terhadap beras medium,” demikian bunyi surat keputusan itu, menegaskan fokus pada beras medium.

Nah, biar makin jelas, ini dia rincian HET beras medium berdasarkan wilayah, sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025:

  • Untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan, HET-nya ditetapkan Rp 13.500 per kg.
  • Sementara itu, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, HET-nya lebih tinggi, yaitu Rp 14.000 per kg.
  • Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi juga ikut di angka Rp 13.500 per kg.
  • Kalau di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp 14.000 per kg.
  • Dan yang paling tinggi, untuk wilayah Maluku dan Papua, HET-nya sampai Rp 15.500 per kg.

Angka-angka ini naik dari HET sebelumnya lho! Dulu, HET beras medium untuk zona 1 cuma Rp 12.500 per kg, zona 2 Rp 13.100, dan zona 3 Rp 13.500. Jadi, lumayan terasa peningkatannya kan?

Pilihan Editor: Mengapa Penyaluran Beras SPHP Lambat

Ringkasan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa rencana kebijakan satu harga beras masih perlu dilaporkan dan mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto sebelum dapat diimplementasikan. Kebijakan ini digodok setelah terungkapnya kasus beras oplosan yang merugikan konsumen dan mengacaukan harga di pasaran.

Pemerintah telah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium menjadi Rp 13.500 per kilogram berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025. Kenaikan HET beras medium bervariasi antara Rp 900 hingga Rp 2 ribu per kg di seluruh Indonesia, dengan perbedaan harga antar wilayah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini