Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

APBN 2026 Disetujui! Ekonomi Indonesia Target 5,4%

badge-check


					APBN 2026 Disetujui! Ekonomi Indonesia Target 5,4% Perbesar

Guys, kabar gembira! DPR resmi ngesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Selasa, 23 September 2025. Rapat paripurna jadi saksi bisu pengesahan ini, lengkap dengan asumsi makro yang udah disepakati.

Salah satu poin pentingnya? Target pertumbuhan ekonomi kita dipatok 5,4%! Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, ngejelasin kalo angka ini jadi pondasi penting menuju target jangka menengah pemerintah, yaitu pertumbuhan ekonomi 7-8%. “Banggar mendukung penuh upaya pemerintah buat ngegeber ekonomi kita,” tegas Said di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Selain pertumbuhan ekonomi, beberapa asumsi makro lain juga udah disetujui, antara lain inflasi 2,5%; nilai tukar rupiah Rp 16.500 per dolar AS; suku bunga SBN 10 tahun 6,9%; harga minyak mentah Indonesia US$70 per barel; lifting minyak bumi 610 ribu barel per hari; dan lifting gas bumi 984 ribu barel per hari. Pokoknya, semua udah deal!

Nah, ngomongin soal APBN 2026, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.153,58 triliun. Rinciannya? Penerimaan pajak Rp 2.693,71 triliun, PNBP Rp 459,2 triliun, dan hibah Rp 0,66 triliun. Angka yang cukup fantastis, ya?

Di sisi lain, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp 3.842,73 triliun. Ini terbagi jadi belanja pemerintah pusat (Rp 3.149,73 triliun) dan transfer ke daerah (TKD) Rp 692,99 triliun. Keseimbangan primer ditetapkan Rp 89,71 triliun, sementara defisit APBN Rp 689,15 triliun (2,68% dari PDB). Pembiayaan juga ditetapkan sebesar Rp 689,15 triliun.

Ada beberapa perubahan alokasi anggaran nih yang perlu kamu tahu. Menurut Said, ada penambahan target penerimaan cukai (Rp 1,7 triliun), peningkatan target penerimaan PNBP dari 6 kementerian/lembaga (Rp 4,2 triliun), penambahan belanja kementerian/lembaga (Rp 12,3 triliun), penambahan Program Pengelolaan Belanja Lainnya (Rp 941,6 miliar), dan yang terakhir, penambahan dana transfer ke daerah (Rp 43 triliun). Wah, banyak banget perubahannya!

Pilihan Editor: Mengapa Serapan Anggaran Proyek Makan Bergizi Gratis Rendah

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini