KlikMojok – Udara terasa memanas, seolah uap tipis menguar dari aspal jalanan yang menyerap sengatan mentari. Minggu, 8 November 2026, di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, bukan sekadar hari biasa; ini adalah penanda bahwa suhu udara berpotensi menyentuh angka yang jarang ramah: 37 derajat Celsius. Sebuah gelombang panas terik diperkirakan akan memeluk erat kota-kota metropolitan di Jawa Timur ini, menuntut warga untuk lebih waspada dan beradaptasi.
Prakiraan ini bukan sekadar angka di termometer, melainkan cerminan dari kondisi cuaca yang memerlukan perhatian ekstra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, sebagai garda terdepan informasi iklim, telah mengeluarkan peringatan dini. Oky Sukma Hakim, seorang prakirawan dari BMKG Juanda, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca di ketiga wilayah tersebut cenderung cerah berawan, namun dengan potensi suhu ekstrem. “Cuaca di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik, cenderung berawan hari ini. Terkait suhu tertinggi di sejumlah wilayah bisa mencapai angka 37 derajat celsius,” ujar Oky, Sabtu (7/11/2026), menegaskan betapa seriusnya potensi paparan panas ini.
Di jantung Ibu Kota Jawa Timur, Kota Surabaya, langit diperkirakan akan didominasi awan sepanjang hari, namun tak berarti hawa panas akan sirna. Kecamatan-kecamatan padat seperti Tegalsari, Sawahan, Pabean Cantian, Bubutan, Krembangan, Lakarsantri, Wiyung, Dukuh Pakis, Jambangan, Sukomanunggal, hingga Sambikerep, semua berada dalam cakupan prakiraan ini. Suhu udara di Surabaya diproyeksikan berada pada rentang 28 hingga 37 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara yang turut memengaruhi kenyamanan tubuh diperkirakan berkisar antara 38 hingga 76 persen, menciptakan sensasi gerah yang khas.
Tak jauh berbeda, Kabupaten Sidoarjo juga akan menghadapi kondisi serupa. Sejumlah kecamatan di wilayah penyangga Surabaya ini, seperti Tarik, Prambon, Porong, Krembung, Krian, Tulangan, Wonoayu, Balongbendo, Taman, dan Gedangan, diprediksi akan mengalami cuaca berawan. Sidoarjo bahkan berpotensi mencatat suhu tertinggi di antara ketiga wilayah tersebut, dengan perkiraan suhu udara berkisar antara 27 hingga 37 derajat Celsius. Kelembapan udara di Sidoarjo diprediksi sedikit lebih tinggi, yakni pada rentang 37 hingga 81 persen, yang bisa menambah rasa tidak nyaman akibat panas.
Sementara itu, di Kabupaten Gresik, meskipun cuaca cenderung cerah berawan, sensasi panas tetap akan terasa dominan. Wilayah-wilayah seperti Benjeng, Wringinanom, Kedamean, Cerme, Menganti, Driyorejo, dan Kebomas, masuk dalam daftar prakiraan ini. Suhu udara di Gresik diperkirakan sedikit lebih ‘lunak’ dibandingkan dua saudaranya, berkisar antara 26 hingga 36 derajat Celsius. Namun, tingkat kelembapan yang berada pada rentang 67 hingga 80 persen tetap akan berkontribusi pada hawa yang gerah dan lengket.
Di tengah ancaman terik yang menyengat ini, BMKG Juanda mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi, khususnya bagi mereka yang banyak beraktivitas di ruang terbuka. Penggunaan pelindung kepala seperti topi atau payung, serta mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, sangat disarankan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Tindakan sederhana ini dapat membantu meminimalkan risiko dehidrasi dan heat stroke yang kerap mengintai saat suhu udara mencapai puncaknya.
Fenomena cuaca panas ini bukan sekadar catatan statistik, melainkan panggilan bagi kita untuk lebih peka terhadap lingkungan dan tubuh. Saat matahari seolah enggan beranjak dari puncaknya, kesadaran akan pentingnya menjaga diri dan beradaptasi menjadi kunci. Surabaya Raya, dengan segala dinamikanya, kembali diuji oleh alam, mengingatkan kita bahwa di balik hiruk pikuk kota, kekuatan elemen masih berdaulat penuh.












