Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mengapa Orang Tua Rela Berkorban Demi SD Almadany? Menilik Konsep Sekolah Alam dan Kenyamanan Belajar

badge-check

Mengapa Orang Tua Rela Berkorban Demi SD Almadany? Menilik Konsep Sekolah Alam dan Kenyamanan Belajar Perbesar

KlikMojok – Pada Sabtu, 7 November 2026, sebanyak 67 calon murid SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) dari total 84 pendaftar mengikuti serangkaian kegiatan observasi penerimaan murid baru tahun ajaran 2027/2028 bersama orang tua mereka. Berlokasi di Perumahan GKGA Blok T-11, Kedanyang, Kebomas, Gresik, kegiatan ini menjadi ajang bagi orang tua untuk mengungkapkan beragam alasan kuat di balik pilihan mereka terhadap sekolah alam ini.

Sejak pukul 06.15 WIB, antusiasme terlihat jelas dari para calon murid TK dan orang tua mereka yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Para calon siswa menjalani uji kemampuan dasar seperti membaca, menulis, berhitung (calistung), dan bahasa, sembari juga mengikuti uji kecakapan hidup (life skill), praktik ibadah, serta mini outbound yang menyenangkan. Sementara anak-anak sibuk dengan aktivitas tersebut, para orang tua mengikuti sesi wawancara secara bergantian dengan tim struktural sekolah.

Tim struktural yang bertugas mewawancarai para wali murid di ruang khusus terdiri dari Kepala Sekolah, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., serta para wakil kepala sekolah (waka). Mereka adalah Waka Kesiswaan Nur Aini, S.Pd., M.Pd., Waka Kurikulum Maulidyah Firdausi, S.Pd., Gr., Waka Humas Lilis Setyawati, S.Pd., dan Waka Sarpras Mahfudz Efendi, S.Pd., Gr., M.M. Para wali murid memasuki ruang wawancara sesuai urutan kedatangan setelah mengisi blangko yang telah disiapkan panitia, dengan mayoritas dari mereka hadir bersama pasangan masing-masing.

Dalam sesi wawancara yang intens, tim struktural menemukan berbagai kisah menarik yang melatarbelakangi pilihan orang tua. Salah satu cerita datang dari seorang ibu yang rela mengundurkan diri dari pekerjaannya di BTPN Tulungagung demi memastikan anaknya dapat bersekolah di SD Almadany. Ibu yang lahir dan besar di Tulungagung ini menyatakan, “Saya dan suami sepakat akan memprioritaskan keluarga setelah memiliki dua anak.” Karena saat itu ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, sang ibu segera meminta suaminya yang bekerja di pabrik pengolahan baja untuk kembali ke Gresik dan mendaftarkan putra mereka di SD Almadany. Sang suami menambahkan, “Padahal saya baru sampai dari Gresik. Begitu menerima permintaan istri, saya tanpa ragu langsung meminta izin kepada atasan dan kembali ke Gresik.”

Kisah lain datang dari pasangan orang tua yang telah mencari sekolah ideal untuk anak mereka sejak sang anak masih duduk di taman kanak-kanak kelas A. Sang ayah, seorang teknisi di pabrik plastik, mengungkapkan, “Saya mencari di Google dan Instagram sekolah alam yang ada di Gresik ini.” Pencarian panjang tersebut akhirnya mengarahkan mereka kepada SD Almadany. Bahkan, sang ayah dan istri berencana untuk mengontrak rumah di kawasan Kedanyang agar anak mereka lebih dekat dengan lokasi sekolah.

Cerita unik lainnya dibagikan oleh seorang ayah yang bekerja di PLN, yang baru mengetahui keberadaan SD Almadany melalui tetangganya di Perumahan Ababil, Cerme, yang telah lebih dahulu menyekolahkan anaknya di sana. Ayah ini bercerita, “Langsung saya dan istri datang ke sekolah ini. Begitu masuk gerbang sekolah, saya takjub melihat sekolah dengan vibes (suasana) alam seperti ini.” Anaknya pun menunjukkan ketertarikan yang sama; begitu melihat seekor monyet, sang anak langsung mendekati kandangnya. Pengalaman ini secara spontan membuat sang ayah memutuskan untuk mendaftarkan anaknya di SD Almadany. Ia juga berharap pihak sekolah akan terus menjaga dan merawat berbagai fasilitas sekolah alam tersebut agar tetap terpelihara dengan baik.

Selain orang tua yang baru akan menyekolahkan anak pertama mereka pada tahun ajaran 2027/2028, beberapa wali murid juga kembali memilih SD Almadany untuk anak kedua atau ketiga mereka, setelah kakak dari calon murid tersebut telah lebih dahulu bersekolah di sana. Istri seorang advokat di Gresik menjelaskan alasannya, “Selain sudah nyaman, kami memercayakan putra-putri kami bersekolah di sekolah alam pertama di Gresik ini.” Berbagai kisah ini menunjukkan betapa SD Almadany berhasil menarik hati para orang tua dengan konsep sekolah alam dan kenyamanan belajar yang ditawarkannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Denyut Malam di Bumi Wali: GENTONG 2026, Jembatan Tradisi dan Inovasi Tongklek Tuban

8 Nov 2026 - 12:38 WIB

Denyut Malam di Bumi Wali: GENTONG 2026, Jembatan Tradisi dan Inovasi Tongklek Tuban

Pelukan Maut Bengawan Solo: Tragedi Tiga Pemuda dan Peringatan Bahaya Mandi di Sungai Ngawi

8 Nov 2026 - 12:38 WIB

Pelukan Maut Bengawan Solo: Tragedi Tiga Pemuda dan Peringatan Bahaya Mandi di Sungai Ngawi

PENS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru: Dorong Inovasi Riset Teknologi Akustik, Data Mining, dan Robotika

8 Nov 2026 - 12:37 WIB

PENS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru: Dorong Inovasi Riset Teknologi Akustik, Data Mining, dan Robotika

Kunci Peningkatan Mutu Vokasi: SMK Muhammadiyah 2 Banyuwangi Belajar dari Laboratorium Industri Vocatama

8 Nov 2026 - 12:36 WIB

Kunci Peningkatan Mutu Vokasi: SMK Muhammadiyah 2 Banyuwangi Belajar dari Laboratorium Industri Vocatama

Di Bawah Bayangan 37 Derajat Celsius: Surabaya Raya Bersiap Menghadapi Terik yang Menyengat

8 Nov 2026 - 09:43 WIB

Di Bawah Bayangan 37 Derajat Celsius: Surabaya Raya Bersiap Menghadapi Terik yang Menyengat
Trending di Pendidikan