KlikMojok – Lazismu Bojonegoro telah menyalurkan bantuan berupa sumur bor untuk Masjid Al-Muttaqin yang berlokasi di Desa Mudung, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Penyerahan bantuan sumur bor ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 November 2026, dan disambut dengan penuh rasa syukur oleh seluruh jemaah masjid, masyarakat setempat, serta para anggota Persyarikatan Muhammadiyah di desa tersebut. Acara penting ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Pemerintah Desa Mudung, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepohbaru, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mudung, takmir Masjid Al-Muttaqin, serta seluruh jemaah yang hadir.
Keberadaan bantuan sumur bor ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan keterbatasan akses air bersih yang telah lama dirasakan oleh masyarakat, khususnya saat musim kemarau panjang. Manfaat dari sumur bor tersebut tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan air untuk kegiatan ibadah di masjid, melainkan juga menyediakan akses air bersih yang vital bagi warga sekitar. Lebih jauh lagi, fasilitas ini secara langsung mendukung berbagai aktivitas pendidikan yang berlangsung di lingkungan MI Muhammadiyah 26 Mudung.
Kepala Dusun Mudung, Ali Imron, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh donatur dan Lazismu Bojonegoro atas inisiatif bantuan sumur bor ini. Beliau menekankan bahwa keberadaan sumur bor tersebut memberikan manfaat yang sangat luas dan berkelanjutan. Menurut Ali Imron, bukan hanya jemaah masjid yang kini merasakan kemudahan dalam beribadah, tetapi masyarakat di sekitar area yang sering terdampak kekeringan juga mendapatkan akses air bersih yang jauh lebih mudah.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Imron secara langsung mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan Lazismu Bojonegoro atas bantuan sumur bor ini. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masjid, tetapi juga warga sekitar yang terdampak kekeringan. Sekarang masyarakat lebih mudah mendapatkan akses air bersih,” ujarnya.
Senada dengan Ali Imron, Mustaqib selaku perwakilan Takmir Masjid Al-Muttaqin juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia berbagi pengalaman mengenai kondisi sulit yang pernah dialami oleh jemaah, di mana masjid tersebut sempat tidak memiliki pasokan air selama enam hari berturut-turut. Situasi tersebut tentu sangat menyulitkan para jemaah untuk berwudu di masjid, sehingga mereka terpaksa harus mengambil wudu di rumah masing-masing sebelum berangkat menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah drastis berkat tersedianya sumur bor. Persoalan ketersediaan air wudu di masjid kini telah teratasi, membuat jemaah merasa lebih nyaman dalam beribadah. Mustaqib menyatakan, “Kami sangat gembira dan bersyukur. Dulu pernah sampai enam hari air di masjid kosong. Jemaah yang hendak salat terkadang harus pulang ke rumah terlebih dahulu untuk berwudu karena tidak tersedia air. Alhamdulillah, sekarang air sudah tersedia. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Lazismu Bojonegoro atas bantuan ini,”.
Bagi Mustaqib, bantuan sumur bor ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Ia melihatnya sebagai jawaban atas kebutuhan esensial para jemaah dalam menjalankan berbagai aktivitas ibadah mereka sehari-hari dengan lebih tenang dan khusyuk.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepohbaru, Sutrisno, turut mengungkapkan rasa kebahagiaan dan terima kasihnya yang tulus atas perhatian besar dari para donatur serta Lazismu Bojonegoro terhadap kebutuhan mendasar masyarakat di wilayah Kepohbaru. Sutrisno juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, telah berhasil terealisasi dua proyek bantuan sumur bor di area PCM Kepohbaru.
Bantuan sumur bor yang pertama telah disalurkan kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Manarul Ilmi yang berlokasi di Desa Sidomukti. Sumur bor ini memiliki manfaat yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi para santri serta seluruh warga Perguruan Muhammadiyah PCM Kepohbaru.
Adapun bantuan sumur bor yang kedua, sebagaimana yang diberitakan, diperuntukkan bagi Masjid Al-Muttaqin di Desa Mudung. Kehadiran sumur bor ini memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi jemaah masjid dan masyarakat di sekitarnya, tetapi juga bagi lingkungan sekolah MI Muhammadiyah 26 Mudung.
Sutrisno menegaskan, “Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada para donatur dan Lazismu Bojonegoro. Tahun ini sudah ada dua sumur bor yang dibangun di wilayah PCM Kepohbaru. Pertama di MBS Manarul Ilmi Desa Sidomukti dan kedua di Masjid Al-Muttaqin Desa Mudung. Alhamdulillah, keduanya sangat bermanfaat. Semoga menjadi amalan yang pahalanya terus mengalir hingga yaumil akhir kelak,”.
Sartono, A.Md., selaku Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, menjelaskan bahwa program bantuan sumur bor ini merupakan salah satu implementasi nyata dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh Lazismu. Program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat akan akses air bersih.
Menurut Sartono, ketersediaan air bersih memiliki korelasi yang sangat erat dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Air merupakan elemen vital yang dibutuhkan untuk berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan ibadah, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, hingga menunjang kelancaran berbagai kegiatan pendidikan.
Melalui program sumur bor ini, Lazismu Bojonegoro berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa amanah yang telah dipercayakan oleh para donatur dapat diwujudkan menjadi program-program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sartono juga mengungkapkan harapannya agar semakin banyak pihak yang tergerak dan terinspirasi untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program kemanusiaan serta pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Lazismu.
Di sisi lain, Drs. H. A. Khudlori, M.Si., selaku Wakil Ketua Koordinator PDM Bojonegoro, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin dengan baik antara para donatur, Lazismu, dan seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Sinergi ini, menurutnya, berhasil menghadirkan bentuk bantuan yang secara langsung menyentuh dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Khudlori menegaskan bahwa gerakan filantropi yang diusung oleh Muhammadiyah harus senantiasa dikembangkan dan diperkuat sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan serta mampu membawa kemaslahatan bagi seluruh umat. Program sumur bor ini merupakan salah satu contoh konkret tentang bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara produktif untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. Beliau berharap agar kolaborasi semacam ini dapat terus diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak lapisan masyarakat yang dapat merasakan manfaat positifnya.












