Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Inovasi Pembelajaran Sejarah: Anak Gosari Jadi Arkeolog Cilik Lewat Program Edukasi Unair di Gresik

badge-check

Inovasi Pembelajaran Sejarah: Anak Gosari Jadi Arkeolog Cilik Lewat Program Edukasi Unair di Gresik Perbesar

KlikMojok – Belajar sejarah kini tak lagi terbatas di ruang kelas. Melalui program inovatif “Wisata Arkeolog Kecil”, anak-anak di Desa Gosari, Gresik, diajak menelusuri pecahan gerabah kuno, mengenal warisan budaya, dan merasakan langsung pengalaman menjadi seorang arkeolog pada Kamis, 5 November 2026.

Di tengah keindahan alam Desa Gosari, Gresik, jejak sejarah menawarkan sebuah pengalaman belajar yang berbeda dan interaktif. Lewat inisiatif “Wisata Arkeolog Kecil”, para siswa diajak untuk menelusuri langsung jejak-jejak masa lampau dari sumber aslinya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perjalanan rekreasi, melainkan juga kesempatan untuk belajar mengenali dan menghargai peninggalan budaya.

Pengalaman edukatif ini dihadirkan oleh Wisata Alam Gosari (Wagos), yang berlokasi di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Airlangga (Unair) pada tahun 2026.

Program MBKM Unair tersebut fokus pada pengembangan simulasi wisata edukasi yang berlandaskan pada sejarah serta budaya lokal. Anak-anak yang menjadi peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk mengenal berbagai artefak gerabah atau tembikar kuno yang merupakan bagian dari jejak sejarah Gosari.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diajak menjelajahi area yang kaya akan serpihan tembikar kuno. Mereka dengan saksama mengamati berbagai aspek, mulai dari bentuk, warna, tekstur, hingga karakteristik unik dari setiap pecahan gerabah yang ditemukan.

Setiap serpihan yang mereka temukan menyimpan cerita mendalam tentang kehidupan masyarakat di masa lampau. Dengan demikian, para peserta tidak hanya sekadar melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga belajar untuk memahami nilai dan makna penting di balik keberadaan setiap artefak tersebut.

Setelah pengamatan, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan mengikuti simulasi penelitian sederhana, persis seperti yang dilakukan oleh seorang arkeolog. Mereka mempraktikkan cara mengamati artefak dan mengidentifikasi berbagai peninggalan sejarah yang ada.

Pengalaman langsung ini menciptakan suasana belajar yang jauh lebih hidup dan menarik. Anak-anak dapat dengan mudah menghubungkan pengetahuan teoritis yang mereka miliki dengan objek konkret yang mereka temukan dan amati secara langsung di lapangan.

Selain menjelajahi area penemuan artefak, para peserta juga berkesempatan mengunjungi galeri gerabah Wagos. Di galeri ini, mereka diperkenalkan pada beragam hasil kerajinan gerabah tradisional yang memukau.

Mereka tidak hanya mengagumi, tetapi juga mempelajari secara mendalam proses pembuatan gerabah serta nilai-nilai budaya luhur yang melekat pada setiap kerajinan tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memadukan unsur sejarah, keterampilan tradisional, dan pengalaman belajar dalam satu perjalanan yang utuh.

Melalui pendekatan pembelajaran langsung dan interaktif ini, Wagos berupaya keras untuk menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi pada diri anak-anak. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat mendorong kecintaan mereka terhadap sejarah lokal serta menumbuhkan kepedulian yang mendalam terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

Ilmi Umiyatul Awaliyah, seorang mahasiswa Unair yang juga bertindak sebagai pelaksana kegiatan, menjelaskan tujuan utama dari pengembangan paket edukasi ini.

Menurut Ilmi, anak-anak membutuhkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengenal warisan sejarah dan budaya yang ada di lingkungan mereka sendiri secara langsung.

Oleh karena itu, simulasi ini dirancang agar tidak hanya berhenti pada penyampaian materi secara teoretis. Peserta juga diberikan kesempatan nyata untuk mengamati dan meneliti artefak gerabah kuno dengan tangan mereka sendiri.

Pendekatan pembelajaran langsung semacam ini diharapkan mampu membangkitkan ketertarikan yang kuat pada anak-anak terhadap sejarah. Dengan mengenali peninggalan masa lalu, mereka juga diharapkan dapat memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah mereka.

Bagi Ilmi, pengalaman belajar yang imersif seperti ini membuka ruang yang luas bagi anak-anak untuk mengenal sejarah melalui cara yang lebih dekat dan personal. Mereka dapat melihat, mengamati, dan memahami peninggalan budaya secara langsung, bukan hanya dari buku.

Sementara itu, Direktur Wisata Alam Gosari, Misbakhud Dawam, menilai bahwa simulasi edukasi ini memiliki potensi yang sangat besar dalam dunia pendidikan.

Ia memandang kegiatan ini sebagai sebuah alternatif pembelajaran yang efektif di luar kelas. Terlebih lagi, peserta dapat mengenal sejarah secara mendalam melalui praktik langsung dan pengalaman nyata di lapangan.

“Simulasi Paket Wisata Arkeolog Kecil ini sangat menarik untuk dunia pendidikan,” ungkap Misbakhud Dawam.

Menurutnya, artefak gerabah kuno yang ditemukan di Gosari memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi, sehingga sangat layak untuk diperkenalkan kepada para pelajar. Oleh sebab itu, Wagos sangat berharap agar sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya dapat memberikan respons positif terhadap pengembangan paket edukasi ini.

“Kami berharap paket edukasi ini bisa mendapatkan respons dari dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia juga berharap agar sekolah-sekolah dapat memanfaatkan program ini sebagai pilihan kegiatan pembelajaran luar kelas atau yang dikenal dengan istilah outing class.

Dukungan penuh terhadap kegiatan edukasi ini juga datang dari lingkungan sekolah. Kepala MI Muhammadiyah 3 Gosari, Siswanti, S.Pd., menyambut gembira pelaksanaan simulasi tersebut di sekolahnya.

Siswanti secara khusus mengapresiasi kesempatan berharga bagi para siswanya untuk terlibat langsung dalam pengembangan wisata edukasi yang berkolaborasi dengan Universitas Airlangga.

Menurut Siswanti, kegiatan ini berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar berbeda dan berkesan. Anak-anak tidak hanya menerima materi di dalam ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal sejarah melalui praktik lapangan yang interaktif.

“Alhamdulillah, kami menyambut gembira kegiatan ini karena siswa-siswa kami dilibatkan dalam simulasi paket wisata edukasi bersama Universitas Airlangga,” tuturnya.

Siswanti mengamati adanya antusiasme yang luar biasa dari para peserta sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak terlihat sangat menikmati setiap rangkaian aktivitas dan memperoleh banyak pengalaman baru yang berharga.

“Ternyata anak-anak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan,” ungkapnya.

Ia sangat berharap agar Wagos dan Unair dapat terus mengembangkan kegiatan serupa di masa mendatang. Sebab, pembelajaran di luar kelas terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar peserta didik secara signifikan.

Selain memperluas wawasan dan pengetahuan, kegiatan semacam ini juga secara efektif mendorong rasa ingin tahu anak-anak. Mereka juga berkesempatan untuk menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap sejarah dan budaya lokal sejak usia dini.

Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa ini menjadi modal penting dan berharga bagi pengembangan paket wisata edukasi di masa depan. Dengan adanya keterlibatan aktif dari pihak sekolah, Wagos memiliki peluang besar untuk memperluas manfaat program ini kepada lebih banyak peserta didik.

Kolaborasi yang terjalin dalam program MBKM Unair 2026 ini membuka peluang besar bagi pengembangan wisata berbasis pendidikan dan budaya di Gosari. Wagos berupaya menghadirkan konsep wisata yang melampaui sekadar aktivitas rekreasi.

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah dan mengenal kekayaan budaya setempat secara langsung. Dalam konteks ini, Paket Wisata Arkeolog Kecil menjadi salah satu inovasi pembelajaran kontekstual yang sangat relevan.

Anak-anak dapat merasakan pengalaman nyata sebagai peneliti cilik sekaligus mengenali peninggalan masa lampau dengan cara yang menarik. Ke depan, Wagos membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan sekolah, lembaga pendidikan, dan berbagai komunitas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya lokal ini.

Selain menjadi pilihan kegiatan outing class yang menarik, program ini juga berpotensi besar untuk memperkenalkan sejarah Desa Gosari kepada masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Kemarau Melanda, Harapan Mengalir dari Tangki: Kisah Bantuan Air Bersih di Pasuruan

7 Nov 2026 - 21:04 WIB

Ketika Kemarau Melanda, Harapan Mengalir dari Tangki: Kisah Bantuan Air Bersih di Pasuruan

Wujudkan Wakaf Produktif, PCM Sumberrejo Bangun Kebun Wisata Pepaya

7 Nov 2026 - 21:03 WIB

Wujudkan Wakaf Produktif, PCM Sumberrejo Bangun Kebun Wisata Pepaya

Lazismu Bojonegoro Atasi Krisis Air dan Dukung Pendidikan dengan Bantuan Sumur Bor di Masjid Al-Muttaqin

7 Nov 2026 - 21:03 WIB

Lazismu Bojonegoro Atasi Krisis Air dan Dukung Pendidikan dengan Bantuan Sumur Bor di Masjid Al-Muttaqin

Menganyam Kembali Asa di Kartoharjo: Gotong Royong Warga, TNI, dan Polri Pasca Angin Kencang Magetan

7 Nov 2026 - 18:46 WIB

Menganyam Kembali Asa di Kartoharjo: Gotong Royong Warga, TNI, dan Polri Pasca Angin Kencang Magetan

Karya Seni Mozaik Mahasiswa UMG: Wadah Kritik Sosial Isu Karhutla dan Antikorupsi

7 Nov 2026 - 18:45 WIB

Karya Seni Mozaik Mahasiswa UMG: Wadah Kritik Sosial Isu Karhutla dan Antikorupsi
Trending di Pendidikan