KlikMojok – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., membuka peluang kolaborasi yang signifikan antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan Nasyiatul Aisyiyah. Tawaran ini disampaikan Lisdyarita saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk melahirkan program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lisdyarita mengawali sambutannya dengan sebuah pantun yang hangat, menyapa para peserta yang hadir. “Padi menguning indah berseri, disinari sang surya di pagi hari. Selamat datang yunda yang kami nanti, semoga Ponorogo berkesan di hati,” ucap Lisdyarita, disambut meriah dengan tepuk tangan dari para peserta yang hadir.
Lebih lanjut, Lisdyarita menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Musywil yang datang dari beragam daerah di Jawa Timur. Ia mengungkapkan rasa bangga Pemerintah Kabupaten Ponorogo atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah acara penting ini. “Selamat datang di Bumi Reog Ponorogo. Kami bangga dan bahagia karena Ponorogo dipilih menjadi tuan rumah Musywil Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah,” katanya, menegaskan apresiasinya.
Lisdyarita juga mengutarakan harapannya agar seluruh peserta tidak hanya dapat mengikuti rangkaian acara Musywil dengan lancar, tetapi juga bisa menikmati keindahan dan merasakan keramahan khas masyarakat Ponorogo selama berada di sana.
Sebagai seorang perempuan, Lisdyarita secara pribadi merasakan kedekatan emosional dengan semangat perjuangan dan dedikasi yang diemban oleh para kader Nasyiatul Aisyiyah. “Apalagi melihat yunda-yunda semua berkumpul di sini, saya melihat masa depan ‘Aisyiyah yang hebat. Saya juga melihat masa depan perempuan-perempuan hebat yang akan membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” tuturnya dengan penuh optimisme.
Menurut pandangan Lisdyarita, kiprah Nasyiatul Aisyiyah jauh melampaui sekadar kegiatan internal organisasi. Ia mengamati bahwa para kadernya secara aktif dan konsisten terlibat dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Pengalaman positif mengenai peran aktif Nasyiatul Aisyiyah ini, lanjutnya, juga jelas terlihat dan dirasakan di wilayah Ponorogo sendiri. “Saya melihat sendiri di Ponorogo, Nasyiatul Aisyiyah konsisten hadir dan bergerak dalam peran nyata dalam memenuhi kebutuhan umat serta menebarkan kebermanfaatan,” ungkap Lisdyarita, mengapresiasi kontribusi nyata mereka.
Oleh karena itu, Lisdyarita sangat berharap bahwa Musywil kali ini tidak hanya akan melahirkan jajaran kepemimpinan yang baru dan berkualitas, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan-gagasan segar serta program-program inovatif yang dapat segera diimplementasikan setelah seluruh rangkaian musyawarah selesai. “Semoga musyawarah wilayah ini tidak hanya melahirkan kepemimpinan yang hebat, tetapi juga gagasan-gagasan segar dan program-program inovatif yang memberikan manfaat semakin luas,” harapnya, menegaskan pentingnya dampak positif bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Lisdyarita secara eksplisit menyatakan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah. Menurut Lisdyarita, pemerintah daerah memiliki kerangka kebijakan dan program-program pembangunan yang terstruktur. Di sisi lain, Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya memiliki program-program yang relevan, tetapi juga diperkuat oleh keberadaan kader-kader berkualitas serta jaringan yang solid dan luas, mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat ranting. “Pemerintah memiliki kebijakan dan program pembangunan, sementara Nasyiatul ‘Aisyiyah tidak hanya memiliki program, tetapi juga kader-kader berkualitas serta jaringan yang kuat dengan masyarakat sampai tingkat ranting,” jelasnya, menggarisbawahi potensi sinergi yang besar.
Lisdyarita berpandangan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah, yang terimplementasi dalam kebijakan, dapat dipertemukan dengan jaringan kuat masyarakat yang dimiliki oleh Nasyiatul Aisyiyah. Pertemuan dua kekuatan ini, menurutnya, berpotensi menciptakan program-program yang memberikan manfaat yang jauh lebih luas dan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, bagi Lisdyarita, para kader Nasyiatul Aisyiyah juga dibekali dengan modal yang sangat penting dalam upaya pembangunan. Modal tersebut mencakup ilmu pengetahuan, akhlak yang mulia, serta empati dan kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. “Potensi inilah yang harus terus kita rawat dan kembangkan bersama, khususnya setelah Musywil ini,” pungkas Lisdyarita, menyerukan pentingnya keberlanjutan kolaborasi untuk masa depan yang lebih baik.












