Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dongeng ‘Juara Kejujuran’ Shafa Alya Firzana Pikat Ribuan Jemaah dan Ajarkan Nilai Luhur di Tablig Akbar Sidoarjo

badge-check

Dongeng ‘Juara Kejujuran’ Shafa Alya Firzana Pikat Ribuan Jemaah dan Ajarkan Nilai Luhur di Tablig Akbar Sidoarjo Perbesar

KlikMojok – Penampilan memukau Shafa Alya Firzana saat mendongeng di Tablig Akbar Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo, yang diselenggarakan di SMP Miosi pada Ahad, 27 September 2026, berhasil mencuri perhatian. Melalui perubahan intonasi suara dan penghayatan karakter yang mendalam, cerita yang dibawakannya sukses menghidupkan pesan moral tentang kejujuran bagi ribuan hadirin.

Dongeng kejujuran yang dibawakan oleh Shafa Alya Firzana ini sukses menarik perhatian sekitar 2.500 pasang mata yang hadir dalam kegiatan praacara Tablig Akbar PDA Sidoarjo. Antusiasme hadirin sangat terasa sepanjang penampilannya.

Shafa, seorang siswa kelas V Hamzah dari SD Muhammadiyah 1 (SD Muhida) Sidoarjo, tampil dengan sangat memukau. Ia membawakan dongeng berjudul “Juara Kejujuran” yang merupakan karya dari Kawan Prakoso.

Dengan ekspresi yang ceria, perubahan suara yang dinamis, serta penghayatan karakter yang mendalam, Shafa mengajak seluruh jemaah untuk menyimak kisah tentang betapa pentingnya nilai kejujuran. Penampilannya tidak hanya memikat, tetapi juga berhasil menghidupkan suasana di hadapan para ibu-ibu Aisyiyah dan bapak-bapak Muhammadiyah yang hadir.

Shafa mengawali penampilannya dengan sapaan yang penuh semangat, membangun interaksi awal dengan hadirin. “Halo, apa kabar semuanya?” sapa Shafa kepada hadirin. Sapaan tersebut dijawab serempak dengan nada yang menirukan intonasi Shafa, “Baik!” Sapaan sederhana ini berhasil mencairkan suasana. Setelah itu, Shafa mulai memainkan beberapa karakter dengan menggunakan suara dan ekspresi yang berbeda-beda.

Karakter pertama yang diperankan adalah Kakek Tulus, seorang pria tua kaya raya yang tidak memiliki anak untuk meneruskan usahanya. Kakek Tulus digambarkan memiliki seribu ekor ayam dan seribu ekor bebek. Saat memerankan karakter Kakek Tulus, Shafa mengubah suaranya menjadi gemetar dan terbata-bata. Penghayatan yang luar biasa ini berhasil membuat sosok kakek tua tersebut terasa sangat hidup di mata penonton.

Selanjutnya, Shafa memerankan Siti, seorang gadis kecil yang ceria dan sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, Siti dengan tegas menolak tawaran menggiurkan yang bisa memberinya uang dari menjual bebek yang bukan miliknya. Ia memilih untuk tetap bersikap jujur karena rasa takutnya kepada Allah Swt.

Karakter ketiga adalah Si Jemblung, seorang anak laki-laki dengan perut gendut yang berjalan lambat sambil bergoyang ke kanan dan kiri. Berbeda dengan Siti, Si Jemblung digambarkan sebagai sosok yang sangat ingin memiliki banyak harta, bahkan sampai menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya.

Perbedaan karakter yang kontras tersebut berhasil diperankan oleh Shafa melalui perubahan suara, gerak tubuh, dan ekspresi wajah yang tepat. Hal ini membuat penonton dapat mengikuti jalan cerita dengan antusiasme tinggi hingga akhir dongeng.

Kecintaan Shafa terhadap dunia dongeng telah tumbuh sejak ia masih kecil. Putri dari pasangan Fahmi Fahresi dan Munawaroh Fitriah ini tercatat telah beberapa kali mengikuti berbagai perlombaan mendongeng dan berhasil meraih kejuaraan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Di sela-sela persiapan penampilannya, Shafa mengungkapkan bahwa ia sangat menikmati kegiatan mendongeng di hadapan banyak orang. Ia juga menambahkan bahwa dukungan penuh dari kedua orang tuanya sangat membantu dalam mengembangkan bakat serta kepercayaan dirinya.

Untuk penampilan kali ini, Shafa melakukan persiapan selama satu pekan penuh. Ia menghafal dialog, berlatih mengubah suaranya sesuai dengan karakter yang akan diperankan, serta melatih kemampuannya dalam menguasai panggung agar tampil optimal.

Selain itu, seluruh anggota keluarga turut serta dalam menyiapkan properti pendukung. Mama, papa, dan adiknya bekerja sama dengan cermat mempersiapkan berbagai perlengkapan, termasuk miniatur kandang ayam, bebek, serta tongkat yang digunakan untuk karakter Kakek Tulus. Adiknya bahkan dengan hati-hati meletakkan miniatur kandang dan tongkat tersebut di tempat yang semestinya sebelum penampilan dimulai.

Dukungan penuh dari keluarga dan latihan yang tekun menjadi kunci yang membuat Shafa semakin percaya diri di atas panggung. Tepuk tangan meriah dari hadirin yang mengiringi penampilannya menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilannya dalam membawakan cerita dengan begitu apik.

Menjelang akhir dongeng, Shafa kembali berinteraksi dengan jemaah. “Ibu-ibu, kita sudah di akhir cerita, nih. Siapa yang memenangkan sayembara, hayo?” tanyanya. Dengan penuh semangat, Shafa kemudian menutup ceritanya dengan jawaban, “Ya, benar. Siti adalah pemenangnya,”.

Melalui dongeng “Juara Kejujuran” ini, Shafa berhasil menyampaikan pesan yang sangat penting, bahwa kejujuran merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam hidup. Oleh karena itu, anak-anak perlu membiasakan sikap jujur sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di tengah masyarakat.

Shafa juga berharap agar para jemaah yang hadir dapat menceritakan kembali dongeng tersebut kepada anak dan cucu mereka di rumah masing-masing. Dengan demikian, pesan tentang kejujuran tidak hanya berhenti di panggung acara, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan moral utama dari dongeng tersebut adalah: “Allah Swt sayang anak jujur. Anak jujur hidupnya bahagia. Jika kita selalu jujur, insyaallah masuk surga,”. Pesan ini menguatkan pentingnya nilai kejujuran dari sudut pandang spiritual. #

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep

30 Sep 2026 - 06:14 WIB

Merajut Asa di Ujung Laut: Bandara Masalembu, Jembatan Udara untuk Pulau Terpencil Sumenep

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

30 Sep 2026 - 06:13 WIB

Senja yang Tergelincir di Bibir Sumur: Kisah Pilu Lansia Madiun dalam Perbaikan Pompa Air

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

30 Sep 2026 - 06:12 WIB

Peran Jurnalis Tagar.co Jembatani Kemitraan Aksara 2026 Unair

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

30 Sep 2026 - 06:11 WIB

Perkuat Evaluasi Belajar: Dua SD Gresik Gelar Workshop Asesmen TKA

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri

29 Sep 2026 - 21:04 WIB

Kepulangan Sunyi Tri Sutrisno: Jejak Duka dan Harapan Keselamatan Pasca Tragedi KMP Virgo Transport di Kediri
Trending di Pendidikan