KlikMojok – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sebuah semangat kuno tak lekang dimakan waktu: gotong royong. Di Kota Mojokerto, semangat itu kembali menyala terang, terwujud dalam geliat Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang menjadi garda terdepan menjaga ketenteraman. Puncak dari semangat ini baru saja dirayakan saat Lomba Pos Satkamling Polres Mojokerto Kota menobatkan warga Lingkungan Meri sebagai juara pertama, sebuah pengakuan atas dedikasi kolektif dalam menciptakan rasa aman.
Keamanan sebuah komunitas, sesungguhnya, tak pernah sepenuhnya bertumpu pada pundak aparat semata. Ia adalah cerminan dari kesadaran kolektif, sebuah simfoni partisipasi yang dimainkan oleh setiap warga. Inilah filosofi dasar di balik inisiatif seperti Pos Satkamling, sebuah sistem yang secara historis telah mengakar kuat dalam budaya Indonesia melalui konsep ronda atau siskamling. Polres Mojokerto Kota memahami betul esensi ini, sehingga untuk kedua kalinya, mereka menggelar Lomba Pos Satkamling, bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung apresiasi dan dorongan bagi masyarakat untuk aktif membangun benteng keamanan di lingkungan masing-masing.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, menegaskan bahwa keberadaan Pos Satkamling merupakan manifestasi nyata dari keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan. Baginya, penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukanlah tugas eksklusif Polri, TNI, atau pemerintah desa dan kelurahan. “Setelah tumbuh kesadaran masyarakat, selanjutnya kita dorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang ada, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang,” ungkap AKBP Herdiawan saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Pos Satkamling di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota, Senin (28/9/2026).
Melalui ajang ini, kreativitas dan inovasi masyarakat pun terkuak. AKBP Herdiawan mengamati, warga bersama unsur terkait berupaya maksimal mempersiapkan Pos Satkamling mereka agar berfungsi optimal. “Kita melihat bagaimana kreativitas dari berbagai pihak untuk menjaga masing-masing lingkungan. Saat penilaian, banyak inovasi yang dibangun dan dikembangkan masyarakat. Masing-masing pihak telah berupaya secara maksimal untuk menjaga Kamtibmas di lingkungannya,” jelasnya, menggambarkan betapa dinamisnya upaya swadaya tersebut.
Namun, perlombaan hanyalah pemicu. Harapan terbesar AKBP Herdiawan adalah agar semangat ini tak padam seiring berakhirnya kompetisi. Pos Satkamling diharapkan tetap aktif dan terus berkembang sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Keberlanjutan Satkamling, menurutnya, adalah kunci untuk memperkuat partisipasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi keamanan sekitar. “Harapan kami, Pos Satkamling tidak hanya ada saat perlombaan, tetapi tetap ada di masyarakat karena dapat meningkatkan partisipasi, kesadaran, dan kreativitas masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing. Tanpa dukungan dari segala pihak, kita tidak bisa mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya, menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan tentang tanggung jawab kolektif ini.
Proses penilaian Lomba Pos Satkamling ini bukan sekadar formalitas. Polres Mojokerto Kota merancang sistem evaluasi yang komprehensif, melibatkan lima aspek utama dengan total 46 item penilaian pada setiap Pos Satkamling. Persiapan dan penilaian berlangsung intensif sejak 7 September hingga 28 September 2026. Tahap awal melibatkan peran Bhabinkamtibmas yang secara aktif membina dan mempersiapkan Pos Satkamling di wilayahnya. Kemudian, seleksi dilanjutkan pada tingkat Polsek, di mana para juara berhak melaju ke penilaian tingkat Polres yang dilakukan langsung oleh para pejabat utama (PJU) Polres Mojokerto Kota. Hasil akhir direkapitulasi dan dibahas dalam forum khusus yang dipimpin Kapolres bersama ketua tim penilai untuk menentukan para pemenang.
Dari ketatnya persaingan tersebut, Pos Satkamling RT 04 RW 03, Lingkungan Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara I dengan total nilai 1.835. Kemenangan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras warga Meri dalam menjaga keamanan. Diikuti oleh Pos Satkamling RT 06 RW 06, Dusun Pelabuhan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sebagai Juara II dengan nilai 1.790. Sementara itu, Juara III diraih oleh Pos Satkamling RT 11 RW 03, Dusun Gedeg Wetan, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dengan nilai 1.780. Penghargaan juga diberikan kepada Juara Harapan I dari Pos Satkamling RT 04 RW 02, Dusun Talun, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong (1.540), Juara Harapan II dari Pos Satkamling RT 02 RW 01, Lingkungan Pulowetan, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon (1.510), dan Juara Harapan III dari Pos Satkamling RT 03 RW 02, Dusun Tajungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi (1.385).
Kisah kemenangan Lingkungan Meri ini lebih dari sekadar perolehan piala. Ia adalah narasi tentang pemberdayaan, tentang bagaimana setiap individu, ketika bersatu dalam semangat swakarsa, mampu menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram. Lomba Pos Satkamling ini menjadi semacam pendidikan kolektif, mengajarkan bahwa keamanan bukan hanya kewajiban, melainkan hak yang harus diperjuangkan bersama. Semoga semangat gotong royong yang membara di Mojokerto ini terus menyala, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun fondasi keamanan yang kokoh dari tingkat paling dasar.












