Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Integrasi Hafalan Al-Qur’an dan Jejak Sejarah: 96 Siswa SDIT Al-Ibrah Ikuti Wisata Qurani di Gresik

badge-check

Integrasi Hafalan Al-Qur’an dan Jejak Sejarah: 96 Siswa SDIT Al-Ibrah Ikuti Wisata Qurani di Gresik Perbesar

KlikMojok – Pada Senin, 21 September 2026, sebanyak 96 siswa Takhasus Class SDIT Al-Ibrah Gresik mengikuti sebuah program inovatif bernama Wisata Qurani. Kegiatan ini dirancang untuk membawa hafalan Al-Qur’an mereka keluar dari ruang kelas, menjelajahi jejak sejarah Islam di Gresik, dan memuncak pada khataman Al-Qur’an di rumah salah satu siswa.

Pagi hari itu, suasana di halaman Masjid Islamic Center SDIT Al-Ibrah Gresik sudah ramai dengan langkah-langkah kecil para siswa. Mereka tidak hanya bersiap untuk sebuah perjalanan rekreasi biasa, melainkan membawa serta hafalan Al-Qur’an yang telah mereka kuasai, semangat belajar, dan rasa ingin tahu mendalam tentang sejarah Islam di kota mereka.

Program ini melibatkan empat kelas Takhasus, yaitu kelas II, III, IV, dan V. Setiap kelas diwakili oleh 24 siswa, sehingga total 96 anak berpartisipasi dalam rangkaian Wisata Qurani dan Khataman Al-Qur’an yang penuh makna.

Sebagai program kelas khusus penghafal Al-Qur’an, kegiatan ini mengubah konsep perjalanan menjadi lebih dari sekadar wisata. Anak-anak diajak untuk secara langsung menghubungkan hafalan ayat-ayat suci yang mereka pelajari dengan alam sekitar, warisan sejarah, dan jejak peradaban Islam yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Sebelum kaki mereka melangkah meninggalkan area sekolah, rangkaian kegiatan diawali dengan salat Duha dan zikir pagi bersama di Masjid Islamic Center SDIT Al-Ibrah. Momen ini menjadi pengingat bagi para siswa untuk senantiasa mengingat Allah SWT sebelum memulai petualangan mereka.

Setelah sesi Duha dan zikir selesai, suasana berubah menjadi lebih ceria dengan dimulainya Permainan Qurani. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari gabungan siswa kelas II hingga V.

Berbagai tantangan menarik diberikan dalam permainan ini, mulai dari menebak nama surah, menyambung ayat, hingga menyebutkan nama surah dan melantunkan ayat yang berkaitan dengan ciptaan Allah SWT.

Suara hafalan Al-Qur’an pun bersahutan, mengisi udara dengan lantunan ayat-ayat suci. Kegembiraan menyambut jawaban yang benar seringkali pecah di antara teman satu kelompok. Ada juga momen ketika seorang siswa harus berhenti sejenak, berusaha keras mengingat potongan ayat yang mungkin terselip dalam ingatannya. Pada titik ini, hafalan tidak hanya diuji sebagai kemampuan mengingat semata, melainkan juga sebagai pintu untuk memahami ayat-ayat tentang langit, bumi, matahari, manusia, dan berbagai ciptaan Allah yang ada di sekitar mereka.

Setelah menyelesaikan permainan, para siswa beristirahat dan menikmati bekal makan siang yang mereka bawa dari rumah. Empat kelas yang biasanya belajar terpisah kini berbagi pengalaman dalam satu perjalanan yang sama, mempererat kebersamaan.

Tujuan berikutnya dalam perjalanan ini adalah Museum Sunan Giri. Di sana, siswa diajak untuk belajar sejarah dengan cara yang berbeda dari buku teks.

Benda-benda peninggalan bersejarah, cerita-cerita yang disampaikan, dan penjelasan dari pemandu membawa mereka lebih dekat pada perjalanan Gresik sebagai salah satu pusat penting perkembangan Islam di Nusantara.

Para siswa dengan antusias menyimak penjelasan mengenai sejarah Gresik, evolusi peradaban, serta jejak dakwah yang berkembang di kawasan tersebut. Apa yang sebelumnya hanya mereka baca atau dengar di dalam kelas, hari itu hadir secara nyata melalui benda dan tempat yang dapat mereka saksikan langsung.

Dari museum, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sejumlah kawasan bersejarah lainnya di Gresik. Rombongan melewati Makam Maulana Malik Ibrahim, Kampung Kemasan, Bandar Grissee, serta beberapa titik penting lainnya.

Dengan menaiki bus yang dijuluki “Bus Tayo,” para siswa diajak menyusuri jalan-jalan yang mungkin sebelumnya terasa biasa. Selama perjalanan, mereka diajak untuk melihat Kota Gresik dari sudut pandang yang berbeda: sebagai kota yang kaya akan jejak para ulama, pusat perdagangan, dakwah, dan perkembangan peradaban.

Perjalanan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa mengenal kota tempat mereka tinggal bukan hanya sekadar mengetahui nama jalan atau bangunan. Ada sejarah panjang yang telah membentuk wajah kota hingga menjadi seperti sekarang ini.

Menjelang waktu Zuhur, rombongan tiba di kediaman Najwa Salsabila Azzahra, seorang siswa kelas III E Takhassus Class. Di sinilah perjalanan sejak pagi bermuara pada agenda berikutnya: khataman Al-Qur’an.

Sesampainya di rumah Najwa, para siswa segera mengambil air wudu dan bersiap untuk melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Setelah itu, mereka menikmati makan siang bersama sebelum mengikuti rangkaian khataman. Juz-juz Al-Qur’an telah dibagi oleh guru kelompok atau wali kelas, memastikan setiap siswa mendapatkan bagian untuk dibaca.

Satu per satu Al-Qur’an dibuka, dan suasana yang sebelumnya dipenuhi percakapan perlahan berganti dengan lantunan ayat-ayat suci. Kepala SDIT Al-Ibrah, Janan, S.Pd., membuka rangkaian acara tersebut dengan sambutan. Ia secara tegas menyatakan bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak cukup hanya berhenti pada kemampuan menghafal.

“Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dicintai, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan,” ujar Janan. Menurutnya, pengalaman yang didapatkan selama Wisata Qurani ini menjadi salah satu metode efektif agar siswa dapat menghubungkan hafalan Al-Qur’an dengan realitas kehidupan sehari-hari yang mereka jumpai.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh salah satu anggota keluarga Najwa sebagai tuan rumah. Khataman kemudian berlangsung hingga seluruh bagian yang telah dibagi selesai dibaca oleh semua siswa.

Rangkaian kegiatan hari itu membentuk sebuah lingkaran pembelajaran yang utuh. Pagi hari dimulai dengan salat dan zikir, dilanjutkan dengan permainan yang menguji hafalan, kemudian menyusuri jejak sejarah Islam di Gresik, sebelum akhirnya kembali berfokus pada Al-Qur’an itu sendiri.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah. Sebelum kembali pulang, para siswa menunaikan salat Asar berjemaah. Mereka pulang dengan membawa beragam pengalaman berharga: permainan Qurani yang mendidik, kunjungan ke museum yang memperkaya wawasan, perjalanan menyusuri kawasan bersejarah Gresik, kebersamaan saat makan siang, hingga momen khataman Al-Qur’an yang khidmat.

Lebih dari sekadar perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain, Wisata Qurani ini memberikan ruang bagi siswa untuk menyadari bahwa Al-Qur’an tidak hanya hadir dalam bentuk hafalan di kelas. Ayat-ayat suci yang mereka pelajari dapat menjadi sebuah lensa untuk membaca alam, memahami sejarah, dan menafsirkan kehidupan di sekitar mereka. Setelah menjelajahi kota dan jejak sejarahnya, para siswa kembali kepada esensi yang sejak awal mereka bawa: Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Masalembo Melepas Munawi: Kisah Sebuah Pesan “Aku Selamat” yang Merobek Cemas

22 Sep 2026 - 09:46 WIB

Ketika Masalembo Melepas Munawi: Kisah Sebuah Pesan “Aku Selamat” yang Merobek Cemas

Edukasi Pangan Lokal: SD Mugres Ajak Murid Eksplorasi Umbi-Umbian di Happy Friday

22 Sep 2026 - 09:42 WIB

Edukasi Pangan Lokal: SD Mugres Ajak Murid Eksplorasi Umbi-Umbian di Happy Friday

Jejak Bara di Ladang Tebu Madiun: Pelajaran Penting tentang Bahaya Api dan Tanggung Jawab Lingkungan

22 Sep 2026 - 06:13 WIB

Jejak Bara di Ladang Tebu Madiun: Pelajaran Penting tentang Bahaya Api dan Tanggung Jawab Lingkungan

Menanti Pulang dari Samudra: Kisah Keluarga Korban KM Virgo di Mojokerto dan Janji Pemerintah

22 Sep 2026 - 06:12 WIB

Menanti Pulang dari Samudra: Kisah Keluarga Korban KM Virgo di Mojokerto dan Janji Pemerintah

Abdul Mu’ti Resmikan Manis Mini Shop, Tekankan Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan

22 Sep 2026 - 06:11 WIB

Abdul Mu’ti Resmikan Manis Mini Shop, Tekankan Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan
Trending di Pendidikan