KlikMojok – Dewan Juri Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Sumenep telah merampungkan proses penilaian dan secara resmi mengumumkan para pemenang dalam pagelaran busana akbar yang kental akan nuansa budaya Madura tersebut pada Minggu, 20 September 2026. Acara bergengsi ini berhasil menarik perhatian luas, menjadi ajang unjuk kreativitas dalam balutan kekayaan tradisi.
Dalam kategori umum yang sangat kompetitif, Ahmad Faisol Hadi dari Jember berhasil mencuri perhatian dan meraih nilai tertinggi, yakni 1.058 poin, menjadikannya Juara I. Posisi kedua disusul oleh Kiki Ardiansyah dari Banyuwangi dengan perolehan nilai 1.041. Sementara itu, Moh. Budi Sugiarto, juga berasal dari Banyuwangi, menempati peringkat ketiga dengan total nilai 1.027.
Rangkaian pemenang di kategori umum berlanjut dengan Imam Syafi’i, S.Pd. dari Surabaya yang berhasil menempati posisi keempat dengan nilai 1.009. Kemudian, Diandra Aura Kasi M, perwakilan dari Sumenep, menunjukkan performa gemilang hingga meraih peringkat kelima dengan nilai 999. Melengkapi daftar enam besar, Moh. Lutfianto dari Pamekasan berada di posisi keenam dengan nilai 993, menunjukkan kualitas peserta yang merata dari berbagai daerah.
Usai pengumuman pemenang, Ahmad Faisol Hadi, sang Juara Umum MEC 2026 dari Jember, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas keberhasilan yang diraihnya. Ia membagikan cerita di balik kostum megah yang ia kenakan, yang ternyata merupakan hasil desain dan pengerjaannya sendiri. Kostum tersebut dirancang secara khusus untuk merepresentasikan tema yang telah ditetapkan oleh panitia, yaitu ‘Keraton’.
“Saya design sendiri kostum yang saya kenakan ini. Saya kerjakan sendiri. Agak lama waktu pengerjaannya. Sampai 6 bulan. Cukup banyak detail yang harus saya kerjakan sesuai dengan tema Keraton Sumenep,” ungkap Faisol dengan bangga, Minggu (20/09/2026), menjelaskan proses panjang di balik mahakaryanya.
Lebih lanjut, Faisol menambahkan bahwa mendesain kostum untuk berbagai karnaval dan pagelaran budaya bukanlah hal baru baginya. Kecintaannya pada seni dan kreativitas ini bahkan mendorongnya untuk membuka usaha persewaan kostum di kediamannya, yang sebagian besar merupakan hasil karyanya sendiri.
“Banyak yang merupakan hasil design saya sendiri. Karena saya memang kreator dan pecinta seni. Dengan MEC ini, sekaligus bisa jadi kesempatan saya untuk mengenalkan karya saya ke masyarakat luas,” imbuhnya, melihat Madura Ethnic Carnival 2026 sebagai platform ideal untuk memamerkan bakat dan dedikasinya.
Selain kategori umum, Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 juga memiliki kategori pelajar yang tak kalah menarik. Dewan juri telah menetapkan enam peserta terbaik dalam kategori ini, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Dewan Juri Madura Ethnic Carnival 2026 Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 tentang Penetapan Pemenang MEC Tahun 2026. Menariknya, dari keenam pemenang di kategori pelajar ini, sebagian besar didominasi oleh peserta yang berasal dari Sumenep, menunjukkan potensi lokal yang luar biasa.
Untuk kategori pelajar, Juara pertama berhasil direbut oleh Nur Fatin Nazilah Kanzah dari Sumenep dengan perolehan nilai impresif 1.037. Selanjutnya, posisi kedua ditempati oleh Ayu Ennisa Putri, yang juga merupakan perwakilan dari Sumenep, dengan nilai 969.
Melanjutkan dominasi Sumenep, Moh. Haikal Nur Wahyu sukses meraih juara ketiga dengan nilai 942. Sementara itu, Alya Rizki Nafiza Ulma berhasil menempati posisi keempat dengan selisih poin tipis, yaitu 936.
Ajaibal Mauldiansyah kemudian berada di posisi kelima dengan nilai 928. Diikuti oleh Diandra Aulia Ratnasari yang menempati peringkat keenam, juga dengan perolehan nilai yang sama, yaitu 928, menandakan persaingan yang ketat di antara para peserta muda berbakat.
Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 merupakan hasil kolaborasi apik antara Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pagelaran busana yang sarat akan nilai budaya ini diselenggarakan di lokasi ikonik, tepat di depan Labang Mesem Keraton Sumenep. Kemegahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran sejumlah raja dan kesultanan dari berbagai penjuru Nusantara, menambah semarak dan prestise acara.












