Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Bromo Berasap, Malang Bertaruh: Kisah Penjaga Hutan dan Ancaman Karhutla bagi Pendidikan Lingkungan

badge-check

Ketika Bromo Berasap, Malang Bertaruh: Kisah Penjaga Hutan dan Ancaman Karhutla bagi Pendidikan Lingkungan Perbesar

KlikMojok – Udara di sekitar Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, terasa menebal. Bukan kabut pagi yang biasa menyelimuti lereng Tengger, melainkan kepulan asap tipis yang menyelinap dari kejauhan, membawa serta aroma hangus yang tak asing di musim kemarau panjang. Di balik panorama indah Gunung Bromo yang biasanya megah, kini tersimpan ancaman nyata: kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus menjalar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyadari potensi bahaya yang mengintai, Polres Malang menyiagakan personelnya secara penuh, mengambil langkah antisipasi agar api Karhutla Bromo tidak merembet ke wilayah Kabupaten Malang, sebuah pertaruhan besar untuk menjaga ekosistem dan masa depan pendidikan lingkungan di kawasan tersebut.

Titik api, yang dilaporkan masih terlihat hingga Jumat (11/9/2026) siang, berpusat di kawasan Lembah Watangan Bukit Pengol, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Area ini, yang merupakan bagian integral dari TNBTS, menyimpan keanekaragaman hayati yang tak ternilai. Setiap jengkal hutan yang terbakar bukan hanya berarti hilangnya pepohonan, tetapi juga habitat bagi flora dan fauna endemik, serta potensi kerugian ekologis jangka panjang yang akan memengaruhi iklim mikro dan kualitas tanah. Lebih dari sekadar bencana lingkungan, peristiwa ini menjadi pelajaran pahit tentang kerapuhan alam dan urgensi konservasi.

Menghadapi ancaman yang kian nyata, sebuah tim gabungan yang terdiri dari Polsek Poncokusumo, Koramil Poncokusumo, TNBTS, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas, telah diterjunkan ke lapangan. Mereka tak hanya memantau, tetapi juga bahu-membahu membantu upaya pemadaman yang tak kenal lelah. Sekitar 25 personel terlibat dalam penanganan ini, berbekal peralatan seadanya namun penuh dedikasi. Sekop, garu, dan pompa punggung menjadi senjata utama mereka, ditambah dengan metode tradisional memukul titik api menggunakan dahan basah serta menyemprotkan air ke bara yang masih menyala.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menekankan pentingnya kesiapsiagaan ini. Ia menjelaskan bahwa personel di wilayah Poncokusumo terus bersiaga penuh untuk mengantisipasi setiap perkembangan api. “Personel Polsek Poncokusumo bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di wilayah Jemplang. Kami mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Kabupaten Malang dan memastikan masyarakat tetap aman,” kata AKP Budiono kepada wartawan, Jumat (11/9/2026). Pemantauan intensif dilakukan dari Pos Jemplang dan Pos Coban Trisula, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Koordinasi erat juga terus dijalin dengan petugas TNBTS dan tim pemadam untuk mendapatkan informasi terkini mengenai titik api.

Dari hasil pengecekan lapangan, beberapa titik panas memang terdeteksi di sekitar kawasan Ngadas, memicu respons cepat dari petugas untuk melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi riil di lapangan. AKP Budiono juga tak lupa mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran atau memasuki kawasan yang sedang dalam penanganan. “Yang paling penting masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan mendekati titik kebakaran karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya, mengingatkan akan bahaya yang mungkin timbul secara mendadak. Warga juga diminta proaktif untuk segera melapor apabila melihat titik api atau kepulan asap yang mencurigakan.

Meluasnya Karhutla ini juga membawa dampak signifikan pada sektor pariwisata Gunung Bromo, yang merupakan salah satu ikon utama Jawa Timur. Akses wisata melalui pintu Jemplang dari arah Malang kini ditutup total untuk kunjungan wisatawan, demikian pula kawasan Savana Lembah Watangan yang dikenal dengan padang rumput indahnya. Sementara itu, akses melalui Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan masih dibuka, namun dengan pembatasan ketat. Wisatawan yang masuk dari dua pintu tersebut hanya diperbolehkan sampai kawasan Laut Pasir, menjaga mereka dari area yang berpotensi berbahaya. “Kami juga mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri menuju kawasan yang ditutup dan selalu mengikuti informasi resmi serta arahan petugas,” imbuhnya, menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan.

AKP Budiono menegaskan bahwa pemantauan di wilayah Poncokusumo akan terus dilakukan demi memastikan perkembangan Karhutla tidak menimbulkan dampak lebih luas ke wilayah Kabupaten Malang. Peristiwa ini bukan sekadar bencana alam biasa; ia adalah pengingat keras akan kerapuhan ekosistem dan pentingnya pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. Di tengah upaya heroik para petugas dan kesiagaan masyarakat, terselip harapan bahwa dari setiap jilatan api yang berhasil dipadamkan, akan tumbuh kesadaran baru akan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga warisan alam ini. “Koordinasi dan kesiapsiagaan akan terus kami lakukan. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dan segera menyampaikan informasi jika menemukan api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya, sebuah ajakan bagi setiap individu untuk menjadi mata dan telinga penjaga hutan, memastikan bahwa Bromo tetap lestari, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai laboratorium alam bagi generasi mendatang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Madiun Menjemput Berkah: Merajut Ekonomi dan Edukasi dalam Ekosistem Haji-Umrah 2026

11 Sep 2026 - 15:20 WIB

Madiun Menjemput Berkah: Merajut Ekonomi dan Edukasi dalam Ekosistem Haji-Umrah 2026

Siap Hadapi Dunia Pendidikan: Mahasiswa PGSD Umsida Jalani Asistensi Mengajar 4 Bulan di SD Muhida

11 Sep 2026 - 15:17 WIB

Siap Hadapi Dunia Pendidikan: Mahasiswa PGSD Umsida Jalani Asistensi Mengajar 4 Bulan di SD Muhida

Bromo di Ambang Bahaya: Erupsi Mengintai, Api Melalap Kawasan Wisata

11 Sep 2026 - 12:36 WIB

Bromo di Ambang Bahaya: Erupsi Mengintai, Api Melalap Kawasan Wisata

Sumur Bor Presisi Polres Ngawi: Jantung Kehidupan di Tengah Lirihnya Kemarau

11 Sep 2026 - 12:36 WIB

Sumur Bor Presisi Polres Ngawi: Jantung Kehidupan di Tengah Lirihnya Kemarau

Ketika Bahagia Berubah Abu: Kisah Pilu Kebakaran Rumah Jelang Resepsi Pernikahan di Jombang

11 Sep 2026 - 09:46 WIB

Ketika Bahagia Berubah Abu: Kisah Pilu Kebakaran Rumah Jelang Resepsi Pernikahan di Jombang
Trending di Pendidikan