Menu

Mode Gelap
Lowongan Kerja Surabaya: Driver dan Staff Accounting Dibuka Eksplorasi Tempat Wisata di Surabaya yang Instagramable dan Menarik Eksplorasi Surabaya: Rekomendasi Wisata Kuliner dan Hotel Terbaik Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Masih Berlangsung, 475 Ribu KPM Baru Ditambahkan Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

Panduan

Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Masih Berlangsung, 475 Ribu KPM Baru Ditambahkan

badge-check


					Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Masih Berlangsung, 475 Ribu KPM Baru Ditambahkan Perbesar

Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 masih terus berlangsung hingga akhir Mei. Update terbaru menunjukkan banyak data KPM di aplikasi Cek Bansos kini berubah dari periode Januari-Maret menjadi April-Juni 2026, menandakan proses pencairan susulan masih berjalan.

Selain itu, pemerintah juga mencatat ada sekitar 475.821 keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang masuk dalam penyaluran triwulan kedua tahun 2026. Mereka menggantikan penerima lama yang dicoret dari daftar bansos karena berbagai alasan administrasi maupun perubahan status ekonomi.

Penyaluran bantuan sosial saat ini dilakukan bertahap melalui kartu KKS Bank BRI, BNI, Mandiri, BSI, hingga PT Pos Indonesia. Status Cek Bansos berubah menjadi April-Juni 2026, menandakan proses pencairan susulan masih berjalan.

Banyak KPM yang sebelumnya masih melihat periode Januari-Maret 2026 di aplikasi Cek Bansos kini mulai mengalami perubahan menjadi April-Juni 2026. Perubahan status tersebut menjadi sinyal bahwa data penerima bantuan tahap kedua sudah mulai diproses kembali oleh sistem Kemensos.

Sebagian besar KPM yang sebelumnya gagal cek rekening atau terkendala administrasi sekarang statusnya sudah SPM dan tinggal menunggu SI atau standing instruction. Status SPM menunjukkan bantuan sudah masuk tahap Surat Perintah Membayar, sedangkan SI menandakan proses penyaluran menuju top up rekening KKS.

KPM dengan status tersebut diperkirakan mulai menerima pencairan pada Juni 2026 mendatang sebagai bagian dari pencairan susulan tahap kedua. Pencairan sendiri masih dilakukan bertahap melalui Bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *