Madiun – Suasana berbeda tampak di sepanjang Jalan Dawuhan–Serayu, Kota Madiun, Kamis (12/2/2026) pagi. Yayasan Bina Insan Muslim Madiun menggelar Flashmob Tarhib Ramadan 1447 H sebagai bentuk syiar sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan dan suka cita.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di MIT Bakti Ibu Kota Madiun. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan, yakni TKIT An Nuur, MIT Bakti Ibu, SMPIT Bakti Ibu, dan SMA Al Hikmah Madiun. Kolaborasi lintas jenjang tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di ruang publik.

Acara diawali dengan sambutan perwakilan pengurus Yayasan Bina Insan Muslim Madiun, Ustadz Slamet Mulyono, S.Pd.I. Ia mengajak seluruh peserta menyambut Ramadan dengan persiapan iman, ilmu, dan amal terbaik. Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Apresiasi juga disampaikan Kanit Binmas Polsek Taman, AKP Winarno, S.Sos. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai aktivitas positif generasi muda. Ia berpesan agar peserta tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan meliputi flashmob bertema Ramadan, orasi anak, serta aksi sosial berupa pembagian jadwal imsakiyah dan kurma kepada masyarakat. Dalam flashmob, para siswa menampilkan gerakan energik dengan pesan-pesan penyambutan Ramadan. Sementara itu, orasi anak menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk mengajak masyarakat meningkatkan ibadah, memperbanyak amal, dan menyambut Ramadan dengan hati bersih.
Rute kegiatan dimulai dari Jalan Dawuhan, berlanjut ke Jalan Serayu Timur hingga sebelum perempatan Serayu. Sepanjang perjalanan, peserta membagikan imsakiyah dan kurma sebagai simbol berbagi dan kepedulian. Banner serta poster kreatif bertema Ramadan turut dibawa siswa, guru, dan karyawan, sehingga semakin menarik perhatian warga yang melintas.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap nilai kolaborasi, empati, dan semangat syiar Islam semakin tertanam, khususnya pada generasi muda. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan memperbaiki kualitas diri.
Penulis: Arif Defri Gozaini













