Surabaya – Kegiatan Pramuka kerap identik dengan baris-berbaris, seragam cokelat, serta tepuk tangan yang riang. Namun, di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya, Pramuka dihadirkan dengan konsep berbeda dan lebih edukatif.
Setiap hari Sabtu, sekolah yang beralamat di Jalan Bulak Rukem III Nomor 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, rutin melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Kegiatan ini sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mewajibkan sekolah menyediakan Pramuka sebagai salah satu kegiatan wajib pilihan dalam pembentukan karakter peserta didik.

Pada kegiatan Pramuka yang berlangsung Sabtu (13/12/2025), para siswa diajak mengikuti permainan edukatif “Tom and Jerry” yang dimodifikasi menjadi permainan strategi. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Kak Syahrul, S.Pd, selaku pelatih Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya.
Menurut Kak Syahrul, S.Pd, yang juga tengah menempuh pendidikan S2 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Pramuka tidak hanya bertujuan melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter yang utuh.
“Pramuka membentuk peserta didik agar mandiri, tanggap, dan memiliki kemampuan berpikir strategis. Melalui permainan seperti Tom and Jerry, siswa belajar menyusun strategi, bekerja sama dalam tim, dan memecahkan masalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan hidup atau life skills yang diajarkan dalam Pramuka meliputi kemampuan pemecahan masalah, perencanaan strategi, serta kerja sama tim. Tanpa stimulasi kognitif, kegiatan Pramuka dikhawatirkan kurang optimal dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Permainan Tom and Jerry sendiri dirancang untuk melatih siswa berpikir cepat, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan situasi yang terus berubah. Suasana kegiatan pun berlangsung seru dan penuh antusiasme.
Penulis yang juga merupakan Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, serta tengah menempuh pendidikan S2 RPL Manajemen Pendidikan UNESA, menegaskan bahwa Pramuka tidak pernah dimaksudkan menjadi kegiatan yang monoton.
“Dengan mengintegrasikan permainan strategis, Pramuka dapat menjadi wahana pelatihan kecerdasan, kepemimpinan, dan karakter. Bukan hanya soal tepuk tangan dan baris-berbaris, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis dan adaptif,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, SMP PGRI 6 Surabaya berharap citra Pramuka semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Pramuka bukan sekadar kegiatan luar ruangan, melainkan pusat pembentukan keterampilan hidup yang akan dibawa siswa sepanjang hayat. (BANU ATMOKO)













