Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Unik! Guru Al Uswah Surabaya Lahirkan Puluhan Karya Inovatif untuk Pendidikan Masa Depan

badge-check


					Unik! Guru Al Uswah Surabaya Lahirkan Puluhan Karya Inovatif untuk Pendidikan Masa Depan Perbesar

“Metode lebih penting dibandingkan kurikulum. Guru lebih penting daripada metode. Dan spirit guru lebih penting daripada guru itu sendiri.”

Kalimat bijak dari KH. Hasan Abdullah Sahal itu menjadi ruh di balik semangat ratusan guru Al Uswah Surabaya untuk terus berinovasi dan belajar.

Suasana semangat akademik dan kreativitas tengah mewarnai lingkungan Al Uswah Surabaya. Di bulan November yang identik dengan Hari Guru Nasional, Direktorat Pendidikan Al Uswah Surabaya menggelar ajang lomba guru tingkat internal — bukan sekadar lomba, tetapi wadah untuk menumbuhkan profesionalisme, memperkaya metode pembelajaran, dan memperkuat karakter pendidik yang berdaya ubah.

Direktur Pendidikan Al Uswah Surabaya, Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi. “Melalui kompetisi ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat riset dan kreativitas guru. Kualitas layanan pendidikan tidak bisa berhenti di rutinitas, tapi harus terus dikembangkan melalui inovasi nyata di kelas,” ujarnya.

Kompetisi guru yang diprakarsai oleh Bidang Penjaminan Mutu Direktorat Pendidikan Al Uswah Surabaya ini menghadirkan dua kategori utama: Lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Lomba Alat Peraga Edukasi (APE). Lomba PTK diikuti secara berkelompok beranggotakan dua guru, sementara APE digelar untuk peserta individu.

Sejak dimulai pada September 2025, ratusan guru dari berbagai jenjang — SDIT Al Uswah, SD Al Uswah 2, SMPIT Al Uswah, dan SMAIT Al Uswah — berlomba menyiapkan karya terbaik mereka. Dua bulan penuh mereka bergulat dengan ide, meneliti, membuat, lalu menguji hasilnya langsung di ruang kelas.

Hasilnya sungguh luar biasa. Sebanyak 34 penelitian PTK berhasil diterbitkan oleh guru-guru Al Uswah. Setiap penelitian lahir dari problem nyata di kelas, lalu diuji melalui serangkaian tindakan perbaikan. Banyak hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa antara siklus pertama dan kedua. “Setiap karya adalah refleksi dan solusi dari proses belajar yang terus disempurnakan,” ujar salah satu panitia.

Sementara itu, Lomba APE melahirkan 55 alat peraga pembelajaran inovatif. Mulai dari alat bantu sains dan matematika, hingga media kreatif untuk pembelajaran bahasa dan hafalan Al-Qur’an. Tak sekadar dinilai dari desain dan keunikannya, APE juga wajib diuji langsung di kelas. Setiap peserta diwajibkan mengirimkan video praktik penggunaan alat peraga sebagai bukti efektivitasnya.

Dari ratusan karya yang masuk, terpilih 10 penelitian PTK terbaik dan 15 alat peraga unggulan yang melaju ke babak final. Pada Sabtu, 8 November 2025, seluruh finalis tampil mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi kampus ternama.

Dewan juri untuk kategori APE terdiri dari Husni Mubarok, S.Pd., M.Sc., Ph.D dan Arqoma Nurveda, S.Kom., M.Pd., keduanya dosen dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sedangkan untuk lomba PTK, penilaian dilakukan oleh Dr. Danang Prastyo, M.Pd. (Universitas Adi Buana) dan Dr. Hari Sugiharto Setyaedhi, M.Si. (UNESA). Para juri tak hanya memberikan penilaian, tapi juga umpan balik dan arahan perbaikan karya.

Puncak penghargaan dan pengumuman pemenang akan digelar pada peringatan Hari Guru Nasional, 29 November 2025. Tak hanya penghargaan untuk pemenang, Direktorat Pendidikan juga menyiapkan apresiasi bagi semua finalis yang telah menyelesaikan karya terbaiknya.

“Melalui ajang ini, kami ingin memupuk semangat inovasi guru. Ketika guru kreatif dan semangat, murid pun akan termotivasi. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari perjalanan mencetak guru pembelajar sepanjang hayat,” ujar Moch. Edris menutup keterangannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini