Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

Petugas Haji 2026 Disiapkan Lebih Ketat, Rekrutmen Dibuka November

badge-check


					Petugas Haji 2026 Disiapkan Lebih Ketat, Rekrutmen Dibuka November Perbesar

Menjadi petugas haji bukan sekadar mendampingi jemaah ke Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menekankan, tugas ini menuntut kesiapan fisik, kemampuan komunikasi, hingga pemahaman fikih haji. Karena itu, rekrutmen petugas haji untuk musim 2026 akan dilakukan lebih ketat.

Rekrutmen dijadwalkan mulai November 2025. Mereka yang lolos seleksi akan masuk pelatihan intensif selama tiga hingga empat minggu di embarkasi haji. “Banyak keluhan dari jemaah terkait petugas yang kurang optimal menjalankan tugasnya. Maka, mulai tahun depan kita perketat,” kata Jubir Kemenhaj, Dahnil, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/9).

Pelatihan mencakup tiga aspek utama: ketahanan fisik, fikih dasar haji, dan bahasa Arab dasar. Dahnil menekankan pentingnya ketiganya agar petugas siap menghadapi dinamika di lapangan. “Minimal mereka kuat berjalan, mengangkat, paham fikih, dan bisa menjawab pertanyaan dasar dengan bahasa Arab,” ujarnya.

Jumlah kuota jemaah haji Indonesia pada 1447 Hijriah/2026 tetap sama, yakni sekitar 220 ribu orang. Dari jumlah itu, 92 persen diperuntukkan bagi jemaah reguler dan sisanya haji khusus. Layanan jemaah akan ditangani dua perusahaan penyedia layanan, Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest.

Seorang mutawwif, Iqdam Aun Rafiq, turut mengingatkan calon petugas agar memperkuat wawasan ibadah haji, menguasai bahasa internasional, menjaga kekompakan, serta menjalin komunikasi baik dengan ketua rombongan (karom), ketua regu (karu), maupun pembimbing KBIHU. “Kerjasama tim adalah kunci sukses dalam mendampingi jemaah,” tulisnya dalam unggahan di media sosial.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan