Ada kabar gembira banget nih buat kamu yang lagi mimpiin punya rumah sendiri! Presiden Prabowo Subianto baru aja bikin gebrakan keren dengan meluncurkan program insentif Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan BPJS Ketenagakerjaan. Bayangin, program senilai Rp 150 miliar ini punya misi mulia: bikin bunga cicilan rumah kamu jadi lebih ringan.
Nggak main-main, insentif ini bakal menyasar sekitar 1.050 unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR), Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), Program Uang Muka Perumahan (PUMP), dan Program Rumah Pertama (PRP) di sepanjang tahun 2025. Jadi, buat kamu yang udah lama naksir rumah atau apartemen impian, ini dia sinyal dari semesta buat segera wujudkan!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga spill info penting, yaitu stimulus ini menetapkan batas maksimal bunga kredit perumahan jadi BI-Rate +3% dari yang sebelumnya BI Rate +5%. Kerennya lagi, selisih bunga ini sepenuhnya ditanggung sama BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, beban kamu auto-ringan! Fasilitas ini juga super fleksibel, bisa dipakai pekerja buat bayar cicilan rumah maupun untuk uang muka atau down payment (DP).
Bukan cuma pekerja, para pengembang perumahan juga kecipratan untung lho! Mereka dapat insentif bunga kredit yang sekarang jadi BI-Rate +4% dari ketentuan sebelumnya BI Rate +6%. Selain itu, relaksasi aturan kredit juga dipercepat banget lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Tujuannya jelas, biar para pekerja lebih gampang lolos proses kredit dan mimpi punya rumah bisa segera jadi kenyataan.
Dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (15/9), Airlangga bilang, “Tahun ini ditargetkan sampai 1.050 unit, namun tahun depan akan ditingkatkan jumlahnya karena ini akan mendukung program Presiden untuk menyediakan tiga juta rumah.” Dia menambahkan, realisasi stimulus penurunan bunga kredit ini diharapkan dapat membuat pengajuan pinjaman perumahan untuk pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi lebih kompetitif.
Tau gak sih, ada sekitar 40 juta pekerja yang rajin bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan? Nah, dana yang terkumpul dari iuran ini nggak cuma ngendap, tapi bisa dikembalikan lagi ke peserta dalam bentuk manfaat perumahan. Airlangga, yang juga Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2024, menegaskan, “Itu dikembalikan kepada mereka yang sudah bayar iuran. Nah itu kan bisa juga dibayar untuk DP pembelian perumahan.”
Dengan langkah pemerintah menurunkan bunga kredit bagi pekerja maupun pengembang, Airlangga berharap program perumahan bakal makin diminati banyak orang. Apalagi, ada banyak banget dukungan skema pembiayaan lain yang siap membantu, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan, dan tentunya support dari BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, punya rumah sendiri bukan cuma mimpi lagi, tapi makin dekat jadi kenyataan!








