Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Inflasi Terkendali: Jurus Jitu BI dan Daerah Tekan Harga?

badge-check


					Inflasi Terkendali: Jurus Jitu BI dan Daerah Tekan Harga? Perbesar

Jakarta, IDN Times – Kabar baik nih, gaes! Bank Indonesia (BI) kasih lampu hijau soal inflasi Agustus yang tetap kalem di angka 2,5 plus minus 1 persen. Artinya, harga-harga masih aman terkendali, terutama berkat deflasi di sektor makanan dan harga yang diatur pemerintah.

Kalau kita bedah data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus memang deflasi tipis sebesar 0,08 persen (mtm). Alhasil, inflasi tahunan IHK melandai jadi 2,13 persen (yoy). Mantap!

“Inflasi yang adem ayem ini adalah bukti nyata dari konsistensi kebijakan moneter. Selain itu, sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) juga makin solid,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025).

1. Kenapa Inflasi Inti Masih Jalan Terus?

Oke, mari kita bahas lebih detail. Kelompok inti ternyata masih mengalami inflasi. Agustus ini, inflasi inti tercatat 0,06 persen (mtm), memang lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,13 persen (mtm). Tapi kok bisa?

Usut punya usut, biang keladinya adalah biaya pendidikan dan harga emas perhiasan. Uang kuliah dan biaya masuk SD ikutan naik, ditambah lagi harga emas global juga lagi tinggi-tingginya. Tapi tenang, ekspektasi inflasi masih terjaga kok. Secara tahunan, inflasi inti Agustus 2025 berada di angka 2,17 persen (yoy), turun dari bulan sebelumnya yang 2,32 persen (yoy).

2. Tomat dan Cabai Selamatkan Dompet Kita dari Inflasi Makanan

Nah, ini dia pahlawan kita! Kelompok *volatile food* alias makanan bergejolak justru mengalami deflasi sebesar 0,61 persen (mtm). Siapa saja yang berjasa? Tomat, cabai rawit, dan bawang putih! Pasokan lagi melimpah karena panen raya dan impor bawang putih juga lancar. Alhamdulillah dompet tetap tebal!

Meski begitu, secara tahunan, kelompok *volatile food* masih mencatatkan inflasi sebesar 4,47 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 3,82 persen (yoy). Tetap waspada ya, gaes!

“Ke depannya, inflasi *volatile food* diprediksi tetap terkendali berkat sinergi apik antara Bank Indonesia, TPIP, dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” imbuh Ramdan.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi, Mana Lebih Berbahaya?
Ekonomi Indonesia Deflasi 0,37 Persen pada Mei 2025
Harga Konsumen di China Turun Lagi, Tekanan Deflasi Makin Dalam

3. Harga Tiket Pesawat Bikin Kelompok Harga yang Diatur Pemerintah Ikutan Turun

Kabar gembira lainnya datang dari kelompok *administered prices* alias harga yang diatur pemerintah. Agustus ini, kelompok ini deflasi sebesar 0,08 persen (mtm), berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang inflasi 0,09 persen (mtm).

Penyebabnya? Diskon harga tiket pesawat dalam rangka HUT RI 2025 dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Lumayan banget kan buat liburan atau mudik?

“Perkembangan ini didorong oleh implementasi diskon harga tiket pesawat dalam rangka peringatan HUT RI 2025 dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Secara tahunan, kelompok *administered prices* tercatat inflasi sebesar 1,00 persen (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,32 persen (yoy),” pungkasnya.

Ringkasan

Inflasi Agustus terkendali di angka 2,5 plus minus 1 persen berkat deflasi di sektor makanan dan harga yang diatur pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) deflasi 0,08 persen (mtm), sehingga inflasi tahunan menjadi 2,13 persen (yoy). Konsistensi kebijakan moneter dan sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Daerah menjadi kunci utama.

Deflasi didorong oleh penurunan harga tomat, cabai rawit, bawang putih, dan tiket pesawat. Namun, inflasi inti masih terjadi karena biaya pendidikan dan harga emas perhiasan yang meningkat. Bank Indonesia memperkirakan inflasi volatile food akan tetap terkendali melalui sinergi dengan TPIP dan TPID.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini