Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Vibes

Gentle Parenting: 4 Rahasia Membentuk Anak Empati & Bahagia

badge-check


					Gentle Parenting: 4 Rahasia Membentuk Anak Empati & Bahagia Perbesar

Udah nggak asing lagi dong sama istilah gentle parenting? Pola asuh yang lagi nge-tren beberapa tahun terakhir ini memang bikin banyak orangtua kepo, bahkan pengen langsung ikutan. Pasalnya, pola asuh ini punya janji manis: membentuk anak-anak yang mandiri, percaya diri, dan tentu saja bahagia.

Intinya, gentle parenting adalah pendekatan yang super lembut, tapi punya tujuan besar: membentuk anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan pastinya bahagia. Caranya? Lewat empati, rasa hormat, pengertian, dan yang nggak kalah penting, menetapkan batasan yang jelas tapi sehat.

Beda jauh sama pola asuh zaman dulu yang seringnya pakai sistem ‘hukuman dan hadiah’, gentle parenting ini, seperti dikutip dari Parents, Selasa (11/3/2025), lebih fokus ke perkembangan anak sesuai usianya. Jadi, bukan cuma soal hasil, tapi prosesnya juga diperhatiin banget.

Menurut parenting coach Danielle Sullivan, manfaat gentle parenting ini seabrek banget. Kata dia, “Gentle parenting itu ngajarin anak buat aktif di dunia, berani bikin batasan sendiri, percaya sama apa yang mereka butuhkan, dan yang paling penting, berani bersuara.” Keren banget, kan? Bahkan, pola asuh ini juga bisa jadi tameng buat anak agar nggak gampang terlibat perilaku merundung, lho. Tapi, apa lagi sih manfaat gentle parenting yang bikin hati tenang dan anak tumbuh jadi pribadi hebat?

Manfaat menerapkan gentle parenting

1. Bye-bye Kecemasan!

Siapa bilang pola asuh lembut bikin anak lembek? Justru sebaliknya! Riset membuktikan, gentle parenting itu efektif banget buat mengurangi risiko kecemasan pada anak. Bahkan, buat balita yang pemalu sekalipun, pola asuh ini bisa bantu mereka merespons situasi sosial dengan lebih tenang dan teratur. Penasaran sama risetnya? Judulnya “Parental Gentle Encouragement Promotes Shy Toddlers’ Regulation in Social Contexts”.

2. Ikatan Batin yang Kuat antara Orangtua dan Anak

Sama seperti slow parenting yang menekankan bonding, gentle parenting juga jago banget ningkatin kualitas hubunganmu dengan si kecil. Ada penelitian yang bilang, hadiah terbaik buat anak itu bukan cuma materi, tapi juga cinta, waktu, dan dukungan penuh dari orangtua. Dan, gentle parenting ini bantu banget buat mewujudkannya. Cek deh riset berjudul “The Importance of Early Bonding on the Long-term Mental Health and Resilience of Children” kalau penasaran!

3. Jago Bersosialisasi dengan Kebaikan

Anak-anak itu ibarat spons, mereka nyerap semua yang mereka lihat dari kita, apalagi bayi dan balita. Nah, karena gentle parenting itu dasarnya empati dan rasa hormat, otomatis anak jadi belajar meniru sifat-sifat positif ini. Hasilnya? Mereka tumbuh jadi individu yang punya empati tinggi dan selalu menghargai orang lain. Auto jadi kesayangan semua orang, deh!

4. Ngerti Perasaan Orang Lain (Empati Level Dewa!)

Selain jadi pribadi yang positif di lingkungan sosial, gentle parenting juga kunci utama anak buat ngembangin empati yang mendalam. Menurut Cleveland Clinic, ini karena orangtua diajarin buat fokus gimana tindakan mereka ngaruh ke perasaan anak. Jadi, saat anak ngerti gimana kelakuan mereka bisa bikin kamu seneng atau sedih, mereka juga bakal belajar gimana kamu bereaksi ke mereka.

Dokter anak Karen Estrella, MD, ngejelasin kalau gentle parenting bantu anak buat paham konsekuensi dari perilaku mereka. Karena gini, anak itu tukang tiru ulung. “Kalau mereka lihat orangtuanya teriak-teriak pas lagi kesel, anak juga bakal mikir itu wajar dan ngikutin. Beda ceritanya kalau kita kasih contoh respons yang tenang dan bijak,” kata Estrella. Jadi, bukan cuma teori, tapi langsung praktik dari role model terbaik: kamu!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ingin Turun Berat Badan? Ini 5 Olahraga yang Paling Realistis untuk Perempuan

31 Desember 2025 - 15:57 WIB

Keluarga Korban Kembalikan Santunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Hanya Ingin Rida Kiai-Guru

2 Oktober 2025 - 10:17 WIB

Santunan Duka Al Khoziny

Fakta di Balik Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha

1 Oktober 2025 - 04:01 WIB

Mendag Revisi Aturan Larangan Campur Gula Rafinasi

29 September 2025 - 19:50 WIB

Ini Evaluasi Pemerintah terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG

29 September 2025 - 01:10 WIB

Trending di Vibes