Menu

Mode Gelap
Lowongan Kerja Surabaya: Driver dan Staff Accounting Dibuka Eksplorasi Tempat Wisata di Surabaya yang Instagramable dan Menarik Eksplorasi Surabaya: Rekomendasi Wisata Kuliner dan Hotel Terbaik Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Masih Berlangsung, 475 Ribu KPM Baru Ditambahkan Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

badge-check


					Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan Perbesar

Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika gelombang manusia mulai memenuhi Padang Arafah. Satu per satu, lalu ribuan, lalu jutaan—hingga Selasa ini lebih dari 1,6 juta jemaah haji telah berkumpul di hamparan terbuka berjarak sekitar 20 kilometer di tenggara Kota Makkah itu.

Inilah Wukuf Arafah—berdiam di Arafah—inti dan mahkota dari seluruh rangkaian ibadah haji. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda singkat namun padat makna: “Al-hajju Arafah”—Haji itu adalah Arafah.

Sejak fajar hari kesembilan bulan Zulhijah, jemaah mengalir masuk ke kawasan Arafah. Mereka datang dengan satu misi: beribadah, berdoa, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampunan — semuanya dilakukan di dalam batas-batas kawasan suci ini hingga matahari terbenam.

Para ulama Islam menggambarkan hari ini sebagai salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Sebuah hari yang lekat dengan rahmat, ampunan, dan pembaruan spiritual. Tepat di sini, pada tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad Saw. menyampaikan Khutbatul Wada—Khotbah Perpisahan—dari atas Jabal Arafah atau yang dikenal sebagai Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Suasana di Arafah diliputi kekhusyukan yang sulit dilukiskan. Di mana-mana terdengar lantunan talbiah dan takbir. Tangan-tangan terulur ke langit, memohon dalam berbagai bahasa — namun dengan satu Tuhan yang sama.

Pada tengah hari, khotbah Arafah disampaikan kepada para jamaah, memberikan bimbingan keagamaan sekaligus pengingat tentang keutamaan hari ini. Setelahnya, jamaah melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar secara jamak dan qashar, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Namun, ibadah tahun ini berlangsung di bawah tekanan cuaca yang ekstrem. Suhu melampaui 45 derajat Celsius, mendorong otoritas kesehatan Arab Saudi untuk berjaga penuh dan terus mengimbau jamaah agar menjaga hidrasi serta menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.

Pengalaman spiritual yang khidmat ini tak terwujud begitu saja. Di baliknya, otoritas Arab Saudi menggelar operasi logistik skala raksasa: sistem pengendalian kerumunan, jaringan transportasi, layanan medis, hingga unit respons darurat dikerahkan di seluruh kawasan suci untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan lebih dari 1,6 juta jiwa.

Ketika senja tiba dan matahari mulai tenggelam, Padang Arafah perlahan dikosongkan. Para jemaah bergerak menuju Muzdalifah — bukan untuk beristirahat sepenuhnya, melainkan untuk menunaikan salat Magrib dan Isya secara jamak, lalu bermalam dalam ibadah dan istirahat sejenak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksplorasi Surabaya: Rekomendasi Wisata Kuliner dan Hotel Terbaik

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Teori Jarum Hipodermik di Era Digital: Bagaimana Media Sosial Mempengaruhi Kita

26 Mei 2026 - 10:54 WIB

Irfan Hakim Dipercaya Prabowo untuk Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha

26 Mei 2026 - 10:54 WIB

Mengajarkan Membaca dengan Metode Fonik: Strategi Efektif untuk Kemampuan Literasi Anak

26 Mei 2026 - 09:17 WIB

Trending di Berita Terkini