Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai merealisasikan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan Flyover Gedangan, yang diharapkan dapat mengurai kemacetan parah di kawasan perempatan Gedangan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah Sidoarjo.
Proyek infrastruktur ini digadang-gadang menjadi solusi konkret untuk mengurai kemacetan parah di kawasan perempatan Gedangan. Pemkab Sidoarjo memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan, humanis, dan mengutamakan kepentingan warga terdampak.

Kemacetan di kawasan Gedangan sudah berlangsung menahun dan semakin parah pada jam sibuk maupun akhir pekan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Mahmud, SH., MM, mengatakan bahwa kemacetan di kawasan Gedangan sudah menjadi keluhan utama masyarakat.
Camat Gedangan, Asmara Hadi, menyebut kondisi kemacetan di wilayahnya sudah memunculkan istilah “tua di jalan” di kalangan masyarakat. Ia sangat mendukung dimulainya sosialisasi sebagai tanda tahapan pembangunan segera berjalan.
Secara teknis, desain Flyover Gedangan disebut akan menyerupai flyover di kawasan Waru-Juanda. Bentang jalur layang diproyeksikan membentang dari sekitar monumen Gedangan di sisi utara hingga mendekati akses menuju Perumahan Puri di sisi selatan.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan proyek Flyover Gedangan menjadi prioritas pembangunan daerah yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ia memastikan proses pembebasan lahan dilakukan secara adil dan tanpa praktik percaloan.
Pemkab Sidoarjo juga memastikan proses pembebasan lahan dibebaskan dari pajak maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) guna meringankan beban warga. Asmara Hadi menambahkan, skema ganti rugi tidak hanya menghitung tanah dan bangunan, namun juga vegetasi hingga kompensasi usaha bagi warga terdampak.
Warga Gedangan, Dolah (50), mengaku mendukung penuh pembangunan flyover tersebut demi kelancaran lalu lintas dan peningkatan ekonomi daerah. Menurutnya, warga juga antusias karena kawasan Gedangan nantinya akan lebih tertata dan proses ganti rugi dijamin pemerintah secara layak.
Untuk mempercepat tahapan tersebut, pihak Kecamatan dan Desa Gedangan membuka layanan jemput bola berupa percepatan validasi dokumen tanah, pengurusan surat ahli waris, hingga pembentukan posko pelayanan khusus bagi warga terdampak. Seluruh proses administrasi ditargetkan rampung dalam enam hingga tujuh bulan ke depan.
Keberadaan Flyover Gedangan diyakini bakal membawa dampak besar terhadap efisiensi mobilitas dan distribusi logistik di Kabupaten Sidoarjo. Kemacetan yang selama ini menjadi penghambat aktivitas ekonomi diharapkan dapat terurai, sehingga konektivitas kawasan semakin lancar dan produktif.









