Menu

Mode Gelap
Warisan Daniel Rembeth: Inspirasi Abadi Pejuang Hak Anak dan Pendidikan Bukan Akhir, Justru Awal: Memaknai Perjalanan Spiritual Umrah Setelah Kembali ke Tanah Air Milad ke-9 Miosi: Tokoh Nasional Kirim Doa untuk Pendidikan Berkarakter dan Generasi Unggul Lebih dari Sekadar Gerak Jalan: Himpaudi Tarik Tanamkan Nasionalisme di Peringatan HUT RI ke-81 Tumpengan Mumtas: Simbol Syukur dan Penguat Kebersamaan Komunitas Pendidikan Kebugaran Fisik Santri MBS At Taqwa Gosari Terjaga Melalui Rutinitas Senam dan Lari Pagi

Berita Terkini

Rahasia Menghadapi Tantrum Tanpa Drama: Orang Tua Wajib Baca!

badge-check


					Rahasia Menghadapi Tantrum Tanpa Drama: Orang Tua Wajib Baca! Perbesar

Saat Anak Tantrum, Orang Tua Tidak Harus Ikut ‘Panas’

Melihat anak menangis keras, menjerit, atau berguling di lantai memang bisa membuat kepala ikut mumet. Naluri pertama kita biasanya ingin langsung menghentikan semuanya: menyuruh diam, memarahi, atau bahkan mengancam agar mereka cepat tenang.

Tapi ada satu hal penting yang sering terlupa: anak yang tantrum bukan sedang ingin membuat hidup kita sulit. Mereka sedang kesulitan mengendalikan dirinya sendiri.

Sama seperti orang dewasa, anak juga punya hari-hari ketika emosinya penuh, tubuhnya lelah, pikirannya kewalahan, atau ada hal kecil yang terasa besar bagi mereka. Bedanya, mereka belum punya kemampuan untuk mengatakan, “Aku capek… Aku butuh bantuan… Tolong dengarkan aku.”

Di sinilah peran kita sebagai orang tua.

Menjadi ‘Kontainer’ yang Aman untuk Emosi Anak

Tugas kita bukan membungkam suara mereka, tetapi menjadi tempat yang aman untuk mereka “menumpahkan” apa yang sedang bergolak di dalam diri. Kita tidak harus memberi ceramah panjang, tidak perlu langsung mencari solusi. Cukup hadir, tenang, dan menerima.

Kadang hanya dengan berkata:

  • “Ibu di sini.”
  • “Ayah dengar kamu marah.”
  • “Kalau sudah siap, kita bicara ya.”

Anak merasa dipahami. Dan ketika mereka merasa dipahami, tubuhnya perlahan ikut tenang.

Mengapa Ini Penting?

Anak yang belajar bahwa perasaannya aman untuk dirasakan dan diterima saat kecil, akan tumbuh menjadi remaja yang mau mendengar, mau bicara, dan tidak takut mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka lebih percaya pada orang tuanya, bukan karena takut, tapi karena merasa dihargai.

Momen tantrum sebenarnya bukan kegagalan pengasuhan. Justru itu adalah kesempatan emas untuk menguatkan hubungan orang tua dan anak.

Jadi, lain kali saat anak sedang meledak-ledak, tarik napas sejenak. Ingat bahwa mereka bukan musuh, mereka sedang berjuang. Dan kita ada di sana untuk menemani, bukan melawan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panggung Kreativitas Tanpa Batas: Semarak Pembukaan Insan Fest 2026 Menuju Milad BQAM ke-12 Persembahan Kelas Akhir

19 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Menembus Panggung Dunia: 5 Santri Al Jahra Resmi Melangkah ke Ajang Internasional Moslem Youth Orator (IMYO)

18 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Teguhkan Ruhiyah, Recharge Semangat Guru SIT se-Jember melalui BPI Akbar

16 Agustus 2026 - 19:35 WIB

SDIT Ar Ruhul Jadid Wakili Kecamatan Jombang di Pesta Siaga 2026

13 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Trending di Berita Terkini