SURABAYA – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di SMP PGRI 6 Surabaya berlangsung berbeda dari biasanya. Bertempat di lapangan sekolah, Selasa (25/11), momen apresiasi bagi para pendidik ini dikemas lebih bermakna dengan tema yang lekat pada kehidupan pelajar masa kini: keselamatan digital.
Upacara bendera berlangsung khidmat, diiringi pemberian bunga untuk para guru sebagai bentuk penghormatan. Namun sorotan utama datang dari agenda tambahan yang tak kalah penting: pembacaan “Deklarasi Anak Surabaya Akses Konten Digital Aman dan Internet Sehat.” Deklarasi ini dibacakan oleh pengurus OSIS dan diikuti seluruh siswa sebagai komitmen bersama untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.

Komitmen Siswa di Era Digital
Suasana berubah hening ketika deklarasi mulai dibacakan. Di tengah derasnya informasi dan risiko digital yang kian kompleks, para siswa berdiri tegak, menyuarakan janji untuk menjaga ruang maya tetap aman. Pada momen yang sama, Kepala Sekolah sekaligus Pembina Upacara juga melakukan penyematan Pengukuhan Polisi Sekolah, simbol edukasi kedisiplinan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMP PGRI 6 Surabaya—yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara dan Mahasiswa S2 RPL Manajemen Pendidikan UNESA—menyampaikan pesan penting terkait peran guru dan siswa di era digital.
“Di 2025 ini, tugas guru bukan hanya mendampingi siswa di kelas, tetapi juga membimbing mereka di ruang digital. Deklarasi ini adalah janji siswa untuk menggunakan teknologi secara bijak. Saya mengajak seluruh siswa untuk menghargai guru, dengan satu prinsip: dahulukan adab daripada ilmu,” ungkapnya.
Isi Penting Deklarasi Internet Sehat
Deklarasi yang digaungkan siswa SMP PGRI 6 Surabaya menekankan empat komitmen utama:
- Menolak segala bentuk cyberbullying
- Menghindari konten pornografi dan judi online
- Memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya (anti-hoaks)
- Menjaga etika dan sopan santun di media sosial
Deklarasi ini diharapkan menjadi pedoman perilaku digital siswa, sekaligus pengingat bahwa literasi digital adalah bagian dari pendidikan karakter.
Momen Mengharukan Usai Upacara
Usai rangkaian upacara, muncul momen tak terduga yang mengundang haru. Para guru memberikan sepasang sepatu baru kepada Achmad Sulton Mubarok, petugas upacara pembaca doa, setelah mengetahui sepatu yang ia kenakan dalam tugasnya ternyata jebol. Aksi spontan itu menjadi hadiah istimewa di Hari Guru Nasional—mewakili semangat kasih sayang dan perhatian para pendidik terhadap murid-muridnya.
Peringatan HGN di SMP PGRI 6 Surabaya tahun ini bukan hanya seremonial. Melalui deklarasi internet sehat, sekolah menegaskan komitmen membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia digital dengan bijak.













