
Hari ini, Jumat (19/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal sedikit melempem, gengs! Kemarin aja, penutupan bursa bikin IHSG lesu di angka 8.008, alias turun 16,675 poin atau sekitar 0,21 persen. Duh, kenapa ya?

Menurut Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, ada drama baru setelah euforia pemangkasan suku bunga The Fed! Dulu semua pada happy, eh sekarang data ketenagakerjaan AS muncul dan jadi sorotan. Data Initial Jobless Claims (klaim pengangguran awal) itu turun drastis, dari 264.000 jadi 231.000. Gak cuma itu, Continuing Claims juga ikut melandai dari 1.927.000 ke 1.920.000.
Ini bukan kaleng-kaleng, lho, penurunan Initial Jobless Claims ini yang terbesar dalam empat tahun terakhir! Padahal sebelumnya sempat bikin cemas karena data ketenagakerjaan kayaknya mau nyungsep. Dengan kondisi begini, Maxi, sapaan akrabnya, bilang kalau secara analisis teknikal, IHSG berpotensi melemah tapi terbatas. Level support dan resistance-nya diprediksi ada di 7.850 sampai 8.050.
Baca juga: IHSG Ditutup Melandai Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Kurs Rupiah Lesu
Beda lagi pandangan dari Fanny Suherman, analis sekaligus Head of Retail Research BNI Sekuritas. Fanny menambahkan, penurunan 0,21 persen IHSG kemarin itu diiringi dengan aksi jual bersih alias net sell asing yang lumayan gede, nyentuh Rp265 miliar! Saham-saham favorit asing buat dijual kemarin ada BBCA, BMRI, BBNI, BREN, dan AMRT. Wah, siapa nih yang punya saham-saham itu?
Karena net sell ini, Fanny memprediksi IHSG hari ini bakal bergerak sideways alias jalan di tempat aja di rentang 7.950-8.050. Untuk level support, dia melihat di 7.930-7.950, sementara resistance-nya di 8.020-8.050.
Baca juga: Wall Street Menguat, Saham Berkapitalisasi Kecil Cetak Rekor di Tengah Penurunan Suku Bunga Acuan
Baca juga: Setelah The Fed Memangkas Suku Bunga
Tapi santai, buat kamu yang lagi hunting saham, ada beberapa rekomendasi teknikal dari para pakar sekuritas nih buat jadi contekan. Siapa tahu bisa jadi cuan!
1. Pilarmas Investindo
– CUAN: Harga terakhir 1.580, support di 1.535, resistance di 1.665, target di 1.650
– BUKA: Harga terakhir 163, support di 151, resistance di 171, target di 168
– SRTG: Harga terakhir 1.940, support di 1.865, resistance di 2.030, target di 2.000
2. BNI Sekuritas
– CDIA: Speculative buy di area 1.490-1.500, cutloss kalau di bawah 1.475. Target terdekat di 1.515-1.540.
– TOBA: Speculative buy di area 1.350-1.365, cutloss kalau di bawah 1.350. Target terdekat di 1.385-1.350.
– EMTK: Speculative buy di area 1.260, cutloss kalau di bawah 1.220. Target terdekat di 1.280-1.350.
– WIRG: Speculative buy di area 155-157, cutloss kalau di bawah 150. Target terdekat di 164-168.
3. MNC Sekuritas
– BBCA: Buy on weakness di 7.175-7.525, stoploss di bawah 7.000, target 8.175-8.500
– CUAN: Buy on weakness di 1.510-1.565, stoploss di bawah 1.455, target 1.625-1.675
– MTEL: Buy on weakness di 580-590, stoploss di bawah 575, target 615-645
– RATU: Buy on weakness di 5.550-6.800, stoploss di bawah 5.275, target 6.225-6.525
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham, ya. Semua rekomendasi dan analisis saham di atas murni dari para analis sekuritas terkait, jadi Kompas.com tidak bertanggung jawab atas untung rugi yang kamu dapat. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan kamu sebagai investor. Jadi, pastikan riset menyeluruh sebelum ambil keputusan investasi, biar gak nyesel kemudian!








