KLIKMOJOK – Harapan dan duka kembali mewarnai evakuasi reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Memasuki hari ketiga, Rabu (1/10/2025), tim SAR gabungan masih terus berjuang menembus puing bangunan tiga lantai yang ambruk. Hingga malam, tujuh korban berhasil ditemukan. Lima di antaranya selamat, sementara dua lainnya harus meregang nyawa.
“Korban terbaru berhasil dievakuasi sekitar pukul 20.22 WIB. Dia masih hidup, namun membutuhkan penanganan medis segera,” ungkap Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, dalam keterangan pers di posko Basarnas, Rabu malam.

Kronologi Evakuasi Hari Ketiga
Sejak siang hingga malam, proses pencarian berlangsung tanpa henti. Satu per satu korban berhasil ditarik dari balik tumpukan beton. Rinciannya, pukul 14.42 WIB seorang korban ditemukan meninggal. Tiga puluh menit kemudian, Haikal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Disusul korban lain yang ditemukan selamat pada pukul 16.05 WIB dan 18.02 WIB.
Namun, pukul 18.17 WIB kabar duka datang lagi: satu korban kembali ditemukan meninggal dunia. Hanya berselang menit, pukul 18.40 WIB, tim SAR kembali menemukan korban selamat. Malamnya, pukul 20.22 WIB, satu korban terakhir di hari itu juga berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. “Hari ini total ada tujuh korban, lima selamat dan dua meninggal,” ujar Bramantyo. Para korban selamat kini dirawat intensif di RSUD Notopuro, Sidoarjo.
15 Titik Dugaan Korban
Pencarian korban tidak dilakukan sembarangan. Menggunakan drone thermal, tim SAR mendeteksi 15 titik yang diduga lokasi korban. Dari jumlah itu, delapan titik berstatus hitam alias tak responsif, sedangkan tujuh titik lain menunjukkan tanda respons. “Kami prioritaskan titik merah atau yang masih responsif di sektor A1,” jelas Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer.
Ia menambahkan, tantangan terbesar ada pada kondisi bangunan. Jarak lantai atas dan bawah hanya sekitar 15 sentimeter, sehingga tim harus merangkak sambil membuat terowongan. “Di A1 ada dua target, satu hitam di depan dan satu merah di belakang. Evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Total Korban yang Sudah Dievakuasi
Jika ditotal sejak hari pertama, sudah ada 109 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, lima dinyatakan meninggal dunia. Operasi ini melibatkan 379 personel gabungan Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, dan relawan. “Kami akan terus berusaha menyelamatkan korban, pencarian dan penyisiran tidak akan berhenti,” tegas Bramantyo.
Latar Belakang Runtuhnya Bangunan
Musibah ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, sejumlah santri sedang menunaikan salat Ashar di lantai bawah bangunan yang difungsikan sebagai musala. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk usai dilakukan pengecoran lantai atas pada malam sebelumnya. Meski masih dalam tahap pembangunan, bagian bawah sempat dipakai sementara untuk kegiatan ibadah.








