Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Politic

Gangguan Akses Layanan Online Dispendukcapil Sidoarjo, Wabup Mimik Turun Tangan Klarifikasi

badge-check


					Gangguan Akses Layanan Online Dispendukcapil Sidoarjo, Wabup Mimik Turun Tangan Klarifikasi Perbesar

Warga Kabupaten Sidoarjo sempat dibuat cemas pada Rabu (12/11/2025) setelah layanan online Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dilaporkan sulit diakses. Keluhan muncul karena sejumlah pemohon merasa terhambat saat mengajukan dokumen kependudukan melalui platform daring yang selama ini menjadi andalan.

Merespons cepat situasi tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, segera melakukan klarifikasi langsung dengan pihak Dispendukcapil untuk memastikan kondisi sistem sebenarnya. Ia menegaskan bahwa laporan “gangguan sistem” tidak sepenuhnya benar.

“Barusan saya klarifikasi ke Dispendukcapil. Memang ada laporan tidak bisa akses, tapi itu tidak benar. Ternyata dari pemohon yang belum paham cara mengaksesnya, tergantung jaringan masing-masing. Bisa saja sistem menolak akses karena terdeteksi malware,” kata Mimik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (13/11/2025).

Setelah menerima laporan, tim teknis Dispendukcapil melakukan pengecekan menyeluruh. Hingga siang hari pukul 11.00 WIB, layanan sudah mencatat 487 permohonan masuk untuk berbagai jenis dokumen. Temuan itu menguatkan bahwa sistem berjalan normal dan bisa diakses seperti biasa.

Kepala Dispendukcapil Sidoarjo, Reddy Kusuma, juga menepis anggapan bahwa sistem layanan online mengalami kerusakan. Ia menekankan bahwa penyebab keluhan justru banyak terkait faktor keamanan jaringan dari sisi pengguna.

“Gak benar kalau sistemnya error. Kalau ada gangguan pasti kami infokan. Kadang akses ditolak karena sistem mendeteksi malware dari jaringan pengguna, bukan karena aplikasinya rusak,” jelas Reddy.

Menurutnya, masyarakat dapat mengakses layanan melalui situs dukcapil.sidoarjokab.go.id atau melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang tersedia di perangkat Android dan iOS. IKD menyediakan 11 jenis layanan dan dinilai lebih praktis.

“Selain lewat platform, bisa juga lewat IKD. Kami imbau masyarakat segera aktivasi IKD di MPP, kantor Dispendukcapil, atau di 18 kecamatan sesuai domisili,” ujarnya.

Reddy juga menyampaikan bahwa jumlah permohonan layanan daring terus meningkat. Pada 10 November tercatat 662 permohonan, naik menjadi 711 pada 11 November, dan bertambah lagi menjadi 725 pada 12 November.

Platform layanan online Dispendukcapil ini telah beroperasi sejak 2021, dan tahun ini mendapatkan pembaruan sistem keamanan untuk melindungi data masyarakat dari ancaman siber. “Jadi bukan error, tapi sistem lebih ketat terhadap potensi serangan,” tutup Reddy.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Deputi Gubernur BI Diperiksa KPK: Kasus Dana CSR Makin Panas!

11 September 2025 - 14:53 WIB

Uya Kuya Digeruduk Massa: Artis Senayan dalam Bahaya?

1 September 2025 - 05:14 WIB

Trending di Liputan