Pernah kebayang enggak kalau toko emas yang biasanya ramai pembeli, malah lebih banyak didatangi orang yang mau jual emasnya? Nah, ini dia yang belakangan diamati Widya Mulya, Sales Marketing Galeri24 Kota Tangerang, Banten. Jika biasanya nasabah antre mau beli, kini justru banyak yang antre untuk melakukan buyback alias menjual kembali emas yang mereka punya. “Jika dibandingkan dengan minggu lalu, transaksi buyback lumayan meningkat akhir-akhir ini,” cerita Widya kepada redakasi, Sabtu, 6 September 2025.
Widya menjelaskan, fenomena peningkatan transaksi buyback emas ini terjadi persis ketika harga emas sedang “nge-gas” alias bergerak naik. Saking naiknya, penjualan emas di Galeri24 sampai jeblok hingga 25 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Meski demikian, Widya menyebut tidak ada lonjakan kunjungan nasabah yang signifikan di gerainya selama sepekan terakhir.

Di tengah tren harga emas yang melonjak ini, logam mulia keluaran Galeri24 menjadi incaran banyak orang. Dengan ukuran 5 gram dan 10 gram sebagai primadona, emas-emas ini tetap jadi magnet bagi para investor maupun mereka yang ingin memanfaatkan momen harga tinggi.
Data dari situs resmi Pegadaian pada Sabtu, 6 September 2026, memperlihatkan betapa dahsyatnya kenaikan harga emas. Tiga produk logam mulia populer, yaitu UBS, Antam, dan Galeri24, semuanya sudah berada di atas angka Rp 2 juta per gram. Sebagai contoh, harga emas Antam menyentuh Rp 2.143.000 per gram, UBS di level Rp 2.075.000 per gram, dan emas keluaran Galeri24 ada di Rp 2.050.000 per gram. Angka-angka ini tentu bikin geleng-geleng kepala bagi yang mengikuti pergerakan pasar.
Pantauan *Tempo* di Galeri24 Kota Tangerang sekitar pukul 09.54 WIB menunjukkan suasana yang cukup ramai. Puluhan pengunjung terlihat memadati area ruang tunggu, dengan beberapa di antaranya tengah berkonsultasi serius dengan pegawai toko. Ada yang masih menimbang, ada pula yang sudah mantap. “Saya nanti beli 5 gram,” ujar seorang bapak-bapak kepada pegawai Galeri24, sesaat setelah melihat angka-angka fantastis di layar televisi.
Tak jauh dari bapak-bapak itu, ada seorang ibu paruh baya yang ditemui *Tempo* mengaku hendak menjual emasnya. Uniknya, alasan ia menjual bukan karena harga emas yang sedang melambung tinggi akhir-akhir ini, melainkan murni untuk urusan pribadi. Kisah ibu ini menunjukkan bahwa motivasi di balik transaksi emas bisa sangat beragam, tak selalu mengikuti tren pasar.
Namun, di antara puluhan nasabah yang hilir mudik, Salma, perempuan 22 tahun asal Tangerang, justru datang dengan misi yang berbeda. Hari itu, Salma baru saja membeli logam mulia perdananya. Jika biasanya ia hanya melirik emas dalam bentuk perhiasan, kali ini ia mantap berinvestasi pada emas batangan. Salma, yang bekerja di sektor perbankan, membeli emas Galeri24 seberat 5 gram yang rencananya akan disimpan sebagai investasi dan akan dijual jika memang dirasa perlu.
Salma menyadari betul bahwa harga emas saat ini jauh lebih mahal dibandingkan saat pertama kali ia berencana membelinya. Dulu, ia sempat menargetkan membeli emas 5 gram ketika harganya berkisar Rp 6 juta. Namun, per hari ini, harga emas 5 gram keluaran Galeri24 sudah melonjak menjadi Rp 10.025.000. Meski begitu, Salma tidak gentar. Ia tetap “sikat” emas tersebut karena yakin harganya akan terus merangkak naik di masa mendatang, menunjukkan optimisme Gen Z terhadap investasi emas.








