MAGETAN – Tidak semua penghargaan dibalut panggung megah. Ada apresiasi yang justru menyentuh karena lahir dari ketulusan. Itulah yang tampak di Baitul Quran Al Jahra saat lembaga ini menggelar Penghargaan Guru Berdedikasi 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional. Ruang acara tidak hanya dipenuhi tepuk tangan, tetapi juga senyum haru dan air mata bahagia dari para pendidik.
Acara yang digagas sebagai bentuk penghormatan kepada guru ini dirancang bukan sekadar seremoni. Koordinator kegiatan, Qhonita Guruh Dwi Lestari, S.Mat, menyebut bahwa ajang ini bertujuan menegaskan kembali martabat guru.

“Tujuannya adalah mengangkat derajat guru, meningkatkan motivasi, dan mendorong mutu pendidikan yang merata,” ujarnya.
Seleksi Ketat untuk Guru Berdedikasi

Lomba ini hanya dapat diikuti oleh guru dengan masa kerja minimal dua tahun. Mekanisme penilaian dibuat berlapis untuk memastikan kompetensi guru benar-benar terukur. Tahapannya meliputi:
- Registrasi Online
- Pengumpulan Portofolio & Riwayat Pengalaman Mengajar
- Tes Tulis dan Wawancara
- Presentasi Pengalaman Mengajar
- Penilaian Real-Time di Kelas
Seluruh proses berlangsung sejak 30 Oktober hingga 21 November 2025. Rangkaian yang intens ini menjadi upaya agar kualitas pendidik dinilai secara objektif dan menyeluruh.
Penghargaan terbagi menjadi dua kategori:
- Jenjang TKIT: satu juara
- Jenjang SMPIT dan MAIT: Juara 1, 2, dan 3
Santri Hadirkan Momen Haru: Bunga, Puisi, dan Doa
Bagian paling emosional terjadi ketika seluruh santri maju secara bergiliran untuk memberikan buket bunga beserta kartu ucapan kepada para guru. Wajah-wajah kecil itu tampak bahagia, namun sorot mata para guru memperlihatkan keharuan yang sulit disembunyikan.
Suasana kian syahdu saat dua santri, Muadz Bawuh Imtiyaz dan Nisaun Nafiah, tampil membacakan puisi persembahan untuk guru. Suara mereka yang bergetar mengalun membawa pesan cinta dan hormat, membuat beberapa guru tampak menyeka air mata. Sebuah penanda bahwa hubungan guru dan santri di Al Jahra tidak berhenti pada ruang kelas—tetapi menaut sampai ke hati.
Lebih dari Sekadar Penghargaan
Peringatan Hari Guru Nasional di Baitul Quran Al Jahra bukan hanya tentang seleksi atau penobatan juara. Ada pesan yang lebih dalam: guru adalah cahaya yang menghidupkan peradaban. Mereka membangun karakter, menyalakan harapan, dan menjadi penuntun jalan bagi generasi yang sedang tumbuh.
Melalui ajang ini, lembaga berharap semangat dedikasi dan keteladanan para guru terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk menghargai para pendidik yang setia membersamai perjalanan belajar mereka.
Penulis: Bihrom Valliant Ervianto
Santri Kelas XI Baitul Quran Al Jahra Magetan








