Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

Rekening BCA Dibobol? Investigasi Geger, Nasabah Panik!

badge-check


					Rekening BCA Dibobol? Investigasi Geger, Nasabah Panik! Perbesar

Dunia perbankan kembali dihebohkan dengan kabar kurang mengenakkan. Dana nasabah PT Panca Global Kapital Tbk yang ditempatkan di BCA diduga dibobol! Jumlahnya pun tidak main-main, kerugiannya mencapai sekitar Rp 70 miliar.

Menanggapi kejadian ini, Corporate Secretary PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) I Ketut Alam Wangsawijaya langsung angkat bicara. Ia menyebut kalau BCA sedang serius melakukan investigasi mendalam terhadap insiden tersebut, tak sendiri, melainkan bersama perusahaan sekuritas yang terkait. Pernyataan ini disampaikan Alam dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 12 September 2025.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden pembobolan rekening nasabah ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 10 September 2025. Jumlah kerugian yang fantastis, yakni sekitar Rp 70 miliar, tentu menjadi sorotan utama.

Meski demikian, Alam menegaskan bahwa sistem keamanan BCA saat ini dalam kondisi aman dan prima. Pihak bank telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk berkoordinasi erat dengan pihak sekuritas dan institusi penerima dana. “BCA berkomitmen penuh untuk mendukung investigasi dari seluruh pihak terkait,” ujarnya. Lebih lanjut, Alam menambahkan bahwa BCA menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis untuk menjaga data nasabah. Langkah mitigasi risiko juga terus dilakukan agar keamanan data dan transaksi digital nasabah tetap terjamin. “BCA senantiasa melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis,” katanya.

Peristiwa pembobolan rekening di BCA ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2023 lalu, kasus serupa pernah mencuat di mana rekening tabungan nasabah senilai Rp 320 juta juga dibobol. Pengalaman ini tentu menjadi pengingat penting bagi kita semua.

Mengingat kejadian-kejadian tersebut, nasihat dari Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pada konferensi pers Kamis, 26 Januari 2023, patut kita ingat kembali. Jahja kala itu menekankan betapa pentingnya menjaga KTP, Kartu ATM, buku tabungan, serta nomor PIN. Ia bahkan menyebutnya sebagai “nyawa kedua” yang harus dijaga dengan sangat baik. Nasabah pun diminta untuk tidak sembarangan menyebarkan nomor-nomor identitas tersebut kepada siapa pun, termasuk kerabat atau orang terdekat.

Sebab, kata Jahja, dengan bermodalkan kartu ATM dan nomor PIN saja, seseorang bisa langsung menarik tunai hingga Rp 10 juta di mesin ATM. Tidak hanya itu, transfer ke bank lain pun bisa dilakukan dengan nominal antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta melalui mesin ATM. Jadi, kewaspadaan pribadi tetap menjadi kunci utama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan