Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Uncategorized

Snow White Live Action: Kontroversi Pemain, Kurcaci, dan Lainnya!

badge-check


					Snow White Live Action: Kontroversi Pemain, Kurcaci, dan Lainnya! Perbesar

Adaptasi live-action dari film animasi klasik Disney biasanya disambut hangat oleh para penggemar. Namun, hal itu sepertinya tidak berlaku untuk Snow White versi terbaru. Alih-alih mendapatkan pujian, film ini malah terjebak dalam pusaran kontroversi yang seolah tak berujung. Bahkan, pemutaran perdana di Hollywood pada 15 Maret lalu pun terkesan sepi dan jauh dari sorotan media, seakan menghindari sorotan kamera dan pertanyaan pedas dari wartawan.

Melansir Channel News Asia, tampaknya Disney sengaja menjaga jarak antara bintang utamanya, Rachel Zegler dan Gal Gadot, dengan media. Tak ada wawancara di karpet merah, apalagi sesi tanya jawab seputar gambaran kontroversial Tujuh Kurcaci dalam film ini. Sebuah langkah yang cukup mencurigakan, bukan?

Badai kritik mulai menghantam sejak 2021, ketika Rachel Zegler, aktris keturunan Latin, diumumkan akan memerankan Snow White. Karakter yang selama ini dikenal sebagai “yang tercantik dari semua” dalam dongeng Jerman itu tiba-tiba diperankan oleh aktris dengan latar belakang rasial yang berbeda. Keputusan ini sontak memicu reaksi keras dari sebagian penggemar dan komentator konservatif, menudingnya sebagai bentuk “woke culture” yang berlebihan. Rachel sendiri, melalui akun X (dulu Twitter) miliknya yang kini telah dihapus, dengan tegas menyatakan, “Ya, saya adalah Snow White, tidak, saya tidak akan memutihkan kulit saya untuk peran ini.” Sebuah pernyataan yang berani, tapi justru semakin memperkeruh suasana.

Gelombang kritik kian meluas saat Rachel Zegler tak segan merendahkan film animasi original Snow White and the Seven Dwarfs tahun 1937, film animasi pertama dari Walt Disney yang melegenda. Rachel menyebut film klasik itu “aneh” karena menggambarkan tokoh pangeran sebagai “seorang pria yang secara harfiah menguntitnya”. Wah, pedas juga ya komentarnya!

Tak hanya itu, dalam wawancara lainnya, Rachel Zegler juga mengungkapkan bahwa Snow White versinya “tidak akan diselamatkan oleh pangeran” dan “tidak akan bermimpi tentang cinta sejati”. Pernyataan-pernyataan ini secara frontal menentang tradisi dongeng yang sudah melekat kuat pada karakter tersebut, membuat banyak penggemar setia merasa kecewa dan rindu akan nilai-nilai klasik. “Aneh. Kami tak melakukan itu kali ini,” katanya lagi, seolah menegaskan pergeseran drastis dalam penceritaan.

Sosok Rachel Zegler memang dikenal tak ragu menyuarakan pendapatnya, meski terkadang memicu kontroversi. Sebelumnya, ia pernah mengeluhkan ketidakhadirannya di gala Oscar 2022, padahal ia adalah bintang utama dalam film nominasi Film Terbaik, West Side Story. Meskipun akhirnya diundang, Zegler tetap tak luput dari cibiran publik.

Seolah belum cukup dengan semua kegaduhan yang ada, film ini juga terseret dalam isu politik yang sensitif. Rachel Zegler menunjukkan sikap politiknya di media sosial dengan menandatangani postingan “Free Palestine“. Sementara itu, Gal Gadot, pemeran Ratu Jahat, terang-terangan menyatakan dukungannya untuk Israel. Perbedaan pandangan politik antara dua bintang utama ini semakin menambah ketegangan di tengah rentetan kontroversi yang melingkupi proyek remake ini.

Peran Gal Gadot sebagai Evil Queen pun tak luput dari sorotan. Beberapa penggemar merasa pemilihan Gadot kurang tepat, dan banyak yang secara terbuka menyerukan boikot terhadap film live-action ini, terutama akibat dukungan Gadot yang jelas terhadap Israel di tengah konflik dengan Palestina. Situasi ini jelas bukan pertanda baik bagi proyek Disney yang satu ini.

Selain itu, ada pula perdebatan sengit mengenai penghilangan Tujuh Kurcaci dari judul film. Peter Dinklage, aktor dengan dwarfisme yang terkenal melalui perannya di Game of Thrones, melayangkan kritik pedas kepada Disney, menuding mereka “hipokrit”. Dalam sebuah wawancara pada 2022, Dinklage mempertanyakan bagaimana Disney bisa bangga memilih aktris Latina untuk peran Snow White, namun di sisi lain masih menganggap relevan cerita tentang tujuh kurcaci yang hidup di gua. Sebuah sindiran yang menohok dan langsung mengenai inti perdebatan etika.

Tak heran jika sejak dirilis, trailer Snow White live-action langsung panen reaksi negatif di YouTube, dengan perbandingan 75 ribu suka dan 922 ribu tidak suka. Kritik utama membanjiri penggunaan CGI yang terasa janggal. Karakter Tujuh Kurcaci, yang sudah menjadi ikon sejak film animasi pertama pada 1937, kini digambarkan sepenuhnya dengan teknologi komputer, padahal film ini mengusung konsep live-action. Paradoks yang membuat penggemar geleng-geleng kepala.

Merespons gelombang kritik, Disney menjanjikan “pendekatan yang berbeda” untuk menggambarkan Tujuh Kurcaci. Mereka kini digambarkan sebagai makhluk magis yang sepenuhnya dibuat menggunakan efek visual komputer (CGI), bukan lagi diperankan oleh aktor manusia. Namun, keputusan ini justru kembali menuai reaksi keras. Beberapa aktor dengan dwarfisme merasa keputusan ini merugikan mereka dan bahkan menuding Dinklage sebagai penyebab di balik perubahan tersebut.

Dengan biaya produksi yang fantastis, melebihi 200 juta Dolar Amerika, remake Snow White ini diprediksi akan menjadi salah satu film paling kontroversial Disney, bahkan mungkin melampaui remake The Lion King dan Beauty and the Beast yang sukses meraup miliaran dolar. Disney kini berharap penuh bahwa badai kontroversi ini justru bisa mendatangkan keuntungan di bioskop, mengandalkan prinsip “bad publicity is good publicity“.

Meski dihantam beragam kritik dan penundaan, Disney tetap berpegang pada rencana perilisan Snow White live-action di bioskop pada 21 Maret 2025 mendatang. Jadwal ini ditetapkan setelah mengalami penundaan selama satu tahun penuh dari rencana awal 22 Maret 2024. Sementara itu, Rachel Zegler, dengan optimis, dalam wawancara dengan Vogue Mexico, menyatakan, “Saya mengartikan perasaan orang tentang film ini sebagai bentuk kecintaan mereka terhadapnya. Betapa sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari sesuatu yang membuat orang merasa begitu bersemangat,” ujarnya, seolah melihat sisi positif dari kegaduhan yang ada.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Manjakan Penumpang Wanita: Kini Bisa Pilih Kursi Sendiri!

20 September 2025 - 19:26 WIB

Geger! Jokowi Jadi Pengurus Danantara, Bareng PM Thailand?

20 September 2025 - 17:40 WIB

Qodrat 2: Horor, Aksi, & Spiritualitas yang Bikin Merinding!

5 September 2025 - 10:49 WIB

Mudik Gratis KAI Sumut: Rute, Jadwal, dan Cara Dapat Tiket!

3 September 2025 - 09:46 WIB

Mudik Gratis Jambi 2025: Catat! Rute Sumbar & Pati, Kuota Terbatas!

2 September 2025 - 22:45 WIB

Trending di Uncategorized