Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Technology

Smart TV Bantuan: Kemendikbud Ristek Buka Suara!

badge-check


					Smart TV Bantuan: Kemendikbud Ristek Buka Suara! Perbesar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudristek) kekeuh dengan program bagi-bagi televisi pintar atau smart TV ke sekolah-sekolah. Bukan tanpa alasan, pemerintah yakin betul bahwa digitalisasi pembelajaran ini jadi jurus ampuh buat ngebut perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, blak-blakan soal segudang benefit dari penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smart TV ini. Menurutnya, IFP bisa banget bikin siswa makin semangat belajar, lebih gampang paham materi, sekaligus ngembangin skill yang relevan di era sekarang. “Jadi, digitalisasi punya potensi super besar untuk ningkatin kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Gogot dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 13 September 2025.

Targetnya gak main-main, pemerintah berencana kasih satu smart TV buat tiap sekolah. Presiden Prabowo sendiri udah bilang, program ini punya misi ganda: biar sekolah bisa ngadain pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan juga jadi solusi buat masalah kekurangan guru kompeten. Harapannya, guruguru top yang punya kompetensi tinggi bisa menjangkau semua siswa, termasuk mereka yang ada di pelosok daerah.

Meski fokus ke digitalisasi, Gogot menegaskan kalau penyaluran bantuan smart TV ini bukan berarti pemerintah lupa sama pembangunan fisik sekolah atau kesejahteraan guru. “Pembangunan fisik infrastruktur tetap jalan terus, sama halnya dengan komitmen pemerintah buat ningkatin kesejahteraan dan kualitas guru,” jelas Gogot, mencoba menepis kekhawatiran.

Bukan cuma itu, Gogot juga buru-buru membantah tudingan kalau penyaluran smart TV ini salah sasaran. Ia memastikan kalau timnya udah melakukan verifikasi ketat terkait kesiapan sarana dan prasarana di sekolah target, berdasarkan data dari portal Pendidikan. Jadi, kata Gogot, sekolah mana pun yang udah menyatakan siap dan memenuhi kriteria, pasti bakal dikirimin. “Selama sekolah bilang siap menerima dan memenuhi kriteria yang udah ditetapin, maka sekolah itu otomatis jadi sasaran program digitalisasi pembelajaran ini,” tegasnya.

Distribusi smart TV ini sendiri udah jalan sejak Mei 2025. Pemerintah menargetkan program ini bisa merata ke seluruh pelosok Indonesia sampai pertengahan 2026. Spesial buat tahun ini, ada 330 unit smart TV yang bakal disalurin ke berbagai jenjang satuan pendidikan.

Tapi nih, program ini justru menuai banyak kritikan. Pasalnya, banyak yang nilai kalau bantuan smart TV ini gak sesuai sama kebutuhan sekolah. Contoh paling bikin heboh, bantuan juga disalurin ke sekolah swasta elite kayak SMA Kolase Gonzaga di Jakarta Selatan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) sampai ngritik keras langkah pemerintah yang bagi-bagi bantuan tanpa syarat jelas dan tanpa identifikasi kebutuhan yang matang.

Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, makin bikin kita geleng-geleng. Gimana enggak, sekolah di daerah banyak yang belum punya sarana pendukung buat digitalisasi, eh sekolah elite yang udah punya fasilitas lengkap malah ikutan dapet bantuan. “Ini yang bikin pemanfaatan jadi cuma sesaat dan gak optimal,” curhat Ubaid pada Jumat, 12 September 2025.

Ubaid juga mewanti-wanti, kalau program smart TV yang anggarannya triliunan ini diterusin tanpa perbaikan transparansi, ujung-ujungnya bisa jadi ladang korupsi. “Kita semua pasti gak mau dong, sektor pendidikan terus-terusan berlumuran kasus korupsi,” tandasnya. “Yang kayak gini-gini harus diakhiri!”

Pilihan editor: Setelah Pagar Laut, Kini Tanggul Beton Cilincing Jadi Sorotan

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AI Musik: 10 Tools Bikin Lagu Keren dari Lirikmu Sendiri

31 Agustus 2025 - 20:00 WIB

Trending di Edu