Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

Sekjen FAM Malaysia Noor Azman Buka Suara! Akui Ada Kesalahan Teknis Usai Sanksi Berat FIFA untuk Sepak Bola Malaysia

badge-check


					Sekjen FAM Malaysia Noor Azman Buka Suara! Akui Ada Kesalahan Teknis Usai Sanksi Berat FIFA untuk Sepak Bola Malaysia Perbesar

KlikMojok.com — Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya buka suara setelah dijatuhi sanksi berat oleh FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Hj Rahman, mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses administrasi yang menjadi pemicu masalah besar ini.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (28/9/2025), Noor Azman menegaskan kesalahan tersebut terjadi pada tahap penyerahan dokumen yang dilakukan staf administrasi.

Ia menekankan hal ini bukanlah upaya terencana untuk memalsukan dokumen, melainkan murni kekeliruan teknis.

“FAM ingin menginformasikan bahwa kami telah mengidentifikasi kesalahan teknis dalam proses penyerahan dokumen yang dilakukan oleh staf administrasi,” ujar Noor Azman melalui unggahan resmi di Instagram FAM.

Ia juga menambahkan federasi sedang menunggu keputusan lengkap dari FIFA sebelum menempuh langkah hukum lanjutan.

Borneo FC Perpanjang Dominasi, Tekuk Persija Jakarta 3-1 di Pekan 7 Super League

Lebih lanjut, FAM menyatakan akan mengajukan banding resmi sesuai prosedur begitu salinan putusan FIFA diterima.

“FAM menunggu keputusan FIFA sebelum mengajukan banding, sesuai proses dan upaya hukum yang berlaku,” imbuh Noor Azman.

Meski mengakui adanya kesalahan internal, FAM dengan tegas menolak tudingan para pemain yang terlibat tidak sah sebagai warga negara Malaysia.

Noor Azman menekankan proses naturalisasi ketujuh pemain sudah dilakukan secara resmi dan sesuai hukum.

Dramatis! Gol Telat Eks Persib Bandung Selamatkan Persis Solo dari Kekalahan, Imbangi Arema FC dan Tinggalkan Posisi Juru Kunci

“FAM menanggapi masalah ini dengan serius. Namun, FAM ingin menekankan para pemain warisan yang terlibat adalah warga negara Malaysia yang sah,” kata Noor Azman menegaskan.

FIFA sebelumnya resmi menjatuhkan sanksi berat pada Jumat (26/9/2025) setelah menyatakan FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dokumen.

Komite Disiplin FIFA menilai ada ketidaksesuaian dalam dokumen yang digunakan oleh tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia.

Hukuman yang dijatuhkan tidak main-main.

FAM didenda sebesar CHF 350.000 atau setara Rp 7,3 miliar, sementara tujuh pemain dijatuhi larangan tampil dalam seluruh aktivitas sepak bola selama 12 bulan serta denda masing-masing CHF 2.000 atau sekitar Rp 41,8 juta.

Adapun tujuh pemain yang disanksi adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Mereka adalah pemain berstatus naturalisasi yang sebelumnya diproyeksikan untuk memperkuat Harimau Malaya di level internasional.

Rapor 3 Bintang Timnas Indonesia Laga Persib vs Persita: Beckham Cetak Gol, Thom Haye Krusial, Eliano Reijnders Tak Main Penuh

Keputusan FIFA ini tentu menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia yang tengah berupaya membangun kekuatan lewat program naturalisasi.

Banyak pihak menilai kasus ini bisa merusak reputasi FAM sekaligus menghambat persiapan timnas menghadapi turnamen internasional.

Merespons kondisi tersebut, delegasi FAM yang dipimpin langsung oleh Presiden Kehormatan Tan Sri Hamidin Mohd Amin segera bertolak ke markas besar FIFA di Zurich, Swiss.

Langkah cepat ini diambil untuk mengajukan banding sekaligus mencari jalan keluar dari sanksi yang dinilai terlalu berat.

Hamidin yang juga merupakan anggota Dewan FIFA dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Pertemuan itu diharapkan dapat membuka peluang agar sanksi yang dijatuhkan bisa dibatalkan atau setidaknya dikurangi.

Borneo FC Perpanjang Dominasi, Tekuk Persija Jakarta 3-1 di Pekan 7 Super League

Sementara itu, publik sepak bola Malaysia memberikan reaksi beragam terhadap kasus ini.

Ada yang menilai FAM lalai dan tidak profesional, namun ada pula yang masih memberikan dukungan penuh agar federasi segera menyelesaikan masalah ini.

Pengamat sepak bola di Negeri Jiran menilai, kasus ini bisa menjadi pelajaran besar bagi FAM dalam mengelola administrasi pemain naturalisasi.

Sebab, kesalahan sekecil apapun dalam dokumen resmi bisa berakibat fatal di mata FIFA.

Program naturalisasi yang sempat menjadi kebanggaan Malaysia kini tengah berada di ujung tanduk. Ketujuh pemain yang disanksi tentu tidak bisa membela timnas dalam waktu dekat, sehingga memaksa pelatih mencari alternatif baru.

FAM kini berada dalam tekanan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memperbaiki citra di kancah internasional. Kesalahan teknis yang diakui Noor Azman harus segera ditangani dengan serius agar tidak terulang kembali.

Dramatis! Gol Telat Eks Persib Bandung Selamatkan Persis Solo dari Kekalahan, Imbangi Arema FC dan Tinggalkan Posisi Juru Kunci

Kasus ini juga mengingatkan sepak bola modern bukan hanya soal kemampuan di lapangan, tetapi juga profesionalisme dalam mengurus administrasi dan legalitas.

Sebuah federasi sebesar FAM tentu dituntut untuk bekerja lebih teliti dan transparan dalam setiap proses.

Apapun hasil banding nanti, sanksi FIFA ini sudah menjadi tamparan keras bagi FAM. Malaysia kini harus bekerja keras untuk memastikan masa depan sepak bolanya tidak terganggu oleh kesalahan administratif yang fatal.

Bagi para pemain naturalisasi, larangan bermain selama setahun jelas menjadi kerugian besar. Karier mereka di timnas harus terhenti sementara, padahal harapan publik sangat besar terhadap kontribusi mereka di lapangan hijau.

Meski begitu, FAM memastikan tetap akan memperjuangkan hak para pemain tersebut.

Dengan diplomasi dan upaya banding yang sedang dilakukan, harapannya sanksi bisa diringankan demi menyelamatkan masa depan sepak bola Malaysia.

Dengan semua sorotan yang ada, kasus ini dipastikan akan terus menjadi perhatian publik sepak bola Asia.

FIFA dan FAM kini ditunggu langkah berikutnya untuk menentukan nasib timnas Malaysia serta tujuh pemain naturalisasi yang tengah disanksi.

Rapor 3 Bintang Timnas Indonesia Laga Persib vs Persita: Beckham Cetak Gol, Thom Haye Krusial, Eliano Reijnders Tak Main Penuh

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan