Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

Rupiah Hari Ini: Diprediksi Menguat! USD Jadi Segini?

badge-check


					Rupiah Hari Ini: Diprediksi Menguat! USD Jadi Segini? Perbesar

Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, punya kabar baik nih buat kita semua. Doi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini, tepatnya 2 September 2022, bakal perkasa di rentang Rp 16.370 – Rp 16.430 per dolar AS. Kemarin aja, rupiah udah unjuk gigi dengan ditutup di level Rp 16.428 per dolar AS. Itu artinya, rupiah berhasil naik 71 poin dari penutupan akhir pekan lalu, keren kan?

Tapi, kenapa dolar AS bisa melempem hari ini? Nah, menurut Ibrahim, salah satu penyebabnya adalah keputusan pengadilan banding AS yang ngebatalin sebagian tarif global yang dulu ditetapkan sama Presiden Donald Trump. Putusan ini bikin banyak orang bertanya-tanya soal nasib bea impor barang-barang dari Cina yang nilainya udah ratusan miliar dolar. Bisa dibilang, keputusan pengadilan ini membuka babak baru dalam hubungan dagang global.

Selain itu, investor juga pada was-was nih ngeliatin gerak-gerik politik di sekitar bank sentral AS. Soalnya, Presiden Trump kabarnya sempat mau nyopot Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, dengan alasan tuduhan penipuan hipotek di tahun 2021. Waduh, Cook nggak terima dong. Doi langsung nolak mentah-mentah wewenang Trump buat nyopot dirinya dan udah ngajuin gugatan hukum. Drama banget ya?

Eits, tapi kabar baik nggak cuma dateng dari luar negeri aja. Di dalam negeri, indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global juga ikutan naik jadi 51,1 di bulan Agustus 2025. Ini jadi angin segar nih, soalnya PMI Manufaktur Indonesia akhirnya bisa ekspansi lagi setelah sebelumnya sempet nyungsep alias kontraksi selama empat bulan berturut-turut.

Nggak cuma itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga ngasih pengumuman yang bikin hati adem. Neraca perdagangan Indonesia ternyata surplus US$ 4,17 miliar di bulan Juli 2025. Artinya, neraca perdagangan kita udah surplus terus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Gokil abis! Ini bukti nyata kalau ekonomi kita masih kuat dan stabil.

Pilihan Editor: Peluang Kripto Stablecoin Rupiah Menjadi Alat Transaksi Baru

Ringkasan

Pengamat pasar keuangan memperkirakan rupiah akan menguat hari ini, 2 September 2022, di rentang Rp 16.370 – Rp 16.430 per dolar AS. Rupiah sebelumnya ditutup menguat 71 poin ke level Rp 16.428 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung oleh keputusan pengadilan banding AS yang membatalkan sebagian tarif global era Presiden Trump serta naiknya indeks PMI Manufaktur Indonesia.

Selain faktor eksternal, data internal juga mendukung penguatan rupiah. Indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global naik menjadi 51,1 di bulan Agustus 2025, menunjukkan ekspansi setelah kontraksi selama empat bulan. Neraca perdagangan Indonesia juga surplus US$ 4,17 miliar di bulan Juli 2025, melanjutkan surplus selama 63 bulan berturut-turut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan