KlikMojok.com – Drama di kubu PSIS Semarang makin panas, gengs! Bukan cuma performa di lapangan yang jeblok, tapi manajemen tim juga bikin Panser Biru, pendukung setia PSIS, naik pitam. Gimana enggak? Keadaan internal klub udah kayak bubur, kacau balau!
Ketua Panser Biru, Kepareng—atau yang lebih dikenal dengan Wareng—langsung curhat di Instagram pribadinya, @kepareng_wareng. Ia ngerasa selama ini, kritik suporter selalu ditujuin ke pelatih dan pemain, padahal akar masalahnya jauh lebih besar: manajemen yang amburadul!

“Biasanya kalau pemain dan pelatih jelek, kita minta dievaluasi. Tapi sekarang ketauan, yang jelek itu pengelolaan dan manajemennya. Jadi, kalau sekarang kita minta pemilik saham dan CEO dievaluasi, salah ya?” tulis Wareng, mewakili unek-unek Panser Biru.
Krisis Internal yang Gak Berujung
Dari awal musim 2024/2025, Laskar Mahesa Jenar emang lagi apes. Prestasi di lapangan anjlok, ditambah lagi masalah internal yang beruntun. Mulai dari gaji pemain yang telat dibayarkan sampai komunikasi yang nggak harmonis sama suporter. Waduh!
Puncaknya, Panser Biru langsung ambil sikap tegas: boikot pertandingan kandang PSIS! Aksi ini mereka lakukan sejak awal musim di Liga 1, sekarang malah berlanjut di Championship. Mereka minta manajemen PSIS lebih profesional dalam mengelola klub.
Surat audiensi resmi dari DPP Panser Biru ke manajemen PSIS juga belum dibales. Duh, makin kecewa dong suporternya.
Dua Kekalahan Telak di Championship, Ancaman Degradasi Mengintai
Masalah internal yang belum kelar, ditambah lagi dua kekalahan beruntun di Championship. Parahnya lagi, kekalahan ini cukup telak. Minggu (14/9), PSIS dibantai Persiku Kudus 4-0 di kandang sendiri. Seminggu kemudian, giliran Persipura Jayapura yang menang 2-0 di Stadion Mandala (20/9).
Dengan tren negatif ini, PSIS Semarang terancam banget turun kasta ke Liga 3 musim depan. Gawat!
Suporter Desak Evaluasi Total
Buat Panser Biru, masalah PSIS bukan cuma soal taktik pelatih atau performa pemain. Mereka minta evaluasi menyeluruh, mulai dari direksi, pemilik saham, sampai manajemen. Semua harus dievaluasi!
“Kita cuma mau PSIS dikelola secara profesional, bukan setengah-setengah. Klub ini bukan cuma bisnis, tapi juga harga diri warga Semarang,” tegas Izul Haq, salah satu anggota Panser Biru.
Menanti Respon Manajemen, Nasib PSIS di Ujung Tanduk
Sampai sekarang, manajemen PSIS masih belum ngasih tanggapan resmi soal kritik pedas dari Panser Biru dan Wareng. Publik lagi nunggu-nunggu nih, langkah apa yang bakal diambil manajemen.
Kalau masalah ini berlarut-larut, bukan cuma posisi PSIS di klasemen yang bahaya, tapi hubungan klub sama suporter juga bakal makin renggang. Evaluasi total kayaknya udah nggak bisa ditunda lagi, demi menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dan kembali ke Liga 1.








