Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

PSIS Semarang Jeblok, Panser Biru Desak Evaluasi Bos Besar!

badge-check


					PSIS Semarang Jeblok, Panser Biru Desak Evaluasi Bos Besar! Perbesar

KlikMojok.com – Drama di kubu PSIS Semarang makin panas, gengs! Bukan cuma performa di lapangan yang jeblok, tapi manajemen tim juga bikin Panser Biru, pendukung setia PSIS, naik pitam. Gimana enggak? Keadaan internal klub udah kayak bubur, kacau balau!

Ketua Panser Biru, Kepareng—atau yang lebih dikenal dengan Wareng—langsung curhat di Instagram pribadinya, @kepareng_wareng. Ia ngerasa selama ini, kritik suporter selalu ditujuin ke pelatih dan pemain, padahal akar masalahnya jauh lebih besar: manajemen yang amburadul!

“Biasanya kalau pemain dan pelatih jelek, kita minta dievaluasi. Tapi sekarang ketauan, yang jelek itu pengelolaan dan manajemennya. Jadi, kalau sekarang kita minta pemilik saham dan CEO dievaluasi, salah ya?” tulis Wareng, mewakili unek-unek Panser Biru.

Krisis Internal yang Gak Berujung

Dari awal musim 2024/2025, Laskar Mahesa Jenar emang lagi apes. Prestasi di lapangan anjlok, ditambah lagi masalah internal yang beruntun. Mulai dari gaji pemain yang telat dibayarkan sampai komunikasi yang nggak harmonis sama suporter. Waduh!

Puncaknya, Panser Biru langsung ambil sikap tegas: boikot pertandingan kandang PSIS! Aksi ini mereka lakukan sejak awal musim di Liga 1, sekarang malah berlanjut di Championship. Mereka minta manajemen PSIS lebih profesional dalam mengelola klub.

Surat audiensi resmi dari DPP Panser Biru ke manajemen PSIS juga belum dibales. Duh, makin kecewa dong suporternya.

Dua Kekalahan Telak di Championship, Ancaman Degradasi Mengintai

Masalah internal yang belum kelar, ditambah lagi dua kekalahan beruntun di Championship. Parahnya lagi, kekalahan ini cukup telak. Minggu (14/9), PSIS dibantai Persiku Kudus 4-0 di kandang sendiri. Seminggu kemudian, giliran Persipura Jayapura yang menang 2-0 di Stadion Mandala (20/9).

Dengan tren negatif ini, PSIS Semarang terancam banget turun kasta ke Liga 3 musim depan. Gawat!

Suporter Desak Evaluasi Total

Buat Panser Biru, masalah PSIS bukan cuma soal taktik pelatih atau performa pemain. Mereka minta evaluasi menyeluruh, mulai dari direksi, pemilik saham, sampai manajemen. Semua harus dievaluasi!

“Kita cuma mau PSIS dikelola secara profesional, bukan setengah-setengah. Klub ini bukan cuma bisnis, tapi juga harga diri warga Semarang,” tegas Izul Haq, salah satu anggota Panser Biru.

Menanti Respon Manajemen, Nasib PSIS di Ujung Tanduk

Sampai sekarang, manajemen PSIS masih belum ngasih tanggapan resmi soal kritik pedas dari Panser Biru dan Wareng. Publik lagi nunggu-nunggu nih, langkah apa yang bakal diambil manajemen.

Kalau masalah ini berlarut-larut, bukan cuma posisi PSIS di klasemen yang bahaya, tapi hubungan klub sama suporter juga bakal makin renggang. Evaluasi total kayaknya udah nggak bisa ditunda lagi, demi menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dan kembali ke Liga 1.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan