Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

Patriot Bonds Danantara: Kata Ekonom, Bukan Sekadar Obligasi Biasa!

badge-check


					Patriot Bonds Danantara: Kata Ekonom, Bukan Sekadar Obligasi Biasa! Perbesar

Gais, siap-siap! Ada instrumen investasi baru yang super menarik nih dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Namanya Patriot Bonds, dan ini bukan cuma obligasi biasa, lho. Rencananya, Patriot Bonds ini bakal segera meluncur buat nargetin investor-investor domestik. Tujuannya mulia banget: buat nge-support agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan sekaligus jadi jawaban atas tantangan lingkungan hidup yang makin mendesak.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, sempat jelasin kalau instrumen baru ini juga dipercaya bisa makin menguatkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. “Danantara Indonesia berkomitmen ngejalanin mandat sebagai pengelola investasi negara dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik. Setiap inisiatif pembiayaan diarahkan buat nge-support transformasi ekonomi jangka panjang serta memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan,” ujar Pandu, seperti dikutip dari Antara pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Dengan target penerbitan sampai Rp 50 triliun, Patriot Bonds ini bisa dibilang bukan cuma sekadar obligasi. Instrumen ini ngasih kesempatan emas buat para pelaku usaha nasional biar bisa ikutan kontribusi langsung di pembangunan jangka panjang. Ini nih yang namanya wujud nyata pengabdian buat bangsa!

Lebih dari Obligasi Biasa, Ada Misi Keren di Baliknya!

Yang bikin beda dari obligasi konvensional, Patriot Bonds ini ngedepanin prinsip partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Shinta Widjaja Kamdani, bilang kalau penerbitan Patriot Bonds oleh Danantara ini bisa jadi sumber pembiayaan buat berbagai proyek berkelanjutan. Salah satunya yang paling oke adalah pengembangan sampah jadi energi, atau yang sering kita sebut waste to energy. Keren banget, kan?

Shinta nambahin, tingginya permintaan pasar buat proyek waste to energy yang masuk kategori green business bikin pembiayaan lewat Patriot Bonds ini makin relevan dan pas sasaran. “Jadi ini juga proyek green business. Kalau waste to energy itu kan sangat baik buat Indonesia. Jadi, ya, kita lihat harapan kami nanti ada yang bakal berpartisipasi,” kata Shinta dalam acara Road to ISF 2025 di Menara Kadin, Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Di sisi lain, ada juga pendapat dari ekonom Universitas Indonesia, Ahmad Mikail Zaini. Dia ngejelasin kalau penerbitan Patriot Bonds oleh BPI Danantara Indonesia ini punya potensi ngasih efek berganda buat perekonomian nasional sekaligus nge-support agenda lingkungan. Zaini yakin banget kalau dana gede punya pengusaha nasional itu mending nggak dibiarin ngendap di luar negeri.

“Daripada dana triliunan rupiah milik pengusaha nasional tersimpan di luar negeri, lebih baik ditempatkan di instrumen yang memberi manfaat ganda,” tegas Zaini, dikutip dari Antara pada Rabu, 27 Agustus 2025. Menurutnya, investasi lewat Patriot Bonds nggak cuma nawarin imbal hasil yang aman, tapi juga bisa dorong sektor energi terbarukan, industri ramah lingkungan, dan penciptaan lapangan kerja. Makanya, ini jadi instrumen strategis buat danai proyek-proyek lingkungan yang butuh modal gede. Zaini juga nambahin, Patriot Bonds ini relevan banget sekarang sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) buat pengusaha dalam ngejawab isu lingkungan yang urgent.

“Pembiayaan pembangunan nasional akan dapat topangan dari CSR-nya para pengusaha Indonesia, bahkan mungkin juga negara asing. Patriot Bonds ini membentuk kepedulian sosial kalangan pengusaha berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan dan energi,” imbuhnya. Selain itu, Zaini juga ngelihat peluang pembiayaan lewat pasar obligasi di Indonesia itu masih luas banget. Data dari Asian Development Bank (ADB) nunjukkin, porsi obligasi korporasi di Indonesia baru 2,5 persen dari PDB. Jadi, Patriot Bonds ini punya potensi jadi wadah buat perusahaan nasional nyalurin investasi ke proyek-proyek strategis.

Para Konglomerat Ikutan “Gas” Dukung Patriot Bonds!

Inisiatif Patriot Bonds ini dapat sambutan positif dari sejumlah pelaku usaha terkemuka di Indonesia. Salah satunya konglomerat bisnis Prayogo Pangestu yang berpendapat kalau pembangunan Indonesia itu tanggung jawab bersama, termasuk para pengusaha.

“Inisiatif Danantara Indonesia melalui Patriot Bonds memberikan kesempatan bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam transformasi ekonomi nasional dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan,” kata Pangestu, dikutip dari Antara pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Sejalan sama Pangestu, Franky Widjaja juga nilai kalau Patriot Bonds ini bisa ngasih manfaat ganda. Soalnya, selain dorong sinergi pemerintah dan kelompok usaha, instrumen baru ini diyakini bisa percepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Patriot Bonds yang digagas Danantara Indonesia memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Instrumen ini memberi kepastian investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan yang inklusif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Lanjut lagi, ada Boy Thohir yang nyorot aspek gotong-royong di Patriot Bonds. Menurut dia, ini penting banget buat mastiin pembiayaan pembangunan nasional yang mandiri dan berkelanjutan. “Patriot Bonds mencerminkan semangat gotong-royong yang telah menjadi kekuatan bangsa ini. Melalui instrumen ini, dunia usaha dapat ikut memastikan pembiayaan pembangunan nasional lebih mandiri dan berkelanjutan. Kami mendukung program ini, apalagi Patriot Bonds ini akan mendanai proyek-proyek waste to energy yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” kata Thohir.

Tapi, Ada Juga Yang Khawatir…

Eits, tapi ada juga lho yang punya pandangan beda. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, ikutan berkomentar soal Patriot Bonds ini. Menurutnya, instrumen semacam ini lazim dipakai buat nguatkan kemandirian pembiayaan nasional. Tapi, Bhima ngelihat kalau kehadiran Patriot Bonds punya potensi merebut dana deposito perbankan. Para konglomerat bisa jadi bakal beralih ke surat utang ini. “Karena bentuknya adalah nasionalisme dibungkus paksaan ke konglomerat untuk beli Patriot Bonds,” katanya dalam keterangan tertulis pada Senin, 27 Agustus 2025.

Selain itu, Bhima juga mewanti-wanti adanya risiko tekanan likuiditas ke bank akibat efek crowding out dari Danantara. Ini bisa ganggu penyaluran kredit perbankan, bahkan bisa nunda transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke bunga kredit bank. “Kondisi existing bank sudah berebut dana dengan kebutuhan pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara. Ditambah ada Patriot Bonds yang pasarnya adalah pembeli domestik,” ujar Bhima.

Efek Domino Positif alias Multiplier Effect

Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Piter Abdullah, punya pandangan kalau Patriot Bonds ini hadir sebagai instrumen yang bisa nyiptain multiplier effect buat perekonomian. Menurut dia, instrumen ini ngasih jalan buat para konglomerat buat naro duit mereka secara aman sekaligus kontribusi langsung ke pembangunan nasional.

“Instrumen ini menciptakan multiplier effect. Dana yang ditempatkan oleh konglomerat tidak berhenti sebagai angka di neraca, melainkan ikut menggerakkan roda perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, hingga penguatan daya saing nasional,” ucap Piter, dikutip dari Antara pada Kamis, 28 Agustus 2025. Menurutnya, Patriot Bonds juga wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan buat para konglomerat di Indonesia. Dengan tata kelola yang baik, instrumen ini bukan cuma investasi, tapi juga simbol kepedulian pengusaha besar buat ngarahin kekuatan finansial mereka demi keberlanjutan bangsa. Keren banget, kan?

Sebagai info tambahan, Patriot Bonds ini sebenarnya instrumen pembiayaan strategis yang udah umum dipakai di berbagai negara kayak Jepang dan Amerika Serikat, buat nguatkan kemandirian pendanaan nasional mereka. Jadi, bukan barang baru banget, tapi cocok buat kondisi kita sekarang.

Dilansir dari situs web Indonesian Business Post, penjualan Patriot Bonds ini dijadwalin mulai 1 Oktober 2025. Nah, yang bikin banyak orang melongo, kupon tetapnya cuma 2 persen. Ini jauh banget lho dibanding suku bunga acuan Bank Indonesia yang 5,8 persen, apalagi imbal hasil 6,1 persen dari surat utang pemerintah sejenis. Gimana, tertarik ikutan jadi pahlawan investasi?

Pilihan Editor: Patriot Bonds: Obligasi Baru Danantara untuk Proyek Strategis Nasional

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan