Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

Lebanon Geruduk Indonesia: 6 Pemain Eropa, 1 dari Borneo FC!

badge-check


					Lebanon Geruduk Indonesia: 6 Pemain Eropa, 1 dari Borneo FC! Perbesar

Timnas Lebanon akhirnya dateng juga ke Surabaya dengan kekuatan penuh! Siap gaspol buat laga uji coba kontra Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin (8/9/2025) nanti. Ini bukan kaleng-kaleng, lho, karena dari 23 pemain yang dibawa Coach Miodrag Radulovic, enam di antaranya adalah pemain abroad alias berkarier di luar negeri. Yang paling bikin kaget, satu di antaranya main di Liga Indonesia!

Sosoknya adalah Mohammed El Hosouein, bek berusia 22 tahun yang musim ini jadi andalan Borneo FC. Meskipun baru musim pertamanya dan baru main satu kali di kompetisi Super League bareng Borneo FC, El Hosouein langsung dipercaya lagi dipanggil Timnas Lebanon. Kehadirannya ini jelas bakal jadi bumbu tersendiri di lapangan, apalagi dia bakal adu strategi sama rekan setimnya di Borneo FC, Nadeo Argawinata, yang juga dipanggil skuad Garuda. Auto jadi ajang reuni tapi tetap sengit!

Klasemen Runner-up Kualifikasi Piala Asia U-23 2026: Timnas Indonesia Posisi 5, Kans Lolos Fix Tertutup

Selain El Hosouein, ada lima nama lain yang juga jadi jagoan di luar Lebanon. Ada Kari Mekkaoui, winger 24 tahun yang lagi moncer di Liga Siprus bareng Omonia Aradipou. Lalu, ada Daniel Lajud, second striker 26 tahun yang merumput di Belanda bersama Roda JC. Nggak ketinggalan, ada Karim Darwich, penyerang 26 tahun yang kini bermain di Duhok SC (Irak), serta Khoder Kaddour, winger 22 tahun dari klub Australia, Western United. Nama terakhir yang juga bikin penasaran adalah Gabriel Bitar, gelandang serang 26 tahun yang sekarang jadi andalan York United di Liga Kanada. Komplit banget kan?

Meski tim The Cedars ini udah bawa enam pemain abroad andalannya, sebetulnya Lebanon masih punya banyak stok pemain yang berkarier di luar negeri. Tapi kali ini, Coach Radulovic memilih nggak memanggil mereka. Beberapa nama yang absen antara lain Pedro Budib (bek 21 tahun, Pachuca U23/Meksiko), Jad Samira (bek 21 tahun, Achyronas Onisilos/Siprus), dan Bassel Jradi (gelandang 32 tahun, AEL Limassol/Siprus). Dari lini depan, penyerang-penyerang yang lagi berkarier di luar negeri kayak Malek Fakhro (Hallescher FC/Jerman), Samy Merhreg (Deportivo Pereira/Kolombia), Omar Chabban (AFC Wimbledon/Inggris), Hussein Chakroun (Hannover 96/Jerman), serta Leonardo Farah Shahin (Falkenbergs/Swedia) juga nggak ikut rombongan.

Bukan Sekadar Debut! Menguak Taktik Cerdas di Balik Aksi Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra untuk Timnas Indonesia

Tapi, dengan enam pemain abroad yang udah dateng ke Surabaya ini, Timnas Lebanon tetap dinilai punya kekuatan yang patut diwaspadai. Apalagi, tim yang dijuluki The Cedars ini lagi ngebut buat meraih poin di laga ujicoba internasional. Saat ini, Lebanon duduk manis di peringkat 112 FIFA. Lumayan kan buat bikin ranking mereka makin meroket?

Uji Coba Penting untuk Indonesia

Nah, buat Indonesia, laga kontra Lebanon ini bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa. Ini adalah momen krusial bagi Patrick Kluvert untuk nge-test kesiapan skuad Garuda sebelum tancap gas di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di putaran keempat nanti, Indonesia bakal ketemu lawan berat macam Arab Saudi dan Irak. Dua tim ini terkenal punya fisik kuat, organisasi permainan rapi, dan pengalaman segudang di level internasional.

Makanya, Lebanon yang punya gaya main mirip tim-tim Timur Tengah, dianggap sebagai lawan paling ideal buat ngukur kekuatan Indonesia saat ketemu tim-tim dari kawasan sana. Selain itu, laga ini juga jadi panggung buat pemain-pemain baru atau yang jarang dapet menit bermain buat unjuk gigi. Dengan dukungan penuh suporter militan di Gelora Bung Tomo, Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil pede dan kasih hasil yang positif.

Rapor Debut Dion Markx di Timnas Indonesia U-23: Solid di Lini Belakang, Bawa Garuda Muda Cleansheet Lawan Makau U-23!

Dari sisi permainan, Lebanon diprediksi bakal ngandelin fisik yang prima dan gaya main direct football. Keberadaan winger lincah kayak Mekkaoui dan Kaddour bisa jadi ancaman serius dari sisi sayap, sementara Lajud dan Darwich punya kecepatan mumpuni di lini depan. Di lini tengah, kreativitas Bitar bakal jadi kunci buat ngatur irama permainan tim.

Indonesia sendiri, di bawah asuhan Patrick Kluvert, kemungkinan besar bakal tetep ngandelin pressing tinggi dan transisi cepat. Strategi ini sebelumnya udah cukup efektif pas ngehadapin tim-tim Asia Barat, meskipun dengan pelatih baru, Indonesia berupaya keras nerapin gaya sepakbola ala Belanda yang terkenal ciamik.

Apapun hasilnya nanti, pertandingan ini jelas bakal jadi ujian penting banget. Nggak cuma buat liat seberapa kuat Lebanon, tapi juga buat ngukur kesiapan Indonesia ngehadepin putaran keempat Piala Dunia 2026 yang penuh tantangan. Dengan atmosfer Surabaya yang dikenal punya basis pendukung militan dan loyal, laga Indonesia vs Lebanon diprediksi bakal berlangsung sengit dan penuh drama sejak menit awal. Siap-siap, PSSI!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan