Waduh, lagi viral banget nih di media sosial soal ‘tembok beton’ yang disebut-sebut bikin nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, jadi susah cari rezeki. Nah, kabar baiknya, Direktur Utama PT Karya Cipta Nusantara (KCN), Widodo Setiadi, akhirnya buka suara dan janji bakal kasih kompensasi buat para nelayan yang pendapatannya terganggu. Mantap, gercep!
Soal nominalnya? Widodo belum mau spill banyak, gengs. Katanya sih, masih diobrolin bareng komunitas nelayan dan pemerintah setempat buat nyari formula yang pas. Tapi yang jelas, KCN udah punya program CSR rutin buat pendidikan dan kesehatan yang udah jalan dari dulu. Jadi, bukan cuma janji manis doang, ya. Info ini disampein Widodo pas ditemui di kantor PT KCN, Jakarta Utara, Jumat, 12 September 2025.

Nah, balik lagi ke ‘tanggul beton’ yang bikin heboh itu. Kabarnya, bentangan tembok sepanjang 3 kilometer ini bikin nelayan susah cari ikan. Tapi, menurut Widodo, ini bukan tanggul biasa, lho. Proyek pembangunan pelabuhan di Cilincing ini udah jalan dari tahun 2010 pakai metode yang sama, jadi dia juga agak heran kenapa baru sekarang diributin. Widodo ngejelasin kalau itu sebenarnya bagian dari pembangunan pier alias dermaga. Jadi, tembok beton itu kayak pagar laut yang dibangun buat bikin daratan baru di tengah laut, tempat kapal nurunin pasir. Dan jangan salah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) udah ngecek izin pemanfaatan ruang lautnya, kok. PT KCN udah dapet lampu hijau buat beroperasi sesuai aturan. “Ini bukan proyek Roro Jonggrang yang ujug-ujug muncul,” tegasnya.
Biar makin jelas, Widodo menekankan lagi kalau ‘tanggul beton’ yang jadi omongan orang itu sebenernya bukan tanggul beneran. Tembok panjang yang terlihat itu adalah bagian dari struktur pembangunan pelabuhan Cilincing secara keseluruhan. Sekadar info, tanggul itu kan biasanya timbunan tanah atau tembok buat nahan air supaya nggak ke daratan. Nah, ini beda! Proyek ini sendiri, katanya, baru 70 persen rampung. Ada Pier 1 di kiri, Pier 2 di tengah yang targetnya kelar 2025, dan Pier 3 — nah, ini dia yang sekarang dikira ‘tanggul beton’ — padahal ya bagian dari bangunan pelabuhan juga.
Ikut nimbrung di kesempatan yang sama, Direktur Pengendalian Penataan Ruang Laut KKP, Fajar Kurniawan, juga ikutan validasi. Dia mastiin kalau PT KCN udah punya semua izin usaha yang dibutuhkan, termasuk izin buat bikin pagar laut pakai tembok beton, asal nggak keluar dari batas wilayah mereka, ya. Tapi Fajar juga wanti-wanti nih, biar PT KCN tetep patuh sama semua regulasi pas beroperasi. Jangan sampai ada pencemaran lingkungan gara-gara aktivitas bongkar-muat material. “Kalau ada kerusakan, perusahaan wajib bertanggung jawab buat rehabilitasi ekosistem yang ada,” tegas Fajar di konferensi pers, Jakarta Utara, Jumat, 12 September 2025.
Sebagai penutup, Fajar juga ngasih saran nih buat PT KCN: perbanyak lagi sosialisasi ke warga sekitar, terutama ke para nelayan Cilincing. Katanya, kalau info tentang proyek pengembangan pelabuhan ini disampein dengan baik, pasti operasional perusahaan bakal lebih mulus dan nggak bakal ada drama atau gejolak sosial lagi. “KKP berharap, setiap aktivitas yang pakai ruang laut itu bisa bawa dampak positif. Nggak cuma buat ekonomi aja, tapi juga buat lingkungan dan sosial di sekitarnya,” pungkasnya.
Dinda Shabrina berkontribusi terhadap penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Mengapa Beras di Retail Modern Masih Langka













