
Belakangan ini, suasana di kota-kota besar Indonesia lagi panas-panasnya. Konflik terbuka merebak di mana-mana, bikin The Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) ikutan gerah dan menyampaikan keprihatinan mendalam. Mereka bahkan langsung menyerukan agar semua pihak segera menyetop eskalasi konflik ini demi menyelamatkan masa depan Indonesia. Ngeri, kan?

IS2P melihat, kemarahan publik bukan muncul tiba-tiba. Ketidakadilan sosial-ekonomi yang merajalela, penyalahgunaan kewenangan yang bikin geleng-geleng kepala, ditambah minimnya transparansi dari pemerintah dan legislatif, semua itu ibarat bensin yang disiram ke api. Alhasil, demonstrasi damai yang seharusnya jadi ruang aspirasi malah berubah jadi konflik terbuka yang bikin kita semua miris.
Coba bayangkan, ges. Bentrokan fisik, fasilitas umum dirusak, sampai ada korban jiwa melayang. Ini bukan cuma drama, tapi sinyal bahaya bahwa Indonesia lagi ada di titik kritis. “Kalau nggak cepet-cepet dipulihkan, dampaknya bakal fatal banget buat bangsa dan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” begitu kata Satrio Dwi Prakoso, Ketua IS2P, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (1/9) lalu. Intinya, ini udah urgent banget!
Eskalasi konflik yang terus-terusan ini jelas bakal bikin krisis kepercayaan publik terhadap negara makin parah. Ujung-ujungnya, stabilitas politik jadi amburadul, demokrasi mandek, dan legitimasi lembaga negara bisa luntur begitu saja. Nggak cuma itu, kondisi ini punya potensi besar memicu fragmentasi sosial dan politik. Yang lebih ngeri lagi, risiko intervensi asing bisa meningkat seiring melemahnya posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Nggak mau dong, negara kita diatur-atur pihak luar?
Kalau konflik ini terus berlanjut tanpa solusi, IS2P memprediksi bahwa reformasi birokrasi, perbaikan tata kelola, dan agenda pembangunan nasional bakal terhambat total. Makanya, IS2P nggak tinggal diam. Mereka langsung merumuskan enam poin penting yang wajib jadi perhatian serius pemerintah, parlemen, dan aparat keamanan. Ini dia daftar ‘PR’ penting buat mereka:
1. Menghentikan kekerasan dan provokasi
IS2P dengan tegas menyerukan agar aparat keamanan segera menghentikan segala bentuk kekerasan fisik yang melanggar hak asasi manusia dan menjamin perlindungan bagi warga negara yang sedang menyampaikan pendapatnya. Ingat, tindakan represif dan provokatif itu cuma bakal memperdalam luka dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap negara.
2. Memperkuat komunikasi publik yang transparan
Pemerintah dan legislatif diminta untuk segera membuka keran komunikasi dua arah yang transparan. Aspirasi masyarakat itu penting, dan harus didengarkan dalam setiap pengambilan kebijakan. Jangan cuma formalitas, ya!
3. Membuka ruang dialog inklusif
IS2P menyarankan agar pemerintah dan legislatif menyediakan ruang dialog yang partisipatif, inklusif, dan bebas dari intimidasi. Libatkan masyarakat secara setara biar solusi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama, bukan cuma kepentingan kelompok tertentu.
4. Menegakkan keadilan sosial dan hukum tanpa pandang bulu
Ini poin krusial! Hukum harus ditegakkan di atas prinsip kesetaraan, tanpa intervensi politik maupun kepentingan kelompok tertentu. Termasuk dalam insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian demonstrasi di berbagai kota. Keadilan harus tegak!
5. Meningkatkan kinerja eksekutif, legislatif, dan yudikatif
Lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif itu punya tanggung jawab besar. Mereka harus bekerja secara efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ketiga pilar demokrasi ini adalah penjaga keadilan, jadi dituntut untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas agar kepercayaan publik bisa dipulihkan kembali.
6. Melindungi program keberlanjutan dan aksi iklim untuk generasi kini dan mendatang
“Menjaga komitmen terhadap keberlanjutan dan aksi iklim itu wajib. Krisis lingkungan dan perubahan iklim adalah ancaman nyata yang nggak boleh diabaikan di tengah dinamika politik maupun sosial,” tegas Satrio. Jangan sampai fokus kita terpecah dari isu-isu lingkungan yang krusial!
Lebih lanjut, IS2P menilai bahwa masa depan Indonesia itu butuh kerja bareng, komitmen kolektif, dan prioritas pada keberlanjutan serta kesejahteraan rakyat. Saat ini, Indonesia lagi ada di persimpangan sejarah, bestie: mau memilih perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan, atau malah terjerumus dalam krisis berkepanjangan. Pilihan ada di tangan kita semua.
“Mari jaga rumah bersama ini. Mari pulihkan kepercayaan, bangun masa depan, dan pastikan Indonesia tetap adil, kokoh, dan lestari bagi semua,” ajak Satrio, mengingatkan kita semua.
Ringkasan
The Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) menyatakan keprihatinannya atas konflik terbuka yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. IS2P menyerukan penghentian eskalasi konflik yang dipicu oleh ketidakadilan sosial-ekonomi, penyalahgunaan kewenangan, dan kurangnya transparansi dari pemerintah dan legislatif. Konflik ini dinilai dapat menyebabkan krisis kepercayaan publik terhadap negara, ketidakstabilan politik, dan terhambatnya pembangunan nasional.
IS2P merumuskan enam poin penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah, parlemen, dan aparat keamanan, termasuk menghentikan kekerasan, memperkuat komunikasi publik yang transparan, membuka ruang dialog inklusif, menegakkan keadilan sosial dan hukum, meningkatkan kinerja lembaga negara, serta melindungi program keberlanjutan dan aksi iklim. IS2P menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan rakyat demi masa depan Indonesia yang adil, kokoh, dan lestari.








